The Best Assasin

The Best Assasin
Chapter 5 - Munculnya Seorang Dewi


__ADS_3

Saat yusen sedang tertidur pulas ...


ia merasakan ada hawa seseorang yang mencoba mendekatinya.


tapi ia tidak merasakan adanya hawa pembunuh dari orang tersebut.


Lalu Seseorang tersebut membangunkan yusen dengan suara yang lembut :


"Hei kamu ... bangun ... bangun ... kenapa tidur disini ... disini kan kotor".


Yusen pun bangun,


ia mencoba membuka mata ditengah rasa ngantuk yang ia rasakan di kedinginan malam itu.


yusen pun berkata :


"Kamu siapa? ada apa?"


Sambil berkata, yusen pun kaget ternyata ia adalah seorang gadis cantik bermata biru bagaikan berlian dan berambut kuning bagaikan emas yang berkilauan.


yusen berfikir ia sedang bermimpi.


lantas yusen mencoba membenturkan kepalanya ke tanah agar meyakinkan dirinya itu bukanlah mimpi.


lantas gadis itu berkata :


"Hei ... Hentikan membenturkan kepalamu itu !!! Apa kau bodoh hah? Hentikan !!!".


Yusen pun akhirnya berhenti membenturkan kepalanya dan ia merasa sakit kepalanya dibenturkan ke tanah.


yusen pun berkata :


"Kenapa kau kemari? mau apa kamu? apa kau ingin menghina aku? dan mencaci maki aku karena aku miskin dan terlihat bodoh? aku tidak punya apa - apa !!!


Gadis itu pun menjawab :


"Aku tidak butuh sesuatu darimu, aku melihatmu seharian kamu sepertinya butuh bantuan ... kenapa kamu bisa disini? siapa namamu?".


Yusen Menjawab :


"Namaku Yusen, aku dari Xumei Wilayah Barat merantau ke ibukota ingin menjadi murid akademi Yuxuai, Namamu siapa? ada apa kamu kesini? apa untuk menertawakan diriku?".


Gadis itu menjawab :


"Namaku Lilia, aku hanya gadis biasa yang kebetulan lewat disini dan kebetulan aku melihatmu dan kamu terlihat sepertinya menderita ... apa kamu kelaparan dan tidak punya tempat tinggal? aku bisa membantumu jika kau mau".


[ Percakapan Yusen dan Lilia ]


Yusen : aku tidak percaya jika kau hanya kebetulan lewat sini !!! dari penampilanmu kamu seperti gadis bangsawan bukan dari rakyat biasa !!!

__ADS_1


Lilia : Sudah lupakan soal bangsawan atau rakyat biasa, aku malas membahasnya lupakan ... oke ... !!!


Yusen : Baiklah.


Lilia : Kamu bilang kamu ingin menjadi murid akademi yuxuai? apa kamu tidak sedang membual? hah?


Yusen : Tidak !!! Beneran aku serius ingin menjadi murid akademi Yuxuai. Memangnya kenapa?


Lilia : Aku berfikir kamu hanya membual. tidak sembarang orang bisa jadi murid di akademi Yuxuai. tes nya sulit loh ... dan juga disana banyak saingannya ... apa kamu sadar akan hal itu?


( Lilia menatap yusen dengan tatapan curiga )


Yusen : Aku tau itu, memangnya kenapa?


*Lilia : Tidak. aku kira kau tidak mengetahuinya !!! apa class kamu?


Yusen : Class ku Support* !!!


( Yusen berkata sambil mengecilakan suaranya karena malu di dengar oleh Lilia )


Lilia : Hah? Kamu serius? Class Mu Support? Kamu tidak sedang bercanda kan? setauku Class support itu kebanyakam dimiliki oleh wanita.


( Lilia berkata sambil terheran - heran )


Yusen : Ya. Aku serius !!! apa kau pikir aku bercanda?


