THE BAR-BAR QUEN

THE BAR-BAR QUEN
BAB 2


__ADS_3

"Ratu!bangun lah,sudah dua hari anda tidak sadar hiks"Niu-gadis muda yang menjadi dayang pribadi ratu Jia-Li,menggoyangkan tubuh Lian sambil terisak.


Lian yang sadar tubuh nya di goyang-goyangkan pelang mengendus"ish,mama bentar dulu Lian masih ngantuk"ucap Lian yang masih memejamkan matanya.


Niu menatap dayang yang ain dengan pandangan heran sekaligus lega,karena sang Ratu mereka sudah sadar.Setelah insiden dimana Ratu tertabrak kereta kuda hingga tak sadarkan diri hingga membuat mereka,para dayang pribadi sang Ratu sangat khawatir.


"Syukurlah,terima kasih ya Dewa"Niu dan dayang lain berucap lega


Nuan-ibu dari Niu dan merupakan kepala dayang Ratu Lia-Li,mengambil posisi yang tadi di tempati Niu.Nuan sangat lega saat mendengar suara dengkuran suara Ratunya yang tidak sadarkan diri selama dua hari karena terbakrab kereta kuda tempo lalu.


"Ratu,buka matalah"Nuan menggoyangkan tubuhnya dengan pelan


Lian hanya mengeliat"Mama Ish,sedikit lagi.Lian masih ngantuk nih,semalam Lian mimpi dikajar zombie"kata Lian yang belum sadar.


Bahkan,gadis itu hanya merubah posisinya membelakangi para


Nuat mengernyit "Ratu,apa yang anda katakan?"tanya Nuan binggung


Lian berdecak dan hendak bersuara lagi.Tapi tunggu?itu bukan suara mamanya.dan apa yang mereka bilang tadi Ratu?.Lian membuka matanya lalu mengerja,jangan bilang ini bukan mimpi?


Tubuh Lian seketika merunding,Lian menutup mata dan membalikan badan nya pelan-pelan untuk memastikan apa ini mimpi atau bukan.Setelah tubuhnya sudah berbalik,Lian perlahan membuka kelopak matanya.


*Satu detik....


Dua detik....


Tiga detik....


Empat detik*.....


"HUUAA!MAMA TOLONG LIAN ADA ZOMBIE"


Lian yang super duper terkejut langsung bangun dan merangkat mundur kebelakang,karena terkejut.Matanya hampir keluar saat melihat wajah para dayang yang ia katakan seperti zombie.Heran,padahal wajah mereka sangat mulus dan tidak ada bercak darah seperti zombie biasanya.Lian memang berlebihan.


"Ratu anda kenapa?"Tanya Nuan khawatir dan hendak menyentuh tubuh Lian


Lian mundur dan kembali merangkak mundur.hingga tak sadar jika ia sudah di ujung ranjang.Mungkin jika ia mundur sedikit lagi.Mungkin Ja


Brukk


"YA,DEWA!RATU JIA"


Lian meringgis merasakan nyeri di punggung nya.Sial!Lian jatuh dengan tidak aestetic-nya .Punggung sampai kepala terjatuh di lantai,sedangkan kakinya masih menyangkut di ranjang.Kasihan sekali kau Lian.


Nuan menghampiri sang ratu karena Khawatir,begitupun dengan Niu dan para dayang lain nya.


"Ratu apa kau baik-baik saja"Tanya mereka khawatir


Lian mencibir di sela ringgisan-nya


"Pertanyaan tidak bermutu;"Lian mengendus.Sudah di lihat jatuhmya begini pasti sakit,malah ditanya'Apa kau baik-baik saja'?' Heran.


Nuan menatap para dayang yang lain nya."Ayo bantu Ratu" Mereka mengangguk


Lian menatap mereka dengan horor dan menggeleng cepat.Seolah berkata'jangan mendekatiku"Namun,mereka tidak paham dengan maksud Lian dan terus mendekati tubuh Ratu Jia Li yang ada Jiwa Lian di dalamnya.


