The Best Assasin

The Best Assasin
Chapter 6 - Goodbye Losser


__ADS_3

Matahari Pagi pun muncul bersinar terang.


dan yusen pun tanpa sadar terbangun karena pantulan cahaya matahari pagi membuat matanya silau.


yusen pun bangun dan merapihkan selimut yang ia gunakan untuk tidur kemudian mencari sungai untuk ia mandi.


setelah itu yusen pun pergi menuju ke penginapan untuk bisa berkumpul kembali dengan rekan lainnya dan penguji tes akademik.


dan ia pun menunggu diluar penginapan dan melihat kereta kudanya masih berada di depan penginapan yang sudah siap untuk berangkat kembali menuju akademi.


salah satu dari 4 rekan tes yusen pun keluar dari penginapan dan melihat baju yusen yang lusuh dan kotor sambil berkata :


"Hei ... !!! Kamu yakin dengan pakaian bodohmu itu akan berangkat mengikuti tes akademi? kau hanya membuat kami malu nantinya dengan pakaian kotormu itu".


sambil memandang rendah yusen dan membuang ludahnya ke sampingnya seolah-olah menganggap yusen itu sampah.


yusen hanya terdiam dan tidak membalas cemohan terhadapnya.


yusen hanya berfikir ia hanya memprovokasinya agar terkena masalah sehingga yusen disingkirkan.


kemudian, rekan yang lainnya pun keluar dari penginapan bersama penguji tes lainnya dan bersiap memasuki kereta kudanya. namun penguji tes itu berkata :


"Kau masih hidup ya sampah? aku kira kamu sudah mati kelaparan diluar sana?hahahaha".


sambil menunjukan ekspresi tertawanya yang seolah-olah menatap sampah di jalanan.


dan yusen bergegas untuk masuk ke kereta kuda tersebut namun penguji penghalanginya dan berkata :


"Hei ... sampah !!! kau ingin masuk ya? sadar diri dong !!! pakaian mu lusuh dan kotor seperti itu ingin ikut dengan kami? kau bercanda? kau sebaiknya jadi sampah jalanan saja ... hahaha"

__ADS_1


yusen pun dihina kembali olehnya, tetapi yusen tidak marah dan tidak membalas hinaannya.


yusen pun berkata :


"Ijinkan aku ikut paman, aku ingin tes ... kenapa aku tidak boleh naik? ijinkan aku ikut bersama kalian".


Penguji Tes :


"Sebaiknya kau jalan kaki saja, kau tidak cocok ikut dengan kami !!! sampah tetaplah sampah".


yusen pun merasa terhina, karena cukup jauh 30 menit perjalanan apabila ia jalan kaki dari ibukota xumei menuju akademi yuxuai.


selain mereka menghina dan merendahkan yusen merekapun tidak memberikan yusen tempat tinggal, makanan dan fasilitas yang layak. mereka hanya menghina yusen dan merendahkannya.


yusen pun terpancing amarah, namun amarahnya itu ia redam kembali dan berniat menjadi "Hawa Pembunuh".


saat mereka hendak berangkat dengan kereta kuda. yusen menaruh sebuah bom kecil di belakang kereta kudanya.


rekan-rekan yusen dan yang lainnya bergegas untuk berangkat bersama penguji lainnya sambil menertawakan yusen.


kemudian saat mereka hendak berangkat meninggalkan yusen salah satu penguji melihat ke arah yusen dan saat itu tatapan yusen seperti tersenyum dengan tatapan pembunuh dan melirik ke arahnya.


"Apa aku salah liat? mungkin yusen sudah gila tersenyum seperti itu !!! tatapan tadi sungguh mengerikan seperti bukan dirinya".


kemudian kereta kuda itu pergi meninggalkan yusen begitu saja dan mereka berkata :


"Rasakan itu sampah !!! sebaiknya kau jalan kaki sana dan jangan pernah bermimpi ingin ikut bersama kami hahahaha".


setelah itupun kereta kuda tadi sudah menjauh dari pandangan mata yusen, dan yusen pun bergegas pergi menuju akademi sendirian sambil tersenyum seperti orang gila. orang di sekeliling yusen yang melihatnya senyum sendiri seperti orang gila itu merasa risih terhadapnya.

__ADS_1


tak lama kemudian . . .


Bom Peledak itu Aktif dan Muncul ledakan besar di ibukota yang membuat panik masyarakat ibukota disekitarnya.


mengetahui terjadi ledakan tersebut yusen pun tertawa puas dan berkata dalam hati :


"Goodbye Losser ... !!!" hahahahahahaha ..."


(dengan ekspresi tertawa puas nya yusen pun berjalan menuju akademi setelah ia berhasil membunuh mereka dengan bom yang ia tanamkan di kereta kuda tersebut).


yusen merasa puas karena kematian mereka.


dalam benak hati yusen "Jika kau membuatku menderita, jangan salahkan aku jika kau harus membunuh kalian semua".


* * *


* *


*


yusen pun bergegas menuju akademi yuxuai dimana orang-orang berbakat berlomba-lomba menjadi murid di akademi tersebut.


yusen tidak sabar siapakah lawan yang akan ia temui nantinya.


- Bersambung -


Jangan Lupa "LIKE & COMMENT" ya guys jika kalian suka dengan Novel ini.


Ikuti terus kelanjutan yusen ke depannya !!!

__ADS_1


Terimakasih :)


__ADS_2