( Yusen Menunjukan Wajah Seriusnya menatap mata Lilia )


Yusen : Kau meremehkan aku ya? *ekspresi memelas


Lilia : Tidak!!! kenapa juga aku harus meremehkan kamu?


Yusen : Tidak. hanya saja kebanyakan orang akan menertawaiku saat mereka tau Class ku adalah Support. Lalu, Apa Class mu Lilia? *Sambil berwajah Lugu


Lilia : Class ku adalah Fighter, aku menggunakan pedang karena aku menyukai pedang saat aku kecil ayahku mengajariku pedang.


Yusen : Kamu Fighter ya? hebat dong !!! *Sambil Menepuk kedua tangannya seperti orang bodoh.


Lilia : Kamu meledek ya?


Yusen : Ah tidak kok*!!!


Lalu yusen dan lilia pun saling berbicara di tengah malam itu dan lilia membawakan makanan untuk yusen.


yusen pun kaget ternyata dibalik kantong yang lilia bawa ada makanan yang sepertinya baru saja dibuatkan untuknya. yusen pun terharu ketika mengetahui masih ada orang baik yang peduli dengannya bahkan Lilia membuatkan makanan itu khusus untuk yusen.


Lilia pun sedih melihat yusen yang sedang lahap memakan masakan buatannya sambil melihat yusen seperti ingin menangis di depannya namun ia tahan karena takut malu kepada lilia.


Lilia berfikir bahwa yusen menderita, entah berapa lama ia menderita tapi yang lilia rasakan dari tatapan mata yusen bahwa yusen sudah hidup lama menderita seperti kehilangan cahaya dalam hidupnya.

__ADS_1


Lilia pun tersenyum saat yusen selesai memakan masakannya.


[ Percakapan Lilia & Yusen ]


*Yusen : Kamu pintar memasak Lilia. Terimakasih Banyak atas makanannya. kamu menyelamatkan hidupku.


Lilia : Tidak perlu sesungkan itu. aku hanya sedikit membantumu saja. (*Ekspresi Malu)


Yusen : Hehehe ...


Lilia : Jika sudah selesai makannya, aku pamit dulu. besok kan tes masuk akademi yuxuai, aku harus segera tidur sudah larut malam. yusen ini selimut bisa kau pakai tidur agar kau tidak kedinginan. gunakanlah untuk malam ini. jika kau berhasil masuk akademi, maka kembalikan selimut itu padaku ... oke !!!


(*Sambil Hendak Pergi Meninggalkan Yusen Lilia melemparkan selimut itu ke yusen)


Yusen : Terimakasih. Kebaikanmu akan aku ingat dan hari ini aku berjanji jika aku akan menjadi pedangmu yang akan melindungimu.


(*Ekpresi Yusen mendadak serius)


Lilia : Kau Bercanda Ya? Kau itu Support. akulah yang akan melindungimu ... bukan kamu yang melindungiku !!! jika terjadi apa - apa kau bisa cerita padaku jika kau berhasil lolos tes akademi nanti.


(*Sambil melambaikan tangannya ke Yusen dan hendak pergi meninggalkannya*).


. . .


. .


.


Yusen pun tersenyum setelah Lilia pergi.


dan dalam hati yusen berkata "Terimakasih Tuhan, Kau telah mengirimkan Dewi Cantik untuk Menolongku. Aku Berjanji akan Menjadi Pelindungnya jika sesuatu terjadi padanya".


. . .


Lalu Yusen pun tidur lagi dan menggunakan selimut yang Lilia berikan kepadanya.


sejak bertemu Lilia, yusen merasakan sedikit kebahagiaan yang belum ia alami sejak ia kecil. ia merasa ditolong disaat dirinya kesusahan.


dan yusen pun tertidur dengan pulas.


. . .


. .


.


[ See You Next Chapter ]


- LIKE & COMMENT ya guys jangan lupa !!!

__ADS_1


Terimakasih :)


__ADS_2