
"Ruang yang penuh air , hanya hati yang dapat merasa kan nya tidak perlu mengungkapkan nya melalui bahasa"
***
"Reyna Agrhine.. wajah mu sangat dekat dengan ku"ucap Duke menatap mata reyna
Reyna sontak tersentak dan melepaskan genggaman tangan nya di kera duke
dan berusaha untuk pergi.
"sial...kenapa mata ku Menjadi terpesona.."ucap Reyna dalam batinnya
tak..tak..tak.
.
ketika reyna mencoba pergi ,Duke Agrhine mengerutkan keningnya dan menggertakan bibirnya,dia berdiri dan Memegang tangan reyna,Sontak reyna terkejut dan Duke Agrhine melemparkan tubuh reyna yang kecil dan langsing itu di meja kecil ruang kaca dengan lembut.
tangan reyna yang tertimpa Duke Agrhine,Kaki Reyna yang diangkat Dan Wajah Duke Agrhine yang sangat dekat dengan wajah reyna, Bahkan bibir dingin dan lembut reyna Hampir saja bersentuhan
"Duke..lepas kan aku!! bagaimana jika ada pelayan melihat!!"ucap Reyna dengan marah dan dingin
__ADS_1
Duke itu menatap Reyna dan menyeringai"itu tidak mungkin..karena aku Sudah mengatakan kepada pelayan untuk tidak menganggu kita."ucap Duke
"apa!? apa apaan..apa yang dia maksud definisi tidak menggangu kita...!!!"ucap reyna dalam batin
dia terkejut bahwa dia menunjukkan ekspresi wajahnya.. dengan cepat reyna mengubah wajah nya ,dan menoleh.
"Xavier!! Lepas kan aku!!"ucap Reyna dengan teriak.
Duke tersentak dan senyum ketus"kenapa?apakah kau tidak menyukai sentuhan ku?"tanya duke
"diam!! "teriak Reyna.
karena kesal Reyna Dengan cepat Selena Mengubah situasi nya dengan sekilas,Reyna menarik kera Duke dengan cepat, Bahkan Duke Agrhine tidak punya waktu bereaksi,reyna Mengulurkan tangannya di leher duel dan mencium Bibir menggoda milik Reyna
[please Don't think negative🙏]
mata Xavier tenggelam melihat mata milik Reyna yang lembut dan Tajam,Duke xavier membalas godaan Reyna dan melakukan gerakan intim,Detak jantung mereka saling terdengar masing masing dan Suasana menjadi panas,Baik didalam mau di luar.
"istriku.. apakah kau mencoba menggoda ku"ucap reyna
dengan sontak Reyna mengubah situasi nya dan mendorong kebawah "heh.. apakah kita tidak ingin berpindah ke ruangan lain."ucap reyna berbisik.
__ADS_1
"a-apa!!..hei..apa yang-"ucap Duke dengan gugup.
"Cup."
sebuah ciuman kening diberi kan kepada Xavier dan berkata "apakah kamu cemburu?apa yang kamu lihat kemarin itu hanya kesalahpahaman."Ucap Reyna
"kesalahpahaman?apakah kau yakin?"ucap Duke.
"benar..Pria itu mengingat kan ku akan Seseorang saja."ucap Reyna.
sontak saja Duke teringat sesuatu saat di ruang melukis,dia mengepalkan tangannya dan Reyna berkata lagi"ngomong ngomong.. bagaimana kita berpindah ke ruangan lain saja ."ucap Reyna
"a-apa!!..hei..aku belum siap..dan ini masih pagi."ucap duke dengan wajah yang memerah.
reyna tertegun dan tertawa"he..Duke.
yang ingin saya katakan adalah..kenapa kita tidak pindah keruangan lain untuk berbicara...angin di sini sangat dingin...atau...Duke apakah kau memikirkan hal lain."ucap reyna menatap Xavier dan tangan Reyna mengangkat dagu milik Xavier
Mendengar itu Duke Sangat malu dan memerah ,dia juga dipenuhi dengan amarah dengan sontak dia mendorong reyna dengan pelan dan merapikan rambutnya dan pakaian nya"istri ku..jika kau melakukan hal seperti ini lagi aku tidak akan mengampuni mu..!!"ucap xavier dengan tajam dan pergi meninggalkan reyna
.
__ADS_1