THE BAR-BAR QUEN

THE BAR-BAR QUEN
BAB 4


__ADS_3

"Kaisar dan Selir Lien akan mengunjungimu Yang Mulia Ratu"


Jia-Li yang sedang rebahan di ranjang menoleh pada Nuan.Wanita itu memiringkan tubuhnya dan menympu kepalanya dengan telapak tangan.Matanya menyorot malas menatap Nuan


"Mau apa mereka kemari? Ingin mendapatkan amukan ku?" tanya Jia-Li malas


Nuan menunduk."Hamba tidak tahu yang mulia"ujar Nuan.


Jia-Li berdecak dan merubah posisinya jadi duduk.kakinya ia biarkan menggantung di sisi ranjang.Mendengar dua iblis yang akan mengunjungi dirinya membuat Jia-Li menjadi malas sekaligus penasaran.Ah,ingatkan Jia-Li ya,walau pun wajah kausar itu tampan,ia tidak boleh tergoda.Ingat! Mereka musuh.


"Yang Mulia Kaisar dan Selir Agung menasuki ruangan"


Mendengar seruan itu membuat tubuh Jia-Li langsung ambruk ke kasur dengan tangan yang ia rentangkan.Sungguh malas melihat mereka,Padahal hari ini Jia-Li ingin bersenang-senang,eg malah kedatanan tamu tak di undang.


"Salam Yang Mulia Kaisar dan Selir Agung" Nuan dan para dayang memberi salam pada Fengyin dan Lien.Niu mendekati ranjang dan menggoyangkan pelan tubuh Ratunta agar bangun


"Ratu,bangunlah." ujar Niu hanya di balas tatapab malas oleh Jia-Li


Menghela napas,Jia-Li mengangkat sebelah kakinya ke atas dan langsung menghentakan kakinya ke atas lantai,hinga membuat tubuhnya langsung berdiri.Lagi dan lagi,para dayang hanya bisa melongo melihat Jia-Li


Jia-Li bersedekap dada dan menatap malas ke arah dua iblis itu yang ia yakini kaisar-- Fengyin dan Selir Agung--Loen.Yah,walaupun sekarang Jia-Li tengah menahan diri untuk tidak tergoda dengan wajah tampan pria itu.Jia-Li harus menguasai dirinya,ia selalu mengingatkan jika pria itu kuduhnya.


"Mau apa kalian kemari?" tanya Ji-Li ketus


Selir Lien terkejut dan tersinggung dengan ucapan ketus Jia-Li.Dia maju mendekati Jia-Li dengan tatapan tajam.Fengyin tudak menahan Selir Lien yang ia yakini akan memarahi sikap Jia-Li sekarang.Karena menurutnya,ini adalah kejadian langka yang patut untuk ia lihat.Fengyin sudah mendengar kabar jika Jia-Li hilang ingatan dan sikapnya berubah drastis.


"Kau sungguh tidak sopan Jia'er"ujar Selor Lien tajam.Jia-Li mengangkat sebelah alisnya dan tersenyum miring.Kalau di lihat-lihat,Selir Lien jmasih sangat muda,mungkin umurnya baru menginjak dua puluh tahun


"Begitu sikap mu jika menghadap Yang Mulia kaisar?" geram Lien.Lien tentu terkejut dengan sikap Jia-Li sekarang karena berani mengangkat dagu menatapnya.Padahal dulu,jika berhadapan dengannya Jia-Li selalu menunduk---tidak berani menatapnya.


Jia-Li menatap sekitar ke arah Fengyin yang tengah menatap datar dirinya.Jia-Li berdecih dan menatap Alien--ekhem maksudnya selir Lien datar.


"Begitu juga sikap mu menghadap pada Ratu dan orang yang lebih dewasa darimu?Cih sungguh tidak sopan!" Balas jia-li tajam "Ingat batasanmu!kedudukanku lebih tinggi darimu! Aku seorang Ratu sedangkan kau hanya seorang Selir!" lanjut Jia-Li menekan Kata Selir.Membuat semua yang mendengar terkejut.


