
Aris bersiap-siap untuk menyelamatkan Anna dari penculik iya membawa senjata seperti pistol, pisau dan sebuah granat, saat di rasa sudah siap Aris pun segera berangkat untuk menyelamatkan Anna, saat akan berangkat iya di panggil oleh Anung dia bilang.
“Aris biarkan aku ikut denganmu bagaimana...?”, “Memangnya kenapa kau mau ikut denganku?”, “Aku tahu tempat ini..... pastinya aku dapat membantumu.!”, “Baik lah.”
Mereka berdua berangkat ke gubuk di tengah perkebunan kelapa sawit, untuk menipu para penculik Aris menyiap kan sebuah tas besar yang di dalamnya diisi dengan kertas sehingga terlihat seperti berisi uang tunai, Aris berteriak.
“Hay cepat keluar, aku sudah membawa apa yang kau minta..!” ucap Aris kepada penculik itu, para penculik pun keluar jumlah mereka kira-kira 6-8 orang, lalu salah satu penculik itu berkata “Berikan uangnya... lalu kami akan melepaskan gadis itu.!”, “Tidak akan semudah itu, kau yang seharusnya melepaskan Anna baru aku akan memberikan uang ini..!”.
Penculik itu menolaknya dan tetap ingin menerima uangnya terlebih dahulu, Aris pun memikirkan rencana lain yang di mana iya akan memasukkan granat ke dalam tas, dan saat di lemparkan kepada penculik iya akan dengan cepat menembaknya, lalu Aris akan memberikan code kepada Anung agar segera menembak dengan Sniper dari posisinya.
Aris pun menyetujui penculik itu lalu iya melemparkan tasnya, saat tasnya sudah di tangkap oleh salah seorang penculik iya pun dengan cepat menembak tas itu, lalu tas itu pun meledak hingga mengakibatkan 2 orang dari pihak penculik mati seketika.
Lalu Aris memberikan Anung Code, dengan mengacungkan jari telunjuknya, Anung melihat Code itu lalu menembak 3 orang dari pembunuh itu tepat di kepalanya.
__ADS_1
Sisanya di tangani oleh Aris menggunakan pisaunya, iya membunuh 2 orang dari pembunuh itu dengan kejam yaitu dengan cara, menusuk mata dan tenggorokannya hingga mati, dan 1 orang lagi iya bunuh dengan cara menusuk perutnya lalu memutar bananya, dan mematahkan lehernya dari belakang.
Setelah menghabisi para pembunuh itu Aris langsung masuk ke dalam untuk menyelamatkan Anna, tetapi ternyata ada 1 orang penculik lagi di dalam yang sedang menodongkan pistolnya ke kepala Anna.
“Hay singkirkan pistolmu dari kepalanya..!” ucap Aris kepada penculik itu, “memang kenapa, jika aku terus menodongkannya maka kau akan membunuhku hah.?” Tanya penculik itu.
Aris pun bertanya kepada penculik itu “Mang siapa kau sebenarnya.... dan apa tujuanmu menculik Anna..?”, “Aku adalah seorang anggota pembunuh dari brother..!”.
Mereka berdua pun mulai berkelahi, awalnya sang pembunuhlah yang unggul namun Aris berhasil membalasnya dengan sebuah sayatan di bagian kaki dan tangan.
Si pembunuh itu tidak menerimanya, lalu dia mengeluarkan dua bilang pisau carambit dari bajunya, lalu menyerang Aris hingga mengakibatkan kakinya kanannya tersayat.
Saat Aris sudah mulai terpojok iya lalu berpikir bagai mana mengalahkannya, sedangkan iya sudah mulai lelah dan kakinya sudah terluka parah, lalu secara tiba-tiba om Bonco berteriak dari liar.
__ADS_1
“Hay orang bodoh cepat keliar, dan lawan aku..!”, ucap om Bonco sambil berteriak dari luar, dan sepertinya pembunuh itu seperti mengenali om Bonco lalu pergi ke luar membiarkan Aris untuk menyelamatkan Anna.
Saat pembunuh itu melihat om Bonco iya tertawa dan bilang “Hay Boc sudah lama bukan..?” tanya pembunuh itu, “Ya sepertinya begitu bok, atau aku panggil kau saudara..!” ucap om Bonco.
Dan ternyata pembunuh itu ternyata saudara dari om Bonco dan Aris yang sudah membebaskan Anna pun terkejut mendengarnya, dan Aris tidak percaya bahwa om-om itu punya saudara bahkan Anung rekannya saja tidak mengetahuinya.
Lalu om Bonco dan saudaranya seperti akan bertarung dan saat mereka sudah bersiap-siap, mereka malah berpelukan sambil tertawa dan bukannya saling bertarung.
Setelah semua ini selesai saudara om Bonco pun pergi dari sana, dan Aris pun kembali berbaikan dengan Anna.
3 tahun telah berlalu sekarang Aris sudah tidak tinggal dengan orang tua angkatnya lagi, dan Aris sekarang tinggal di sebuah apartemen yang terletak di jakarta timur, dan setelah iya selesai berlatih sekarang iya sudah menjadi pembunuh bayaran yang cukup terkenal.
Saat iya sedang berjalan pulang menuju apartemennya, Aris merasakan seperti di buntuti oleh seseorang dan saat iya menoleh ke belakang iya melihat 2 orang perempuan yang memakai pakaian seragam sekolah elite, dan masing-masing dari mereka memegang Katana yang panjang, dan seperti ingin menyerang Aris....!
__ADS_1