
Jia-Li mendesah jengah sedari tadi,lalu menatap Selir Mayleen dan pangeran Huanran yang sedang bersamanya.
"Apa di dunia ini,kekuatan yang menjadi peran utama?" Tanya Jia-Li
Mayleen dan Huanran saling melempar pandang sejenak,kemudian mengangguk
"Ck!,lantas bagaimana dengan hidupku yang tidak mempunyai kekuatan ini?"tanya Jia-Li dramatis
Mayleen terkekeh dan merangkul pundak Jia-Li,membuat Jia-Li menoleh ke arahnya.
"Kau tenang saja Ratu,Aku dan pageran Huanran akan membantumu untuk meningkatkan kekuatan mu.Kau bukannya tidak Kuat hanya saja,kekuatan mu masih terlalu lemah dan harus di latih agar bisa lebih kuat."Jelas Selir Mayleen
Jia-Li mengernyit dan mentap Mayleen dan pangeran Huanran bergantian."Apa aku punya kemampuan juga?" Tanya Jia-Li
Mayleen kebai mengangguk."Semua orang punya kemampuan.Hanya saja,kemampuan mereka terkubur dalam diri mereka sendiri. Dan untuk membangkitkan nya,maka mereka berusaha keras untuk berlatih dan pantag menyerah.Begitu juga dengan anda." Kata Mayleen.
Jia-Li hanya ber'Oh' ria dan mangut mengerti
"Lantas apa kemapuan kalian berdua? Oh kalau pangeran kemampuannya, mengendalikan Eleman tumbuhan kan? Tanya Jia-Li
Huanran kemudian mengangguk
"Iya aku mempunya Elemen pengendali tumbuhan dan air" Jawab Huanran
"Kalau kemampuan ku mengendalikan Elemen air dan tanah"kata Mayleen
Jia-Li kembali ber'oh'ria lagi sambil mengingat-ngingat apa kemampuan nya.Kalau di pikir-pikir kemampuan Jia-Li hanya membuat orang darah tinggi.Itu kemampuan juga kan?Ohoho,itu kemampuan yang langka loh
"Aku rasa aku juga punya kempuan juga" ujar Jia-Li pelan,membuat Huanran dan juga Mayleen menatap nya penasaran
"Oh benarkah?coba katakan?"ujar mayleen tidak sabaran
Jia-Li tersenyum saat mengingat kekampuan nya" kemampuanku yaitu,bisa melihat wajah tampan dari radius lima ratus meter"Ujar Jia-Li bangga
Huanran dan juga Mayleen tercengang mendengar itu sambil geleng-geleng kepala. Sepertinya tenggelam di sungai dan tertabrak kerta kuda membuat Jia-Li menjafi orang yang tidak waras.
"Ah,sebaiknya kau beristirahat.Besok pagi sebelum matahari terbit Aku dan pangeran Huanran akan melatihmu mengendalikan Elemen mu"jelas Mayleen
Jia-Li yang mendengar itu menherucutkan bibir nya"Sepagi itu? aku tidak yakin jika jiwaku akan terkumpul"ujar Jia-Li
Mayleen mengangguk"itu waktu yang bagus,jadi kau bisa fokus.Karena tidak ada yang mengangguk konsentrasimu" balas Mayleen
Jia-Li berdecih dan mengangguk lirih.
Bagaimana pun caranya Lian harus kuat untuk membalas perbuatan Selir Alien itu! Ekhem maksudnya Selir Lien itu,jika Lian lemah itu sama saja bunuh diri.
♡♡♡♡♡♡
Keesokan harinya,pangeran Huanran dan Selir Mayleen sudah berada di Paviliun Awan--tempat tinggal khusus Ratu.Pintu paviliun masih tertutup,terpaksa Huanran dan juga Mayleen mendengus pelan
Huanran menatap Nuan dan putrinya Niu "Apa ratu belum bangun?"tanya Huanran
__ADS_1
Nuan menunduk"Menjawab pangeran setelah kejadian itu,Yang Mulian Ratu susah untuk bangun pagi,pangeran,"jelas Nuan
Huanran menghela nafas dan menoleh ke arah Mayleen "Bagaimana?" tanya Huanran pada Mayleen
Mayleen mengedikan bahunya"Tidak ada cara lain,selain membangunkan nya," Jawab Mayleen dan menatap ke arah Nuan "Buka pintunya,dan bantu aku untuk membangunkan Ratu," Titah Mayleen
Nuan mengangguk dan membukan pintu kamar Jia-Li,setelah terbuka Mayleen masuk di ikuti Huanran.Mereka terkejut saat melihatwanita cantik yang tenah terlelap di atas ranjangnya,dengan posisi yang bikin geleng-geleng kepala
Bantal yang seharusnya di tempati kepala,sekarang telah bertukar posisi menjadi kaki.Mayleen menghela nafas dan menghampiri wanita itu.