Bahkan,Fengyin tersedak ludaknya sendiri. Sedangkan Selir Lien sudah mengepalkan tangannya.Jia-Li sudah berani terhadapnya,Lien tidak akan membiarkannya.


"Kau---"geram Selir Lien menunjuk Jia-Li


Jia-Li tak kalah balik menagap tajam Selir Alien itu,dan menyentak kasar tangannya.


"Apa?!"balas Jia-Li tidak kalah sengit

__ADS_1


Fengyin hanya diam dengan ke dua tangan yang ia letakan di belakang.Pertunjukan di hadapannya sangat menarik.Fengyin langsung berpikir,jika benturan keras di kepala Jia-Li membuat ia bersikap seberani ini.


Selir Lien tersulut emosinya,ia mengangkat sebelah tangannya dan memusatkan pikirannya untuk mengeluarkan elemen angin miliknya.Jia-Li yang melihat itu,menjadi waspada.Dia belum mempunyai kekuatan atau lebih tepatnya kekuataannya belum muncul dan Jia Lia yakin,kalau sekarang di akan kalah.


"Ah,mengapa harus pakai kekuatan sih,aku kan belum mempunyainya! Ck! Kekuataanku sekarang hanya bisa adu bac*t" batin Jia-Li kesal


Jia-Li menelan salivanya dan menatap Fengyin--melihat respon dari kaisar itu,Jia-Li berdecak dengan tatapan datar.Ah,Jia-Li lupa,kalau fengyin memang tidan menghiraukan dirinya,mau Jia-Li dalam bahaya apapun fengyin tidak akan menolongnya.


"Walaupun kau tampan,aku tidak akan tergoda! Cih,mulai dari sekarang aku menaruh dendam padamu kaisar sialan!aku akan membalasmu lisat saja!" geram Jia-Li dalam hati


Selir Lien tersenyum sinis melihat Jia-Li yang sudah gelisah."Walaupun kedudukanmu lebih tinggi dariku,tetapi kau bukan apa-apa.Karena kau lemah dan tidak bisa melawanku.Aku selir Agung Lien-Hua,selir termuda di kekaisaran ini lebih kuat dari mu!" kata Selir Lien membanggakan diri


Jia-Li berdecak pelan.Selir Alien ini tidak tahu saja,jika jiwa yang ada di tubuh Jia-Li yang paling muda,karena masih berusia delapan belas tahun


Para dayang mulai khawati,apalagi melihat pusaran angin yang ada di telapak tangan Selir Lien.Mereka berharap Jia-Li---Sang Ratu baik-baik saja.Selir Lien menyeringai membuat Jia-Li gelagapan.Detik berikiutnya,pusaran angin itu menghantam tubuh Jia-Li para dayang berteriak tertahan melihat kejadian itu


Jia-Li sudah memejamkan matanya,pasrah dengan serangan angin dari selir Alien itu.Jia-Li yakin pasti tubuhnya akan tertabrak dinding.Tapi tunggu? Kok tidak berasa apa-apa ya? Yang Jia-Li rasakan skarang sepeti ada yang melingkar di tubuhnya. Perlahan,Jia-Li membuka matanya dan melihat apa yang melikar di tubuhnya,sulur tumbuhan


"Beraninya kau menyerang Kakak Ipar ku!" Geram pangeran Huanran pada Selir lien


Untuk pangeran Huanran cepat tiba,jika lambat sedetik saja mungkin tulang Jia-Li sudah retak semua.Selir Lien terdiam di tempat melihat wajah emosi pengeran Huanran.Selir kedua---Mayleen yang tiba bersama Huanran langsung menghampiri Jia-Li yang sudah kebinggungan di pojok dinding


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Selir Mayleen khawatir


Jia-Li menggaruk pelipisnya dan menyengir. Binggung sekaligus *Sho*ck dengan keadaan sekarang.Mayleen yang sudah duduk di sebelah Jia-Li mengusap bahunya--berusaha menenangkan Jia-Li.Mayleen mendeluj taman ke arah Selir Lien.


