
seorang laki-laki muda, tampan dan sukses sedang duduk sambil menatap laptopnya, sejak kecil, ia memang sudah dididik menjadi seorang pembisnis yg handal oleh ayahnya yg sudah meninggalkan keluarganya dari 15 tahun yg lalu untuk selamanya, yg membuat ia harus bisa menjadi penerus ayahnya diusia yg masih terbilang remaja, untungnya ia dikelilingi oleh orang-orang yg setia pada keluarganya, sehingga ia bisa tetap aman walaupun ayahnya sudah tiada.
"maaf tuan muda, ada telepon dari tuan Bian"ucap seorang laki-laki sambil menyodorkan telepon genggam pada Diego. "Hm" ucapnya singkat sambil mengaktifkan loudspeaker.
"Diego baren....kau tidak berubah rupanya, pasti kau tidak lupa denganku kan?'' ejeknya.
"apa yg kau inginkan?" ucapnya datar.
"hei sobat kenapa kau serius sekali, temui aku di cafe terakhir kali kita bertemu, ada yg ingin aku bicarakan padamu, aku membawa sebuah pesan, pukul 3 sore" ucapnya langsung mematikan panggilan telepon.
"Sam, kau mendengarnya?"
"iya tuan, aku akan mengaturnya".
Sam adalah asisten yg sangat setia pada Diego, ia mendedikasikan seluruh karirnya untuk menjadi asisten Diego semenjak ia diselamatkan oleh keluarga barren dari pengejaran para mafia perdagangan manusia yg menyisakan goresan diwajahnya. Dengan kepintaran, kesetiaan, dan kemampuannya dalam menguasai hal-hal baru dengan cepat membuatnya dipercayai menjadi tangan kanan Diego.
*dilain tempat
tampak seorang gadis cantik yg mungil sedang mengelap meja setelah pelanggan terkahir yg merupakan seorang wanita tua dicafe itu beranjak, "hufft...hari ini kenapa ramai sekali" keluhnya.
"Brianna!" panggil seorang wanita paruh baya pada Brianna.
"eh iya Bu ada apa"
"siapkan ruangan diatas, kita akan kedatangan pelanggan penting, jangan lakukan kesalahan sedikit pun, dan kerjakan lebih teliti dari biasanya"ucapnya dengan serius.
"ohhh oke, kalau boleh tau siapa ya Bu?.
"nanti kau akan tau, cepat lakukan pekerjaan mu, dan setelah tamu itu pergi kau boleh pulang"
__ADS_1
"hehe baiklah Bu, permisi" ucapnya dibalas dengan anggukan oleh managernya.
"siapa sih, kayak penting banget, nyebelin tau nggak, mana capek, Untung besok libur akhhhhh!!!!!"
ucapnya ngedumel.
pukul 15.15
"akhirnya kau datang, haissss kau ini kenapa selalu saja telat" ucap Antonio dengan nada sedikit kesal.
"apakah penting? dimana Bian?"
"dia sedang ketoilet"
"Diego, apa kau sudah punya kekasih lagi?" ucapnya penuh selidik.
"tunggu, kau normal kan?"
"menurutmu?"dengan smirk nya yg mengerikan, dan kemudian Bian datang.
"Bian apa menurut mu Diego itu pria normal?"
"ntahlah, yg jelas kita berdua tahu dia memiliki bibit-bibit psikopat"
"berhentilah menggunjing ku, kataka.."
"permisi tuan-tuan pesanan nya sudah siap'' ucap Brianna yg menyela perkataan Diego, sambil menata hidangan diatas meja, yg membuat Diego kesal.
lalu ia beranjak pergi tapi..
__ADS_1
"aakhh!!" ternyata Brianna jatuh tersandung kaki Diego yg disengaja.
"aku bisa membantu mencongkel matamu yg tidak kau gunakan dengan baik itu"
"maafkan aku tuan karena tidak melihat kakimu yg tiba-tiba bergeser" ucapnya dengan menahan kesal, dan beranjak pergi.
"wahhh wahhh...ternyata ada juga wanita yg berani padamu, langka sekali"ucap Bian.
"dan cantik" sambung Antonio.
"hentikan, cepat katakan apa pesannya" ucap Diego yg sudah mulai tidak mood.
"hei hei..santai sedikit, kau juga butuh hiburan bukan, baiklah, apa kau tau kasus penjualan senjata ilegal dinegara kita, pemerintah sudah berhasil menangkap para pejabat yg mendanai para mafia itu, tapi sayangnya mereka sulit sekali untuk dilacak, apalagi disentuh"
"jadi??.."
"jadi kau tau kan apa maksud ku"
"baiklah, katakan padanya ini tidak murah"
"ya ya ya mereka sudah tau"
"ya" ucapnya datar disela seruputan kopinya.
"jika kau membutuhkan bantuan, kami akan membantumu".
"lihat saja nanti".
//hai guys...semoga kalian suka ya, btw karna ini karya pertama aku, apapun yg menurut kalian masih kurang, tulis aja dikomentar dengan bahasa yg bijak ya..happy reading 😄😄😄
__ADS_1