THE BAR-BAR QUEN

THE BAR-BAR QUEN
BAB 7


__ADS_3

Fengyin dan Chen--panglimanya,keluar dari halaman istana dengan menunggangi kuda.Fengying memacu kudanya dengan santai,begitu juga dengan Chen yang berada di sebelahnya.


Hari ini,seperti biasanya Fengyin akan mengunjungi pasar di desa dengan chen.saat tiba,Fengyin menghentikan kudanya di ikuti Chen.Matanya menatap seluruh penjuru pasar hingga netranya tertuju pada sosok familiar yang tengah membopong seorang pria.


"Bukankah itu,Ratu?"Chen bersuara saat matanya ikut melihat Jia-Li.


Fengyin menoleh sesaat ke arah Chen,kemudian kembali menatap Jia-Li. "Bagaimana dia bisa keluar tanpa meminta izin dariku?" gumam Fengyin tajam seraya turun dari atas kudanya.


Chen yang melihat itu,ikut turun dan berdiri di sebelah Fengyin."Apa anda akan menghampiri,Ratu?" tanya Chen.


Fengyin menatap Chen tajam."Menurutmu?" Chen terdiam dan menundukan kepalanya.


Di sisi lain,Jia-Li membantu Chyou berjalan menuju salah satu kedai yang ada di pasar. Yuwen pun ikut membantu Jia-Lu,karena Jia-Li tidak sanggup membopong sendiri tubuh Chyou yang lebih besar darinya.


Jia-Li menuntun Chyou untuk duduk di kursi,dan ia ikut duduk di sebelahnya."Apa masih sakit?" tanya Jia-Li menunjuk wajah memar Chyou fengan dagunya.


Chyou menatap Jia-Li datar,"Menurutmu?" tanya Chyou membuat Jia-Li langsung menangkup wajahnya.


"Salahmu mengapa harus menutupi wajahmu dengan kain,dan itu juga balasan mu mengapa harus mencuri"ujar Jia-Li kesal dan melepaskan tangannya dari wajah Chyou


"Ratu,biar hamba saja yang mengobatinya," Niu menawarkan diri,karena tidak enak dengan Jia-Li


Jia-Li menggeleng."Biar aku saja,bagaimanapun dia adalah Pria tampan ke-tiga ku,dan aku harus mengobatinya," tutur Jia-Li


Chyou hanya diam dengan perasaan kesal. Mengapa Ratu satu ini menyebutnya Pria tampan ke tiga? padahal dia punya nama sendiri.


"Ratu,ini yang anda minta tadi," Yuwen menaruh air dingin yang ada di sebuh wadah sedang dan selembar kain di atas meja.


Jia-Li memang memerintahkan Yuwen untuk mengambilnya dari kedai,dan Jia-Li juga sudah mengurus masalah Chyou dengan pemilik kedai yang berangnya di curi tadi. Ternyata,Chyou hanya mencuri satu jubah--- entah untuk apa,dan Jia-Li sudah mengurusnya dengan.membayar jubah yang di ambil Chyou tadi.Jia-Li tidak mau Pria tampannya terjerat masalah.


"Kemarikan wajahmu." Jia-Li menuntun wajah Chyou untuk menghadap ke arahnya.


Tubuh Chyou menengang,prua itu menelan salivanya karena gugup,saat Jia-Li dengan santai tengah mengompres wajahnya dengan kain yang sudah di celupkan di air dingin.Perlakuan Jia-Li tak luput dari kata para rakyat yang tengah mengerumuninya,ada yang menatap Jia-Lu dengan pandangan terpukau karena menurut mereka Jia-Li adalah Ratu yang sangat baik.

__ADS_1


"Sshhh...."Chyou berdesis karena sedikit perih di sudut bibirnya.Tendangan Jia-Li memang sangat kuat saat mengenai wajahnya.


Jia-Li menatap Chyou."Apa perih?" tanya Jia-Lu dan di jawab anggukan kecil dari Chyou.


"Ah,maaf.Kalau begitu aku akan pelan-pelan." Jia-Li kembali mengompres bagian-bagian yang memar di wajah Chyou,sedangkan Chyou tengah menahan debaran jantungnya yang menggila.


Fengyin dan Chyou yang sudah tiba di depan kedai--tepatnya sudah berdiri di belakang kerumunan rakyat itu.Belum ada yang menyadari,hingga Chen yang turun tangan dan menuyuh para wargaitu untuk membuka jalan untuk Fengyin.


"Salab Yang---" Ucapan para warga yang hendak memberi salam,terhneti saat Fengyin mengangkat tangannya--menyuruh untuk diam.


Yuwen dan Niu yang menyadari kehadiran Fenyin langsung mundur dengan kepala menunduk.Sedangkan Jia-Li,gadis itu masih setia mengompres wajah Chyou dan belum menyadari kehadian Fengyin


Fengyin menatap Jia-Li tajam."Siapa yang memberi izin kau keluar dari istana?"


