THE BAR-BAR QUEN

THE BAR-BAR QUEN
BAB 8


__ADS_3

Fengyin menghentikan kudanya di depan paviliun Awan.Setelahnya,Fengyin turun dan kembali membopong tubuh Jia-Li seperti karung beras.Jia-Li yang sangat kesal,mulai mengamuk di gendongan Fengyin,namun hasilnya tetap sama.Fengyin tidak mau melepaskannya.Padahal,Jia-Lu sudah memukul keras punggungnya,mencubitnya,bahkan berusaha untuk mengigit,namun Fengyin tidak bereaksi apa-apa.


Banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka berdua,salah satunya adalah Selir Lien.Wanita itu mengepalkan tangannya dan menatap nyalang ke arah Jia-li sebelum beranjak pergi di ikuti para dayangnya.


Fengyin menurunkan tubuh Jia-Li saat tiba di depan pintu paviliun.Jia-Li bersedekap dada dan memasang wajah marah,matanya menatap tajam ke arah Fengyin.


"Dasar!Bastard! kau merusak suasana hatiku!" geram Jia-Li kepada Fengyin.


Fengyin mengangkat sebelah alisnya dan ikut bersedekap dada juga.Pra itu menunduk untuk bisa membas tatapan Jia-Li. "Masuk!"titah Fengyin.


Jia-Li semakin geram dan merubah posisi tanganya menjadi berkacak pinggang."Aku tidak mau! Aku masih mau bersenang-senang Dasar Bastard Emperor!" sembur Jia-Li.


Karena kaisar bajingan yang gila ini,wakru bersenang-senang Jia-Li harus hilang.


Fengyin mengeryit heran.Apa yang di bilang oleh wanita ini? pertanyaan itu yang berserang di benaknya.Jia-Li yang melihat itu,tersenyum puas.Tentu saja Fengyin tidak mengerti apa yang di katakannya.Jadi,jika ingin mengupat,Jia-Li bisa melakukan nya dengan senang hati.


"Apa yang kau katakan barusan?" tanya Fengyin datar.


Jia-Li menyeringai dan dengan gilanya,ia menyentuh dada bidang Fengyin dengan tekunjuk dan menggerakannya secara abstrak."Tidak ada." Jia-Li mendatarkan wajahnya dan gerakan telunjuk di dada Fengyin terhenti.Hia-Li balas menatap Fengyin dan mendengus seraya mendorong dada Fengyin.


"Pergilah!Aku malas sekali melihat wajahmu,"ujar Jia-Li terang-terangan.


Nuan yang kebetulan berada di situ hanya bisa menunduk takut.Wanita paruh baya ifu merasa takut dengan keberanian Jia-Li saat berhadapam dengan Fengyin.


Fengyin berdecak."Masuk! Dan jangan pernah berpikir jika kau bisa keluar!" Fengyin mendorong tubuh Jia-Li ke dalam paviliun. Belum sempat Jia-Li memprotes,Fengyin langsung menutup pintunya.


Fengyin mentap tajam para prajurit yang ada di depan Paviliun itu dengan tatapan datar. Suara gebrakan yang di timbulkan oleh jia-Li tidak di hiraukan.


"Jaga wanita itu! jangan biarkan ia keluar dari paviliun sampai aku yang memberikan perintah!" tegas Fengyin yang kemudian menatap Nuan,"Jangan biarkan ada yang masuk!"


Nuan dan para prajurit it menunduk hormat "Laksanakan,Yang Mulia."


Fengyin mengangguk pelan,sebelum beranjak pergu dari paviliun awan menuju paviliun matahari miliknya.


"Wanita itu benar-benar berubah."


♡♡♡♡♡


"Dasar kaisar anjir,tolol,bangsat,Bastard,asu! Lihat saja,aku akan membalasmu!"


Jia-Li mengamuk di paviliunnya. Tindakan Fengyin hari ini sungguh menbuat Jia-Li geram.Padahal,har ini Jia-Li masih ingin bersenang-senang,di tambah lagi ia sudah menemukan Pria tampat ke-tiga ya.Ah,tapi karena Fengyin si Kaisar Gila itu,semua rencana bersenang-senang Jia-Li harus lenyap


"Menyebalkan sekali!" Jia-Li membaringkan tubuhnya di atas ranjang dengan kedua tangan yang ia rentangkan.Otaknya mulai berpikir cara agar bisa keluar daru dalam paviliun ini.


Sungguh,sikap Fengyin sepertu Mamanya di kehidupan sebelumnya.Suka mengurung dirinya di kamar,jika membuat ulah.Tapi tetap saja ia bisa keluar.


"Tunggu..." Jia-Lu bangun dari rebahannya dan menatap seluruh penjuru ruangan ini---berusaha mencari jalan keluar.


"Ah,mengapa tidak ada jalan untuk kekuar dari sini."ujar Jia-Li berdecak kesal karena tidak menemukan jalan agar ia bisa keluar. Kakinya melangkah menuju ruang kamar mandi,dan matanya kembali melihat sekuta hingga tatapannya jatuh pada sebuah lubang tidak terlalu besa yang ada di dinding bagian atas pojok ruangan.


