The Bad Ending For The Cruel Mother...!!

The Bad Ending For The Cruel Mother...!!
chapter 41


__ADS_3

saat saat duke mengatakan itu,mata sedih, seduh, kelelahan semua nya terlihat.


sang Duke menyentuh rambut nya dan menopang kepala nya dan memegang kertas di tangan nya.


Putra nya yang melihat itu sangat sedih, tidak.. dia sadar bahwa kesedihan nya lebih besar dari kesedihan sang ayah.


"ayah.. hari ini kaisar meminta ku untuk datang ke rapat dua hari lagi."ujar nya.


Xavier kaget dah tertawa kecil."bukan nya kau bisa mewakili rapat nya."ujar sang Duke.


putra nya menggertakan bibir nya dan menghampiri meja nya."apa ayah gila!?!! apa ayah tahu ada beberapa banyak rumor tentang ayah!?! rumor bahwa kediaman Duke sudah hancur!!. sampai kapan ayah menutup telinga dan mata!!."Carlos berkata sambil menarik kera baju ayah nya yang berantakan.


dia sadar bahwa apa yang dilakukan sudah keterlaluan, tetapi di satu sisi dia juga berpikir;ini lah yang harus aku lakukan sebagai seorang penerus archeduke. meskipun begitu dia masih menatap ayah nya dengan tajam dan berbalik."jika begini kediaman akan hancur."ujar nya.


Carlos pergi sambil menutup pintu ruangan sang ayah.


dibalik pintu Duke gemetaran dan menggenggam kuat kertas aneh itu."tatapan nya sangat mirip dengan nya."gumam nya.


...........


setelah perbincangan mereka,Carlos pergi dengan tergesa gesa.


tiba tiba dia berhenti sambil melihat koridor yang seolah olah tidak ada ujung nya.

__ADS_1


dulu kediaman ini, sangat ramai.


meskipun ada pertengkaran kecil, tetapi terasa hangat.


di sepanjang koridor, banyak para pelayan yang sibuk bekerja.


di seluruh kediaman dipenuhi oleh hiasan.


tawa kecil.


dulu,jika ayah tidak bekerja,ia secepatnya untuk bergabung dengan kami.


Carlos tersenyum pahit dan menggertakan bibir nya,dia melanjutkan langkah nya dengan cepat Sambil menundukkan kepalanya dan Berpikir."semua nya seolah olah terjadi baru kemarin."


"kemana aysel?."gumam nya.


aysel, selama kematian ibu dia menjadi anak yang dingin.


setahun setelah kematian ibu,dia berusaha belajar berpedang.


belajar beberapa sihir dasar dan cukup untuk melindungi diri nya sendiri.


setiap hari, selama sepuluh tahun terakhir dia tidak dapat tidur tenang, mengingat bahwa dia yang menyaksikan saat ibu bunuh diri.

__ADS_1


bunuh diri? sebuah kata yang bahkan bibir ku tidak dapat mengucapkan nya.


clack!!


"aysel? ternyata kau ada di sini?."ujar Carlos yang membuka pintu kamar dengan tiba tiba sambil memasang ekspresi wajah yang khawatir.


apa karena cuacanya yang gelap, dia melihat aysel tersenyum dingin.


"kakak?jika kau membuka pintu seperti itu aku khawatir."ujar aysel.


seorang anak yang tidak jauh berbeda dengan kakak nya, memiliki paras yang cantik dan mengesankan.


rambut yang mirip dengan ibu nya dan mata merah yang tajam.


"kau lebih membuat kakak mu ini khawatir, kenapa kau berada di kamar ibu?."


aysel menyentuh jendela kamar dan samar samar tersenyum pahit."aku hanya merindukan ibu, kehangatan ibu dan keberadaan nya."ujar nya


tiba tiba aysel berhenti dan kemudian melanjutkan kalimatnya.


"apakah kakak tidak ingat?saat kita mengejek ibu dan ayah karena mereka tidak akur?saat itu kita di ruang kaca..ibu dan ayah mengejar kita,rasa nya kita seolah-olah bukan dari keluarga duke yang bergengsi melainkan seperti keluarga yang harmonis dan hangat."ujar nya sambil meneteskan air mata.


aysel menghela nafas nya dan berjalan menghampiri adik nya itu."aysel..kita semua merindukan ibu,namun..jika kau seperti ini..beban di hati mu akan berat."ucap nya sambil menepuk pundak adik nya.

__ADS_1


"kakak...."


__ADS_2