Suara dingindan berat itu membuat pergerakan Jia-Li terhenti.Jia-Li menoleh pelan ke arah Fengyin,dan langsung membulatkan matanya.


"K-kau.."Jia-Lu terkejut pada Fengyin.Bagaimana bisa pria itu ada di sini?


Chyoy yang melihat Fengyin langsung menunduk dan beranjak berdiri di sebelah Yuwen.Tubuhnya mendadak gemetar saat Fengyin menatapna dengan aura membunuh.Tentu Chyou takut,siapa yang tidak takut jika sudah berhadapan dengan Kaoiar kejam seperti Fengyin?


Fengyin fambah menatapnya tajam. "Pulang!" titahnya tidak terbantahkan.


Jia-alu melotot terkejut."Heh,enak saja kau menyuruhku pulang,sedangkan aku belum lama berada di sini,"Jia-Li berkacak pinggang dan menatap tidak suka ke arah Fengyin.


Para warga yang melihat itu tampak terkejut,Jia-Li mencari mati dengan membantah perintah kaisar.


Fengyin mengepelkan tangannya erat "pulang!"titahnya lagi dengan sorot mata yang tajam.


Hia-Li yang memang tidak takut dengan Fengyin dan sudah menyimpan dendam kesumat,jadi dia balas tatapan tajam Fengyin dan itu membuat Fengyin terkejut.


Fengyin tersulut emosi dan langsung menghampiri Jia-Lu.Tanpa aba-aba,Fengyin langsung membopong Jia-Li di bahunya seperti karung beras.Jia-Lu terpekik kaget dan memukul punggung lebar Jia-Li.


"Hai bodoh!Turunkan aku!" ujar Jia-Li yang tidak di gubris oleh Fengyin.

__ADS_1


Jia-Li menatap Yuwen ,Chyou dan Niu-- seolah tengah meminta pertolongan.Namun mereka hanya menggeleng pelan karena tidak bisa berbuat apa-apa,dan itu membuat Jia-Lu menjadi kesal


Fengyin menurunkan jia-Li saa tiba di sebelah kudanya.Jia-Li yang melihat itu,langsung mengambil kesempatan untuk kabur saar melihat Fengyin yang tengah Naik ke atas kudanya.Namun,baru lima langkah Jia-Li terpekik saat Fengyin menarik rambutnya.


"Kau pikir,kau bisa lepas dariku,hmm?" Fengyin bertanya datad dan menarik rambut Jia-Li agar tubuh gadis itu mendekat ke arahnya.


Jia-Li menatap Fengyin tajam,dengan tangan pria itu yang masuh memegang rambutnya.Kasar memang,seharusya yag di tarik tanggannya ke,atau pegang bahu,eh Fengyin malah menahannya di rambut.


"Lepaskan rambutku!"Sentak Jia-Li.


Fengyin mengangkat sebelah alisnya dan melepaskan tangannya di rambut Jia-Li "Naik!"tirah Fengyin pada Jia-Li.


Jia-Li menatap tajam Fengyin dengan rangan yang mengusap-usap kepalanya."Kau menyuruhku naik di mana?" tanya jia-Li


Fengyin berdecak dan menunjuk tempat di hadapannya dengan dagu,dan itu membuat Nia-Li membulatkan matanya.


"Kay menuruhku duduk di depanmu? Ah,sorry.But I don't want to,thank you."Jia-Li menggelengkan kepalanta dan hendak pergi namun dengan sigap Fengyin menahan bahunya dan menarik Jia-Li agar kembali mendekat.


(Maaf,tapi aku tidak mau,terima kasih)


"Kau---Kyaa!"Jia-Lu kembali tersentak saat fengyin langsung mengangkat tubuhnya hingga duduk menyamping di depan Fengyin


Jia-Lu menatap terkejur ke arah Fengyin yang wajahnya samgat dekat dengan dirinya "Kau.... Lepaskan aku,aku akan pulana bersama Niu dan pria tampanku.Ah,dengan pria tampan ke-tiga ku juga!" kata Jia-Lu


Alis Fengyin berkerut samar."Pria tampan?" beo Fengyin.


Jia-Lu mengangguk antusias."Ya,dan karena kau yang datang tiba-tiba dan membawaku seperti tahanan,membuat aku tidak bisa bersenang-senang dengan mereka,"ketus Jia-Li mengerucutkan bibirnya kesal


Tanpa sadar,Fengyin mengeraskan rahangnya.Matanya menyorot tajam ke arah Jia-Li,dan tanpa kata,Fengyin langsung memacu kudanya dengan kencang.


Membuat Jia-Li terkejut untuk yang kesekian kaki dan refleks memeluk pinggang Fengyin dan menyadarkan kepadanya di dada Fengyin karena takut terjatuh.


..............

__ADS_1


...TBC...


__ADS_2