The Cold Man Is Warm

The Cold Man Is Warm
Pertemuan yg ketiga kalinya


__ADS_3

1 bulan berlalu setelah pertemuannya dengan calon ibu mertunya, ia tidak pernah lagi bertemu dengan diego sejak ia menginap dirumahnya, dan hanya tamara yg sering menanyai keadaannya, dan mengiriminya kebutuhan-kebutuhan yang lebih dari cukup.


hari ini Brianna sudah mulai aktif kuliah lagi, diperjalanan menuju kuliah yg tidak terlalu jauh dari rumahnya dia mengingat betapa angkuhnya calon suaminya nanti, tidak suka ditolak, pintar mengelak, cuek, tidak peka dan Eric mengatakan padanya diam-diam bahwa Diego memiliki sisi lain jika org yg disayangi nya disakiti, atau ada org yg mengganggu ketentraman nya.


*dikampus


"briannaaaaaaaa!!!!!..."teriak seorang wanita memanggil namanya.


"astaga belaaaaa, keras sekali suaramu".


"maafin dehh..soalnya aku seneng banget kuliah lagi".


"btw seliburan kemarin ngapa ga ngabarin aku sih bel".


"isss tau gak, aku tu mau ajak kamu pas aku mau ke Amerika, tapi hape aku ilang, nahh aku lupa nomor kamu, terus kan, aku datengin kerumah, ehh ga ada".


"yahhhhhh...lagian mendadak banget". ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya


"ya biasa, aku lupa, kamu ngapain aja dah pas libur".


"nanti aja ah, lagi males cerita".


"yaudah yuk masuk".


disepanjang mereka berjalan, banyak laki-laki yg melihat kearah mereka berdua, lantaran keduanya dijuluki sebagai wanita paling cantik dikampus, dan itu menyebabkan banyak geng-geng wanita lain tidak suka pada mereka.


"aku tu heran ya, ngapasi kayak ga pernah liat cewek cantik aja, ganggu banget" ucap Brianna asal.


"udahh pasrah aja Brin, yg paling ganggu tu si rombongannya Adel itu loh"


"ehmm bener banget". ucap mereka sambil berjalan.


"tau nggak, seminggu lagi, kampus kita kedatengan cowok terganteng, terkeren, terkaya, Pokoknya Ter Ter Ter".

__ADS_1


"emang ada acara apaan?".


"mungkin acara perpisahan, nah berhubung dia pengusaha sukses sekaligus dia anak dari pemilik kampus ini jadi ya dia yg kayak ituloh..apa namanya?"


"iya iya aku paham".


obrolan mereka terhenti ketika sudah sampai dikelas, karna mereka datangnya terlambat, jadi semua orang yg hadir menatap kearah mereka.


"maaf pak, tadi ga sengaja nabrak OB jdi bantuin beresin" ucap bela berbohong.


"mana ada ob kerja jam segini, cepat duduk".


karna hari ini masih awal kuliah, jdi mereka hanya diberi arahan, serta pembagian tugas panitia untuk acara seminggu mendatang.


sangat cocok bela dan Briana berada pada tugas yg sama yaitu dibagian hiburan, bela yang jago berpiano dan Brianna dengan suaranya yg indah, membuat keduanya seperti benar-benar saudara kembar ditambah muka mereka memang sedikit mirip.


"Bela, Brianna!" panggil seorang laki-laki tampan dan berjalan kearah mereka, dan dia adalah mahasiswa yg sangat aktif, selain tampan dia juga sangat berteman baik kepada mereka.


"bagian persiapan, kalian?"


"Untung saja kita tidak dapat itu, aku dengar itu bagian paling sibuk nanti, kami tampil diacara hiburan" ucap Brianna


"wahhh beruntung sekali kalian, berhubung kita masih awal masuk pulang nanti aku traktir kalian makan gimana?"


"ya masak kita mau nolak Roy" ucap bela.


mereka pun menghabiskan waktu sore bertiga dan kemudian diantar oleh Roy kerumah masing-masing.


seminggu berlalu, semua panitia sibuk pada tugas masing-masing, Bela dan Brianna masih sibuk dengan gladi resik nya, mereka menggunakan setelan gaun putih yang terlihat sangat elegan dan cantik.



__ADS_1


acara pun dimulai, sambutan demi sambutan di ucapkan, dan Brianna merasa tidak asing dengan suara dari seorang laki-laki yg menyampaikan sambutan terakhir, tapi ia tidak bisa melihat karena ia masih berada dibelakang panggung, dan fokus dengan latihannya.


sekitar setengah jam mereka menunggu sekarang adalah giliran mereka, lampu dimatikan dan suasana mendadak hening, itu karna tema dari penampilan mereka, tirai dibuka menampilkan Brianna yg tegak menghadap audiens dan bela yg duduk dihadapan piano, mereka membawakan lagu pertama yg berjudul never be enough.


keduanya tampak memukau karena aura kecantikan dan perpaduan antara piano dan suara Brianna yang memikat semua mata,


diakhir lagu, Brianna tak sengaja saling bertatapan dengan seorang pria yg tak lain adalah Diego, Diego tampak terpukau dengan Brianna yg kemudian memutuskan pandangan mereka, ditambah Brianna yang tiba-tiba terlihat gugup.


awalnya ia tak merasa nervous tapi tiba-tiba setelah melihat Diego jantungnya berdegup kencang, ia tak tahu jika diegopun merasakan hal yang sama.


lagu kedua ditampilkan, ia berusaha mengatasi kegugupannya, dan Diego berusaha menetralkan suasana dan mulai mengondisikan ekspresi nya agar kembali seperti biasa.


satu jam berlalu, acara selesai dan semua sudah bubar, saat Brianna hendak membantu panitia membereskan tempat acara, Sam mendatanginya dan membisikkan sesuatu padanya, hal itupun dilihat seluruh panitia yg berada disana dan menjadi bahan omongan, tapi Brianna tak memperhatikan dan langsung meninggalkan aula menuju tempat parkir.


"ada apa?" ucapnya cuek pada Diego.


"masuk".


"enak banget si nyuruh-nyuruh anak orang". ucapnya kesal sambil masuk kedalam mobil.


"Sam, ada yg marah karena rindu padaku". ucapnya mengejek


"hey, siapa yg bilang aku merindukanmu, kau pergi kemanapun aku juga tidak peduli". ucapnya kesal.


"apa aku mengatakan kau yg merindukanku?"


"yaaa...nggak si, sudahlah kau mau membawaku kemana?".


Brianna kesal karena Diego mengabaikannya, dan hanya fokus pada handphonenya saja.


"maaf nona, kita akan menuju kekediaman tuan muda" ucap Sam.


"oh, baiklah".

__ADS_1


__ADS_2