Jia-Li mendekati lubang itu.Kalau ia tidak salah,itu adalah sejenis Ventilasi udara,yang Jia-Li perkirakan jika tubuhnya bisa keluar dari situ.Untuk saja tubuhnya tidak gemuk,dmjadi dalam hal seperti ini sangat berguna.


"Hahaha...Dasar Kaisar bodoh! Dia berpikir,dia bisa mengurungku seperti ini," gumam Jia-Lu menyeringai tipis.


Sebelum mau keluar,Jia-Lu menganti hanfunya dulu,dengan pakainan Laki-laki yang ia beli minggu kemarin,tanpa sepengetahuan siapa-siap.Setelah selesai,Jia-Li kembali menuju ke lubang itu.


Jia-Lu menyembulkan kepalanya dari lubang itu untuk melihat keadaan sekitar.Beruntung sekali,jika keadaannya tengah sepi,jadi Jia-Li bisa melakukan aksi kaburnya dengan santai. Setelah berbagai upaya yang di lakukan,akhirnya Jia-Lu keluar dari paviliun Awan tanpa di ketahui siapa-siapa.


"Mau meremehkan gadis era 22,huh?" jia-Lu merasa bangga,karena jujur saja aksi kabur seperti ini sudah menjadi bagian dari dirinya.

__ADS_1


"Ah,jadu aku akan kemana sekarang?"Jia-Lu berkacak pinggang dan menatap halaman belakang paviliun nya,berusaha menghilangkan rasa bosannya.


Biasanya jika bosan seperti ini,Jia-Li akan pergi ke tempat yang tunggu untuk menghirup udara segar.Tunggu?Ah,sekarang Jia-Li tahu kemana ia harus pergi.


♡♡♡♡♡♡


Fengyin berada di ruang kerjanya bersama Chen.Prua itu tengah berkutat dengan berkas-berkas negara yang sangat banyak.Sesekali keningnya berkerut samar saat melihat berkas-berkas itu.


"Selir Agung Lien-Hua memasuki ruangan!".


Suara kasim terdengardi ikuti masuknya Lien drngan dua dayang yang membawa nampan. Fengyin tidak menghiraukan kedatangan Lien dan tetap Fokus pada pekerjaannya.


"Lien'er memberi salam,semoga Yang Mulian Kaisar panjang umur dan di berkati oleh Dewa," ujar Lien memberi salam.


Fengyin menatapnya sebentar dan kembali fokus fengan pekerjaanya.Ia hanya berdehem pelan hntuk membalas ucapan Lien.


Lien mengambil cawan yang sudah berisi teh dan membawanya mendekati ke arah Fengyin."Minum dulu Yang Mulia," tawar Lien dengan senyuman


"Hmm"Fengyin hanya berdehem dan terus fokus dengan berkas-berkasnya.


Lien mendengus pelan dan menaruh cawab itu di atas meha kerja Fengyin.Lien bergeser ke arah fengyin dan memijit pundak Fengyin dengan lembut terkesan tengah menggoda.


Fengyin berdecak dengan kelakukan Lien.Fengyin paling tidak suka di sentuh sembarangan "Lepaskan tanganmu,dan pergilah,"Fengyin berucap dingin.


Namun Lien tudak menghentikan aksinya,dan malag mengarahkan rangannya sampai mengusap dada bidang Fengyin,berusaha menggoda pria itu.Fengyin mengeram marah,ia paling benci di sentuh seperti ini.


"Apa kau tidak dengar perkataan ku! Pergilah dan jangan menggangguku!"Fengyin menggebrak meja dan menatap Lien nyalang.


Lien sempat terkejut,namun detik berikutnya ia tersentum manis dan mendekati Fengyin.Tidak menghiraukan perkataan tegas pria ity.Lien malah mengalungkan tangannya ke leher Fengyun,dan hendak mencium pria itu.


Fengyin tersulut emosi,saat ingin mendorong tubuh Lien,pergerkaan nya terhenti dengan prajurit yang masuk tiba-tiba.


Fengyin terkejut dan langsung mendorong kasar tubuh Lien hingga wanita iyu tersungkur ke lanta.Fengyin berjalan menghampiri prajurit ity.


"Bagaimana bisa? Bukankah aku sudah memerintahkan kalian untuk menjaganya? Fengyin berseru marah.


Prajurit itu semakin menundunkan kepalanya,


"Kami sudah menjaganya,Yang Mulia," ujar prajurit itu,"Sepertinya Ratu kabur melalui ventilasi udara yang ada di kamar mandinya,kami mendapati sobekan kain di tempat itu,yang Mulia"


Fengyin mengepelkan tangannya.Wanitaa itu mau bermain-main,dengan melanggar perintahnya.


"Kerahkan semua prajurit untuk mencarinya!"titah Fengyin tegas


Prajurit itu mengangguk dan pergi untuk mencari Jia-L


Fengyin menatap Chen yang berdiri di sebelahnya,"Kau,ikut bersamaku untuk mencarinya,"ujar Fengyin,Chen mengangguk dan pergi mengikuti langkah Fengyin.