"Ratu bangunlah,kita harus melatih kemampuanmu"Mayleeb mengoyangkan tangan Jia-Li.Namun,bukannya terbangunkan,Jia-Li menariktangan Mayleen dan memeluknya.
"Mama,jangan ganggu aku dulu.Aku sedang berkencang dengan sepuluh Pria tampan",ujar Jia-Li yang maranya masih terpejam
Mayleen tercengang dan memukul jidatnya sendiri dengan tangannya yang lepas. Huanran yang mendengar itu terkekeh pelan dan ikut menghampiri Jia-Li.Huanran mengambil posisi di sebelah kiri Jia-Li,karena di sebelah kanan di tempati Mayleen
"Ratu,ayo bangun!kita harus melatih kemampuanmu agar kau bisa mengendalikannya," kata Huanran yang ikutmengoyangkan bahu Jia-Li
Lagi dan lagi,Jia-Li tidak bangun,dan parahnya,Jia-Li malah melepaskan sebelah tangannya yang sedang memeluk tangan Mayleen dan menggantikannya dengan memeluk lengan pangeran Huanran membuat Huanran terpekik kaget
"Papa jangan cerewet deh,aku masih ingin bersama pria tampanku,"Kata Jia-Li sembali mengeratkan pelukannya di tangan Mayleen dan Huanram.
Mayleen berdecak dan menatap dayang. "Bantu aku mengangkat Ratu ke kamar mandinya.Sepertinya,Air dinggin di pagi hari bisa menyegarkan Ratu yang mulai tidak waras," kata Mayleen.
Para dayang mengangguk.Mayleen dan Huanran melepaskan tangan Jia-Li yang sedang memeluknya.Seketikapara dayang mulai mengangkat tubuh Jia-Li yang belum terjaga menuju bak mandi
Huanran yang hendak ikut masuk langsung di halangi Mayleen,dengan tatapan tajam. Huanran menyengir dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
Mayleen menghela nafas dan menatap Jia-Li yang tak kunjung bangun juga.Dia itu tidur atau Mati?
"Apa Ratu belum bangun juga?" tanya Mayleen yang di balas gelengan kepala oleh para dayang
Mayleen berdecak dan menyuruh para fayang untuk melrpaskan jubah tifur Jia-Li,kemudian menaruh tubuh tel*nj*ng Jia-Li ke dalam bak mandi yang sudah di taburi kelopak bunga
Saat air dingin itu menyentuh kulit Jia-Li,matanya langsung terbuka lebar dan bangun dengan gerakan cepat.
"Ya tuhan banjir!" pekik Jia-Li yang belum menyadari sekitar.
Senyap.Jia-Li menatap ke depam dengan tampang bodoh.Ia berusaha mencerna semua yang terjadi.Setelahnya,Jia-Li menatap ke bawah,matanya melotot kaget dan langsung menutup area berharganya.
"Astaga!"Jia-Li langsung menjatuhkan diri sepenuhnya ke dalam air,membuat para dayang dan Maylern berusaha menahan diri untuk tidak tertawa.
"Akhirnya kau bangun juga Ratu,"ujar Mayleen.
Jia-Li yang mendengar itu,langsung menyembulkan kepalanya menoleh ke belakang.Ia terkejut saat melihat para dayang dan juga Mayleen yang ada situ
"Mengapa kalian di sini?" tanya Jia-Li binggung
Mayleen memutar bola matanya,"Sebaiknya selesaikan mandi mu,Ratu.Matahari akan segera terbit,yang artinya kita terlambat untuk latihan,dari wakti yang sudah di tentukan,"jelas Mayleen,terdengar mada kesal dari suaranya.
Jia-Li terdiam sejenak.Setelah mengingat sesuatu,jia-li menyengir kuda dengan tampang tak berdosa.