"Jangan mendekatiku"tengas lian menunjuk mereka.Lian menarik kakinya dan berdiri dengan pelan-pelan karena punggung nya masih sakit.Telunjuknya masih mengarah pada para dayang,membuat para dayang khawatir sekaligus heran.


"Ada apa Ratu"Nuan sangat khawatir karena tidak biasanya Ratu bertingkah seperti ini


"Ratu anda kenapa?hiks-- jangan membuat kami takut hiks"Lagi-lagi Niu menangis,dia khawatir dan heran dengan sikap ratunya seperti ini.


Lian menelan Salivanya saat melihat para dayang mulai mendekatinya lagi.Lian bisa melihat wajah mereka Yang Khawatir dari semuanya.Tapi lian masih harus terus waspada,takut jika itu hanya debagai topenv dan ternyata mereka adalah orang jahat


"Ratu ada apa dengan mu?"Tanya Nuan

__ADS_1


Lian menggeleng dan langsung melompat ke atas ranjang saat Nuan hendak menyentuhnya.Para dayang terkejut,tidak!sangat sangat terkejut,dengan pergerakan tiba-tiba Lian


"Ratu....."mereka mendekati Lian dan iu membuat Lian tambah takut.


"Huaaaa!jangan mendekatiku!"tegas Lian sekali lagi.


Lian menggit bibirnyabawahnya karena takut,bayangan tentang zombie dan kanibal berputar di otaknya.Liam takut jika mereka akan memakannya.


Nuan menghela nafas dan menoleh ke salah satu dayamg."Cepat panggilkan tabib,dan kabari pada Ibu Suri jika Ratu sudah sadar."Pelayan iti mengangguk dan berlalu pergi menjalankanperintah Nuan


Lian menatap mereka semua"Siapa kalian? Dan mengapa kalian menyenutku dengan kata'Ratu'?"tanya Lian


Nuan dan para dayang bersujud di lantai,membuat Liam yang berdiri di atas ranjang menatap mereka heran"Kami adalah Dayang peribadi mu Ratu"Kata mereka


Dayang?


Ratu?


Ini bulan syuting berlatar kerajaam kan?


Lian terkejut,"Ratu? Dayang? Hahaha!"Lian tertawa terbahak-bahak membuat lara dayang saling lempar pandang.


"Mengapa sifat Fatu membinggungkan"Pikir Nuan


Lian menghela nafas dan mengelap ujung matanya yang sedikit berair.Gadis itu menatap mereka sambil bersedekap dada. "Bangunlah,kalian salah oramg.Namaku Ji Lian,dan aku jikan Ratu kalian! Lagi pula aku ini masih anak seka yansudaj kelas dua belas,jadi aku belum menikah,apalavi menikah dengan seorang Raja."ujar Lian dengan mencibir di akhirnya.


Nuan menatap heran.seketika ia berpikir jika Ratu-nya ini sedang kerasukan Roh jahat.Nuat menatap para dayang. "Pegang Ratu sekarang sampai tabib datang!aku merasa Ratu kerasukan Roh jahat" Nuan memerintah,membuat para dayang mengangguk patuh.


Lian yang mendengar itu menatap tak suka "Kalian pikir aku kerasukan Mohana si Roh Jahat yang ada di serial ANTV" Lian memutar bola matanya malas


Para dayang tidak mengerti dengan ucapan sang Ratu.Mereka ingin bertanya,namun mereka urungkan karena takut jika Ratu benar kerasukan roh jahat.Mereka langsung mengambil posisiuntuk mengepung Lian,dan Lian menyadari itu.Lian mulai waspada menatap tajam para dayang yang sudah berdiri di setiap sisi ranjang.