Lien menatap kesal ke arah Fengyin.Kaisad tampan itu sangat susah untuk di goda.


♡♡♡♡♡


Hari sudah menjelang sore,namun Fengyin dan juga Prajurit yang lain belum juga menemuka Jia-I.Entah kemana perginya Ratu bar-bar itu.


"Bagaimana?"


"Kamu sudah mencari di setiap desa dan juga hutan terdekat,namun keberadaan Ratu tidak di temukan,"


Fengyin berdecak dan membuang napas gusar.Wanita itu sungguh membuat darahnya mendidih

__ADS_1


"Sepertinya dia masih berada di sekita istana. Cari Ratu sampai ketemu!" titah Fengyin sekali lagi.


Ibu Suri yang mendengar kabar Jia-Li menghilang langsung menghampiri Fengyin "Apa belum ketemu?"Xia He bertanya pelan.


Fengyin menghela nafas dan menggeleng pelan.Fengyin tahu jika Jia-Li adalah menantu kesayangan Ibunya.


"Segera cari menantuku sampai ketemu. Hari sudah mau menjelang malam,aku takut menantuku kenapa-napa," lirih Xia He.


Fengyin mengangguk dan memeganv bahu ibunya."Ibu,kembakilah ke paviliun.Aku berjanji akan segera menemukan Jia'er," ujar Fengyin.


Xia He mengangguk lesuh dan kembali ke paviliunnya dengan para dayang.Selepas kepergian ibunya,Fengyin kembali mendengus kesal.Karena Jia-Li,ia harus meninggalkan pekerjaannya.


Sedangkan orang yang di cari sedari tadi,sedang tertidur nyenyak di atas paviliun teratai--milik Ibu Suri.Jia-Li memang mencari tempa untuk menyenangkan hatinya dan pikirannya,jika di kehidupan sebelumnya,ia akan pergi ke Roftoop untuk mencari udara segar.Karena di zaman ini tidak ada Roftoop maka atap paviliun milik ibu suri yang menjadi pilihannya.


Jia-Li bersyukur karena ada pohong besar di sebelah paviliun yang dahannya sampai ke atas atap,dan itu memundahkan nya untuk naik


"Yang Mulia Ratu,anda di mana?"


Fengyin dan para prajurit mencari di sekitar istana,dan kebetulan melewati paviliun awan


Jia-Li menggeliat saat mendengar seruan itu. Ia membuka matanya dan langsung di suguhi langit yang tampak mendung? atau memang sudah sore


Jia-Li mengubah posisinya menjadi duduk,matanya mengerjap pelan saar melihat sekitar.Detik selanjutnya,Jia-Li memukul judatnya sendiri saat mengingat aksinya yang melarikan diri dari paviliun hingga berakhir di sinin.


"Yang Mulia Ratu,anda di mna?"


Kening Jia-Limengeryit saat mendengar seruan itu.Jia-Li menatap ke bawah,dan melihat rombongan prajurit yang terus berseru menyebutkan kata'Ratu'


"Mereka sedang apa?" Jia-Li bertanya heran.


"Ah,itu bukan urusanku.Sebaiknya aku nalik ke paviliun,sepertinya Niu dan Bibi Nuan sudah mencariku."Jia-Li berdiri dan hendak berjalan pelan-pelan menuju dahan pohon,untuk kembali turun.


Namun na'as,kakinya tidak sengaja terpeleset hingga tubuhnga oleng dan jatuh terguling-guljng dari atas atap siap menghantam tanah.


"Aaaaa!" jia-Li berteria keras,dan itu membuat fengyin dan para Prajurit mengarahkan pandangannya ke sumber suara.


Fengyin membulatkan matanya saat melihat seseorang yang jatuh dari atas atap,tepat di tempatnya berdiri.Belum sempat menghindar,tubuhnya sudah duluan di hantam dengan tubuh jia-Li


Brukk!!


"Yang Mulia Kaisar"


Para prajurit berseru kaget.


Aawww


Fengyin merasakan sakit di punggungnya,tangannya terkepal erat dan menatap orang yang jatuh di atasnya.Posisi Jia-Li dan Fengyin saling terbakik.Kaki Jia-Li yang ada di wajah Fengyin,sedangkan wajah Jia-Li ada di kaki Fengyin,lebih tepatnya di atas lututnya.Wajahnya terbentur keras lutut Fengyin.


Chen yang melihat itu,langsung bergegas menghampiri dan menarik kerah belakang baju yang di kenakan Jia-Li dengan keras. Chen belum mengetahui jika yang di tarik ini adalah Jia-Li.


"Kau! Beraninya kau menyen--"ucapan Chen terhentu saat Jia-Li menatap wajahnya kesal


"Diamlah!"sembur Jia-Li sembari mengusap bibirnya yang berdarah karena terbentur lutut Fengyin tadi


Chen terkejut dan melepaskan pegangannya "Yang Mulia Ratu?!"


..............


...TBC...

__ADS_1


__ADS_2