
Beberapa hari pun berlalu,
dan sejak tes kelulusan yang dilakukan diwilayah Barat Xumei tempo lalu yusen pun berangkat menuju akademi Yuxuai di ibukota Yangsen.
. . .
. .
.
yusen pun menuju perjalanan ke ibukota ...
disepanjang jalan yusen di kucilkan oleh 4 rekan lainnya yang tes bersamanya dan di anggap sebagai sampah yang beruntung berhasil lolos seleksi dari wilayah barat xumei.
yusen hanya diam saja tidak ingin membalas cemohan mereka ber - empat karena di anggapnya hanyalah buang - buang waktu saja. padahal jika yusen ingin membunuh mereka semua mereka akan tewas sekejab mata oleh yusen. tapi yusen teringat akan wasiat perkatan kakeknya jika ia harus sabar menyembunyikan identitas aslinya sampai ia mampu melawan kekuatan kerjaan dan mencapai Crest Tingkat Langit.
Yusen sadar dirinya masih lemah karena hanya mampu mencapai tingkat bumi, jika ada yang mengetahui identitasnya maka jika keluarga kerajaan bahkan bangsawan tingkat langit mengetahuinya maka ia akan terbunuh sia - sia.
oleh karena itu yusen tetap bersabar walaupun ia dihina, dicaci dan dibenci oleh orang lain disekitarnya yang sebenarnya lebih lemah dari dia, dia tetap sabar menahannya karena seorang assasin harus memiliki skill "Bermuka Dua" dimana ia berwarna putih di satu sisi dan si sisi lain berwarna hitam, ia harus menjaga karakternya yang berwarna putih agar orang lain tidak mengetahui sisi hitamnya.
. . .
. .
.
setelah perjalanan beberapa hari berlalu,
yusen pun berhasil sampai di ibukota Yangsen.
setelah sampai,
yusen dan 4 rekan lainnya disuruh beristirahat di sebuah penginapan, dan saat memasuki penginapan yusen di tahan oleh salah satu penguji akademik dan diapun berkata kepada yusen :
"Class Pecundang tidak cocok menginap di penginapan mewah seperti ini, sebaiknya kamu cari penginapan lain atau memilih tidur diluar agar tidak merusak pemandangan kami"
mendengar ocehan tersebut yusen pun sakit hati dan sedih, ia merasa class yang dimiliki ibunya yaitu support di anggap seperti class sampah yang tidak berguna dan hanya beban untuk mereka. 4 rekan lainnya pun menertawakannya
dan salah satu dari mereka berkata :
"Pecundang sebaiknya tidur di jalan !!! tidak pantas tidur bersama kami ... kamu hanya sampah !!! sadar dirilah ... hahahaha".
. . .
__ADS_1
. .
.
mendengar ia ditertawakan yusen pun tetap diam meskipun hatinya sedih karena dihina, lalu yusen mendekati salah satu penguji tes yang mengawalnya dan berkata :
"Bisakah aku meminta sedikit uang, aku lapar belum makan dan aku tidak punya uang untuk makan, jika aku tidak di ijinkan untuk menginap aku akan tidur di luar hingga besok, tapi setidaknya kasih aku uang untuk membeli makan ... aku sangat lapar".
lalu si penguji itu berkata :
"Sampah mau makan ya? untuk apa kau makan? lebih baik jika kau mati? benar bukan? hahaha ... sampah mau makan? cari duit sendiri sana hahahaha dasar sampah".
yusen dihina lagi, padahal mereka ber 4 diberikan penginapan mewah dan juga uang saku untuk mereka jajan, tapi yusen tidak.
yusen serasa di diskriminasi dan tak di anggap oleh mereka semua serta di caci maki dan dihina.
yusen berusaha tetap sabar dan mereka ber 4 bersama penguji akademi dari xumei pun masuk ke penginapan.
yusen hanya berdiam diri diluar tanpa berani menginjakan kakinya ke dalam.
yusen takut di usir dan diteriaki maling oleh penjaga penginapan apabila ia nekat masuk ke penginapan tersebut.
. . .
. .
.
yusen pun pergi dan keliling kota berusaha dan berharap ada orang baik yang mau memberikannya makanan sambil menunggu esok hari untuk memasuki akademi yuxuai.
yusen berusaha mencoba mendekati para penjual maupun para pedagang di kota tersebut serta berusaha mencari kerja namun tak ada satupun dari mereka yang berbaik hati memberikannya pekerjaan maupun makanan, yang ada malah memperlakukan yusen sebagai gembel / pengemis yang tidak tau diri layaknya sampah yang berkeliaran di kota.
perut yusen mulai kelaparan dan ia menahan rasa lapar itu dengan tidur di gang kecil di tempat yang sepi dan berharap ada sepotong roti di tumpukan sampah, ia terus mencari tumpukan sampah demi tumpukan sampah namun tidak ada yang bisa di makan olehnya.
ia merasa ibukota yangsen sangat kejam, tidak ada orang yang mau menolongnya dan ia merasa tersiksa dengan rasa laparnya itu dan masih berusaha mencari tumpukan sampah demi tumpukan sampah sambil berharap ada sisa makanan atau potongan roti di antara tumpukan sampah.
. . .
. .
.
dari pagi hari, siang hari bahkan sampai sore hari ia tetap berusaha bersikeras mencari tumpukan sampah namun tidak juga mendapatkannya, dan pakaian yang yusen gunakan pun ikut kotor dan bau karena ia terkena tumpukan sampah tersebut.
__ADS_1
yusen sempat berfikir "Apa kugunakan kekuatanku ini untuk membunuh orang demi menghilangkan rasa laparku? aku tidak kuat menahan rasa lapar ini, bagaimana jika ku bunuh saja orang lain? atau kubunuh 4 orang itu dan penguji dari akademi itu?"
. . .
lantas yusen pun teringat akan nasihat kakeknya, dan ia tidak ingin mengecewakan amanat dari kakeknya sehingga ia urungkat niat buruknya itu.
. . .
. .
yusen pun akhirnya kelelahan dan berusaha menahan rasa laparnya dengan mencoba tidur di pinggiran gang yang sempit dan gelap itu.
ia menahan lapar sambil menangis teringat dirinya yang tidak memiliki orang tua dan tidak merasakan kehangatan memiliki kedua orang tua, sepanjang jalan yang ia lihat di depan jalan gang kecil itu seorang anak anak yang berjalan bersama orang tua mereka dan terlihat bahagia.
yusen pun sedih, menangis dan menahan rasa laparnya hingga malam hari pun tiba ia merasa kedinginan dan tersiksa tidur di tempat tumpukan sampah hingga yusen pun tidak kuat dan akhirnya tertidur dengan sendirinya.
. . .
. .
.
Saat Yusen sedang Tertidur.
Tiba - tiba seorang gadis pun muncul membangunkan yusen . . .
. . . . .
. . . .
. . .
. .
.
****BERSAMBUNG**
Siapakah gadis itu?
kenapa ia membangunkan yusen?
Saksikan Kelanjutannya di Chapter Berikutnya !!!
__ADS_1
**Jangan Lupa LIKE & COMMENT ya guys jika kalian suka dengan cerita ini . . . Oke !!!
Terimakasih*** !!! :)