The Aries Man

The Aries Man
Kelompok pembunuh


__ADS_3

keesokan paginya kedua gadis itu tersadar dan mereka berada di apartemen Aris, disana mereka di obati oleh Aris dan luka sayatannya pun sudah dia jahit.


"He, kenapalu selametin kita, kita kan udah coba buat ngebunuh luh.?" ucap salah satu dari gadis tersebut, "Lu bilang, lukan cuman mau ngetes kemampuan gua doang...... dan ternyata kemampuan gua d iatas kemam puan lukan.!" balas Aris.


"Kalo gitu lu maafin kita berdua.?" tanya gafis itu, lalu Aris menjawabnya sambil tersenyum ke arah gadis itu "Yah bisa di bilang begitu!..... oh iya btw nama kalian berdua siapa yah...?" tanya Aris kepada kedua gadis itu.


"Gua Dinda, kalo dia Dina....... kita berdua berasal dari keluarga yang kejam dan tidak manusiawi, pasalnya kami sudah di latih menjadi pembunuh sejak kecil.!".


Setelah percakapan itu mereka pun saling kenal, dan 90 menit kemudian mereka berdua pergi dari sana.


Di lain tempat polisi sedang memeriksa tempat di mana Aris dan kedua gadis kembar itu bertarung semalam, di karnakan di sana terdapat banyak darah yang bercucuran, dan di kira baru terjadi aksi pembunuhan yang mayatnya di bawa oleh si pembunuh.


Yang mengatasi kasus itu adalah detektif Riswan, dia adalah detektif kasus pembunuhan yang terkenal dan sudah mengungkap lebih dari 5 kasus selama 15 tahun.


Detektif Riswan menyimpulkan bahwa kejadian yang terjadi di tempat itu bukanlah pembunuhan melainkan perkelahian, karna iya berpikir bahwa bagaimana bisa si pembunuh membawa mayat korbannya tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.


Lalu iya pun meminta tim penyelidik untuk memeriksa tempat itu dan mencari sebuah petunjuk atau sidik jari di tempat tersebut.

__ADS_1


Kembali kepada Aris


Saat iya keluar apartemen untuk berkeliling iya melihat beberapa mobil polisi dan wartaman sedang terpakir di pinggir jalan, dan saat iya menghampirinya ternyata polisi dan wartaman sedang berada di tempat dimana iya bertarung dengan Dina, dan Dinda semalam.


Iya pun seketika gelisah seperti orang yang menahan buang air kecil selama satu jam, Aris cepat-cepat pergi dari tempat itu dan berpikir bagai, bagai mana jika polisi mengetahui identitasnya yang sebenarnya.


Lalu Aris pergi ke tempat om Bonco dan memberitahunya apa yang terjadi kemarin malam, lalu om Bonco terkejut mendengar nama Dinda, dan Dina om Bonco pun menjelaskan apa yang dia ketahui tentang Dina, dan Dinda, di bilang.


"Dina, dan Dinda adalah pembunuh yang di juluki Youngblood karna mereka erdua bersaudara...... mereka terlahir di keluarga pembunuh yang menepati posisi ke dua di Brother, dan kabarnya mereka tidak bisa di kalahkan." ucap om Bonco, Aris pun berbicara "Tetapi aku berhasil mengalah kan mereka berdua sekaligus, itu sangat mudah bagi ku..!", "Kabarnya mereka berdua akan menurut kepada siapa saja yang mengalahkan mereka, dan jika itu kau....... kau bisa saja meminta posisi sepesial di Brother" ucap om Bonco.


Aris pun berpikir jika iya meminta posisi di Brother, iya bisa denan leluasa untuk menyuruh anak buahnya untuk menemukan orang yang membunuh orang tuanya, namu iya juga berpikir bagai mana jika dia meminta kepada mereka untuk membuat sebuah tim, yang bisa menandingi Brother.


"Aku dengar juka kalian di kalah kan kalian akan menuruti apa yang aku mint bukan?", tanya Aris kepada mereka, "Yah kau benar, memangnya apa yang kau inginkan?." tanya mereka, Aris menjawab "Aku ingin kita membuat kelompok pembunub yang dapat menyaingin Brother.!".


Mereka terkejut dengan permintaan yang Aris ajukan, dan mereka pun menyetujuinya.


Di tempat lain detektif Riswan masih menyelidiki kasus tersebut, lalu iya di hibungi tim penyelidik bahwa mereka mendapat sebuah sidik jari, Riswan pun langsung meminta hasil pencarian sidik jari tersebut.

__ADS_1


Dan hasilnya tertuju kepada Aris, Riswan langsung mendatangi alamat rumah orang tua angkat Aris dan bukannya apartemennya, karna di situ hanya tercantung alamat rumah orang tua angkatnya saja.


Saat iya dan beberapa anggota polisi sampai disana, mereka di bukakan pintu oleh Anna lalu Riswan lun dengan seenaknya seperti kucing garong yang mencium bau ikan asin, masuk kedalam rumah tersebut dan lalu menyuruh polisi yang lain menggeledah rumah tersebut.


Anna sempat menegurnya lalu Riswan mejawab, bahwa Aris terlibat dengan kasus pembunuhan, Anna pun langsung terdiam dan berpikir bagai mana Aris bisa katahuan karna jika Aris melakukan misinya iya pasti profesional dan tidak pernah meninggalkan jejak sedikitpun.


mengapa Anna tahu tenang pejerjaan Aris karna iya mengetahuinya di EPS 3.


Ridwan pun mengajukan beberapa pertanyaan kepada Anna, dia bertanya; dimana sekarang Aris tinggal, dan apa pekerjaannya. Anna tidak menjawab kedua pertanyaan itu dan memilih diam, Ridwan pun mengajukan pertannyaan nya lagi tetapi tetap tidak di jawab oleh Anna.


Di tempat Aris


Iya sekarang sedang berkumpul dengan youngblood dan sedang mendiskusikan tentang siapa saja anggota kelompok baru mereka, dan apa nama yang akan di berikan kepada kelompok mereka.


Youngblood mengajukan seorang pembunuh Brother yang di hiyanati dan sekarang bekerja sebagai kuli bangunan, tetapi kemampuannya sangat hebat, sedang kan Aris mengajukan om Bonco, saudarnya Bonce, dan Anung ( adisten om Bonco).


mereka berdua lalu menyetujuinya dan Aris pun terpikirkan sebuah nama untuk kelompoknya yaitu; Zodiak. youngblood menyetujui nama itu dan mereka pun mulai menyebarkan informasi bahwa merek membutuhkan anggota di kelompok baru mereka.

__ADS_1


Sedangkan detektif Ridwan menemukan suatu klu di kamar lama Aris yaitu, klu yang mengantar mereka ke tempat om Bonco, dan Ridwan yang lainnya pu bergegas pergi ke sana, sedangkan Aris juga sedang menuju rumah om Bonco........!


__ADS_2