__ADS_1
"Aku lupa dengan hari ini," ujarnya membuat Mayleen mendengus pelan
Untungnya Ratu,jika tidak Matleen sudah menguburnya dengan Elemen tanahnya.
♡♡♡♡
"Ratu fokuskan pikiranmu,"Entah sudah berapa kali,Mayleen menegur Jia-Li karena sedari tadi,wanita itu tidak fokus dan kebanyakan melamun.
Jia-Li mengerucutkan bibirnya"Aku butuh asupan untuk bisa fokus,"ujarnya.
Huanran dan Mayleen menghela nafas berat. "Jika anda begini terus,anda tidak bisa merubah diri anda.Dan orang-orang akan terus memandanga anda sebagai Ratu yang lemah,"gerutu Mayleen."Matahari telah terbit,dan sedari tadi kita melatihmu,dam tidak afa peningkatam,"lanjutnya.
Jia-Li terdiam dan menatapa ke arah timur-- tepatnya ke arah Matahari yang baru terbit. Cahayanya yang silau membuat Jia-Li sedikit menyipit.Tapi tunggu... Jia-Li semakin menyipitkan matanya untuk memperjelas silueit seorang yang tengah berjalan ke arahnya.Karena orang itu membelakangi matahari,membuat wajahnya bersinar.
"Salam yang Mulian Rayu,"ujar pria tampan yang di pandang Jia-Li tadi.
Jia-Li mengerjap pelan dan menatap intens pria tampan di hadapannya.
"Aigoo!mengapa ada malaikat di sini?"pekik Jia-Li sembari membekap mulutnya sedniri,dan menatap terpukau ke arah pria di hadapannya.
Pria iu menatap heran ke arah Jia-Li dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sedangkan Mayleen dan Huanran hanya bisa menghela napas.Ratunya ini jika sudah melihat yang tampan-tampan,akan menjadi histeris,seperti sekarang ini.
"Ratu,kita harus kembali membangkitkan Elemenmu,"ujar Huanran yang di angguki oleh Mayleen.
Jia-Li tidak mengubris mereka berdua,dan melah berjalan mengelili tubuh pria bernama Yuwen itu.Yuwen terlihat gugup saat Jia-Li mengelilingi tubuhnya dengan tatapan berbinar.
"Siapa namamu?" tanya Jia-Li yang sudah di hadapan Yuwen.
Yuwen mmbungkungkuk kaku."Me-menjawab Yang Mulia.Nama hamba Yuwen,hamba adalah pengawal pribadi anda yang di pilih oleh Ibu Suri," jelas Yuwen.
Mata Jia-Li berbinar seketika."Benarkah?" tanya Jia-Li senang,Hohoho stok pria tampannya bertambah.
Yuwen mengangguk,detik berikutnya tubuh Yuwen membeku saat Jia-Li menangkup wajahnya,bahkan Mayleen dan Huanran sampai menjatuhkan rahangnya.Apalagi yang akan di lakukan wanita itu? pikir mereka.
"Kau sungguh tampan,dan pipimu saangat imut."puji Jia-Lisembari mencubit gemas pipi Yuwen,membuat wajah Yuwen memerah seketika.
"Ah,aku jadi semangat membangkitkan Elemenku,"ujar Jia-Li sembari melepas tangannya dari wajah Yuwen dan bersedekap dada.Matanya masih menatap wajah Yuwen dengan tatapan berbinar.
"Kalau kau sudah semangat,ayo kembali berlatih,"Mayleen menarik tangan Jia-Li untuk kembali berlatih.
Jia-Li membuarkan tangannya di tarik,dan kembali menoleh ke belakang tepatnya ke arah Yuwen.Jia-Li tersenyim dan melambaikan tangannya,membuat wajah Yuwen tambah memerah.
"Asupan untuk pagi ini,"guman Jia-Li "Semoga saja aku bertemu dengan pria tampan lainnha,"lanjut Jia-Li sangat senang.
Tanpa Jia-Li sadari,jika Fengyin melihat semua tingkahmya tadi.Fengyin mendengus pelan.
"Sepertinya roh air memasuki tubuhnya,hingga ia menjadi tidak waras seperti itu," Komentar Fengyin saat melihat Jia-Li yang tengah melatih kemampuannya,dan sesekali melempar senyum ke arah Yuwen
.................
...TBC...
__ADS_1