"Apa kau belum puas mencelakai Yang Mulia Ratu?" tanya Mayleen tajam


Lien diam tidak menjawab.Huan ran mendekati Selir Lien,sebeluk itu ia berhenti di depan Fengyin--kakaknya dan menatapnya murka.Ingin sekali Huanran memukul kepala kakaknya yang gila ini,jika tidak mengingat nyawanya.Huanran berdecak dan melewari fengyin dan mendekati selir Lien.


Plak!


Satu tamparan keras mendarat di pipi mulus Selir Lien,bahkan saking kerasnya tamparan pangeran Huanran,membuat tubuh selir Lien tersungkur ke lantai


"Kau sudah lewat batas Selir Lien!" geram pangeran Huanran


Fengyin hanya diam dan tidal bereaksi apa-apa.Selir Lien menatap tajam pangeran Huanran dengan tangan yang memegang pipinya.


"Mengapa kau membela wanita lemah itu?" tanya Selir Lien tidak suka.


Emosi Huanran kembali terpancing.Prua muda itu berjongkok-mensejajarkan tingginya dengan Selir Lien.Tangannya terangkat mencengkram erat dagu Selir Lien.

__ADS_1


"Wanita yang kau bilang lemah itu adalah Kakak Iparku! Jika kau berani menyakitinya lagi,kau berhadapan denganku!" ancam Huanran


"Aku juga kakak iparmu!" balas Selir Lien,berusaha menahan sakit di dagunya.


Huanran terkekeh kecil dan kembali mendatarkan wajahnya "Aky tida punya Kakak Ipar berhati iblis sepertimu!" tukas Huanran dan menghempaskan wajah selir Lien


Jia-Li berusaha menatap wajah pangeran Huanran yang sedang membelakanginya.


Dari postur tubuhnya,Jia-Li merasa familiar. Huanran berbalik dan menatap Jia-Lu,saat itu juga Jia-Li membulatkan matanya saat meligar wajah pangeran Huanra.


"Sean?"kaget Jia-Li sambill berdiri di hadapan pangeran Huanran.


Semua menatap binggung,begitu juga dengan fengyin yang heran dengan nama yang di sebutkan Jia-Li


Jia-Li langsung memukul bahu Huanran dengan gemas."Kau di sini juga? Hahaha, apa kau ikut melompat dari atas gedung sepertiku?" tanya Jia-Li membuat Huanran menyengrit heran


"Apa yang kau katakam kakak?" tanya Huanran binggung


Jia-Li tertawa dan sedikit menjijit dan mencubit gemas pipi Huanran."Kau ini pura-pura tidak tahu".ujar Jia-Li terkekeh pelan. "Apa kau sengaja ikut melompat agar bisa bersama denganku? Hahaha,Sean,sean."


Jia-Li masih tertawa dan geleng-geleg kepala


Huanran mengagaruk tengkuknya dan menatap para dayag dan juga yag lainnya. Seolah tengah meminta penjelasan.Namun,mereka hanya menggeleng,karena tidak mengerti dengan ucapan Jia-Li


"Kakak,aku tidak mengerti ucapanmu.Namaku Liu Huanran bukan Saen." kata Huanran yang salah mengucapkan nama 'Sean'


Jia-Li berhenti tertawa.Ia menatap pangeran Huanran dengan binggung


"Jadi,kau bukan Sean? Buka pacar lima detik A*ng?" tanha Jia-Li


Huaran menggeleg


Jia-Li mundur selangkah dan megangkat tangan kanannya untuk mengetuk dagu,sedangkan tangan kirinya menjadi penyanga tangan kanan yang terlingkar di depan perut.Ia-Li menatap intens Huanran---Mencerna semuayag terjadi.Pangeran Huanran mengagaruk tengkuknya dan tersenyum kikuk--merasa gugup di tatap seperti itu


Setelah lama mencerna,Jia-Li langsung menepuk jidatnya sendiri dan memasang tampang konyolnya,membuat semua yang di ruangan mengernyit heran


"Bodoh!Aku lupa jika duna ini berbeda" Pekik Jia-Li dengan tampang bodohnya.


..............


TBC

__ADS_1


__ADS_2