Nuan menatap para dayang seolah tengah memberi kode.Mereka mengngguk paham,Lian menyadari tingkah mereka membuat ia menyeringai tipis.Ingin menangkap ku ya? Hahaha,tidak akan bisa!Lian mulai memasak kuda-kuda,otak cerdasnya sekarang tengah berfungdj untuk lari.Lagi pula ia sudah terbiasa terjebak di situsi seperi ini


Mereka terkejut,Ratu Kekaisaran Lu yang terkenal lemah dan anggun.Dan aksi tadi,membuat mereka terkejut setengah mati.Nuan langsung tersadar dari keterlejutannya,ia menatap pada dayang agar kembali memeganvi kembali Ratu Jia-Li.Pemikiranya mengenai Eatu kerasukan semakin masuk Akal


Lian yang melihat mereka yang hendap mengejarnua lagi,langsung berdiri dan berlafi ke arah pingu keluar yang tertutup.Saat ingin membumanya,Lian kalah cepat karena pintu itu sudah di buka duluan,ah tidak!Lebih tepatnya di dobrak keras hingga membuat Lian yang ada di baliknya menjadi sasaran empuk pintu kayu tebal itu


*Brakk!


Akh*!


"Yang Mulia Ratu!"


"Ya Dewa!Menantuku!"


Lian memegang pelipisnya yang sekarang kembali berdarah.'Hahaha,untuk yang ke tiga kalinya,kepala ku menjadi sasarannya.sepertinya aku akan hilang ingatan.Baiklah!,bye semuanya,ini sangat sakit'


♡♡♡♡♡♡


"Sshhh...."Lian berdesis dan memegang kepalanya yang terasa sakit.Kelopak.matamya perlah terbuka,ia mengerjap pelan,berusaha menormalkan penglihatan nya.


"Syukurlah,kau suxah sadar"


Lian menoleh dan.mendapatu wanita paruh baya menarapnya khawatir.Lian menatal lekat wanita paruh baya itu dari atas sampai bawah.Sangay cantik,dan pakainnya terlihat berbeda dengan para wanita yang ia lihat sebelumnya.Hanfu wanita ini terlihat lebih mewah,sepergi hanfu untuk kalangan bangsawan


"Bagaimana keadaan-mu,menantuku?"tanya Xia He-Ibu Suri kerajaan Liu


Menantuku?


Mendengar itu?sontak membuat Lian langsung bangun,namun ia meringis karena kepalanya terasa sangat sakit.Xia langsung memegang pundak Lian dan.menahannya untuk tidak bangun lagi.Sedangkan para dayang langsung ambil posisi mengelilingi ranjang,waspada jika akan lari lagi.


"Jangan banyak bergerak dulu,menantuku" Xia He menatap teduh ke arah Lian."Maafkan ibunda karena membuatmu jadi seperti ini,"ujarnya dengan nada bersalah


Lian menatap binggung dan kembali bangun,Xia He yang melihat itu langsunv membantu Lian untuk duduk dan bersandat di kepala ranjang.Lian menatap mereka semua heran.Tadi Ratu? dan sekarang menantuku?Sebenarnya apa yang terjadi?

__ADS_1


"Kalian siapa?"tanya Lian membuat Xia He terkejut.Xia He langsung menatap Nuan meminta penjelasaan


Nuan yang melihat itu langsunv menunduk hormat."Menjawab yang Mulian Inu suri.Sedari sadar dua hafi yang lalu,Ratu jia bertingkah anahe,tidak tidak mengenalinya sendiri


Xia He menoleh kearah Lian atau lebih tepatnya ke tubuh Ratu Jia-Li."Apa kau tidak mengenaliky"Tanya Xia He


Lian menggeleng


Xia He merasa sedih mendengarnya.Wanita itu menoleh pada pria tua berjenggot panjanh yang sudah berwarna putih"Tabib Yong,tolong periksa keadaan menantuku"


Ujarnya


Tabib Yong mengangguk dan berjalan menuju Lian.Tabib Yongemegamg pergelangan tangan Lian untuk mengecek keadaannya dan itu membuat Lian terkejut dan sontak menarik tangannya.


"Heu!Mengala kau menyentuhku!"tykang Lian


Tabib Yonh tersenyum tipis"Hamba hanya ingin memeriksa keadaan Anda Ratu"Lian menatap datar dan mengarahkan tangannya


Tabib Yong kembali tersenyum dan memeriksa keadaan Lian.Setelah selesai Tabib Yonv menatap Xia He


"Keadaan Ratu baik-baik saja.Hanya saja menurut pendapat ku,sepertinya Ratu Hilang ingatan karena benturaan saat di sungai,di tambah dua hari yang lalu Ratu terbabrak kereta kuda dan tadi kepalanya juga terbentur pintu.Kemungkinan besar,Ratu kehilangan semua memorinya,bukan hanya pada sekitar,tapi pada dirinya sendiri"Tabib Yong menjelaskan mengenai pendapatnya,apalagi tadi Nuam sudah menceritakantentang perilaku Ratu yang mengherankan


Xia He terkejut mendengarnya,ia menoleh ke arah menantunya dan langsung memeluknya.Lian tersentak,bekym paham dengan keadaan sekarang.


"Ibunda akan membuat mu kembali mengingatnya"Xia He melepaskan pelukannya dan menatap sayang ke arah Lian


Lian berdehem pelan.Apa ua bertanya saja?Dari pada binggung sendiri


"Jadi siapa aku sebenarnya?"tanya Lianpada mereka.Sepertinya Lian mulai menyadari keadaan sekarang Apalagi saat mekihat wajah sereta saat bercermin.Kemungkinan besar,Lian berinkernasi seperti novel-novel yang pernah ia baca,tapi belum tentu juga jadj lebih baik mendengar menjelasan mereka saja


Xia he tersenyum"Kau adalah seorang Ratu Jia-Li,Istri dari kaisar Liu fengyin di kekaisaran Liu"


Lian terkejut"Aku seorang ratu?"tanya Lian


Mereka mengangguk dan tersenyum


Lian beranjak dari kasurnya dan menangkup wajahnya di cermin,Lian menatap lekat wajah ini dari pantulan cermin.'Wow aku tidak menyangka akan berinkernasi seperti Jong Bong Hwan'pekik Lian dalam hati


Xia He tersenyum dan menghampiri Lian yang ada di hadapan cermin.


"Dan aku adalah Xia He,Ibu suri kekaisaran Liu dan juga ibu mertuamu"ujar Xia He membuat Lian menoleh


"Jadi aku sudah menikah?"tanya Lian tidak menyangka.Astaga,umur 17 tahun tapi sudah menikah


Mereka mengaguk lagi


"Berapa umurku sekarang?"tanya Lian


Nuan membungkuk Hormat pada Lian "Umur anda dua puluh tiga tahun Yang Mulia Ratu"


Wow,ternyata aku sudah dewasa Hohoho


Xia He tersenyum"Kau boleh bertanya pada Nuan Dan Niu mengenai apapun,mereka adalah dayang pribadi mu" Lian menatap mereka dan mereka tersenyum ke aranya.


"Baiklah"


Xia He menepuk pundah Lian pelan "Aku harus pergi sebentar,ada yang harus aku kerjakan"Kata Xia He "Nanti aku akan menemuimu"


Lian mengangguk.Selepas kepergian Xia He,Lian menatap sekitar dengan wajah sumringah nya Lian tidak pernah menyangka akan berinkernasi seperti novel-novel yang di bacanya


Para dayang ikut tersenyum melihat Ratu mereka tersenyum bahagia.karena bagi mereka senyum Ratu sanga indah,dan baru kali ini mereka melihat ratunya tersenyum selebar ini.Karena selama ini,Ratu tipikal wanita pendiam dan pemalu


Lian merentangankan kedua tangannya dan berputar"Yeeyyy,Aku jadi seorang Ratu"


TBC

__ADS_1


__ADS_2