
jarum jam menunjukkan pukul 9 pagi, Brianna yg Baru saja bangun menuju dapur mencari makanan yg bisa langsung ia makan.
"Untung masih ada sereal dan susu, sepertinya nanti sore aku harus sekaligus belanja"
setelah selesai mandi dan berpakaian ia kemudian merapikan rumahnya yg terbilang sederhana tapi asri, dan sedikit jauh dari keramaian.
diumurnya yg ke 24 ia terbilang anak yg cukup mandiri dan pekerja keras.
ia kuliah sekaligus bekerja paruh waktu agar bisa membiayai kebutuhannya dan ia adalah gadis yg berparas cantik, imut, baik dan pintar.
Diumur ke 20 ia memutuskan untuk pergi dari rumah karena perlakuan dari orang tuanya yg selalu menyakitinya, padahal ia selalu melakukan yg terbaik agar mereka menyayanginya namun selalu saja, hanya kakaknya yg selalu disayangi, apa sebenarnya yg terjadi sampai ia sangat dibenci oleh orangtuanya sendiri pun ia taktahu, walaupun begitu ia tetap meneruskan pendidikannya, dan sekarang ia sudah memasuki semester 3 diperkuliahan yg terkenal, walaupun ia dari keluarga yg mampu akan tetapi ia masuk ke universitas tersebut melalui jalur beasiswa, dan karena tahun ini sudah musim libur jdi ia hanya fokus pada kerja paruh waktunya.
pukul 15.35 ia sudah berada disepedanya, hari ini ia akan bersepeda menikmati senja sekaligus belanja.
"wahhhh bukankah sore hari disini sangat indah, banyak orang menjual makanan dipinggir lapangan, cuaca tidak terlalu panas, dan sepertinya aku akan rutin bersepeda disore hari". ia mengayuh sepedanya dengan santai dan berhenti didepan
lelaki paruh baya yg menjual Arum manis, "pak, beli 2 ya.." ucapnya sambil menyodorkan uang.
"ini neng kembaliannya".
"aaaa udah, ambil aja pak, nggak papa"
"aduh.. makasih banyak ya neng..." dan dibalas senyuman oleh nya, lalu ia duduk di bangku yg sudah disediakan sambil memakan Arum manisnya.
__ADS_1
tanpa ia sadari dari kejauhan tampak sebuah mobil yg sedang berhenti menunggu lampu merah, dan didalamnya seorang pria memperhatikan Brianna.
"tuan, bukankah dia wanita yg di cafe kemarin?, sepertinya kau tertarik dengannya" ucap Sam padanya.
"bulan ini gajimu kupotong".
"mampus aku" bukankah bulan kemarin gajiku sudah dipotong? tapi tidak biasanya dia melirik wanita selain pada nenek sihir itu. batinnya sambil melihat lampu sudah berwarna hijau.
"tuan, mengenai rencana kita yg kemarin, mata-mata yg kita kirim kesana sudah kembali, tidak butuh waktu lama karena Edward bukanlah org yg teliti, tapi sepertinya dia memiliki bawahan yg lumayan"
"hm...baiklah, kita akan menjalankan rencana ini saat waktunya tiba, karena semua informasi sudah kita dapatkan sepertinya tidak akan sulit"
"baiklah tuan"
"minggir, dimana ibuku"
"ohhh calon ibu mertua.. dia ada ditaman, bersama ibuku" ucapnya dengan genit.
kemudian Diego berjalan menuju taman.
"Bu, aku ingin bicara berdua"
__ADS_1
"sebentar ya Bun, saya tinggal dulu" ucap ibu Diego pada ibu lili.
*flashback
ibunya yg sudah beranjak tua sangat mengidam-idamkan seorang cucu dan menantu wanita yg baik, karena ia tidak memiliki anak perempuan, dan karena Diego adalah anak pertama, jdi dialah yg sangat diharapkan ibunya agar segera menikah,
"Diego, apakah kau tidak ingin menikah hm? ibu sangat-sangat kesal terhadap mantanmu itu, Untung saja kau sudah jauh darinya, tapi bukan berarti kau terus menunda-nunda untuk menikah, ingat umurmu sudah tua dan ibu ingin cucu" ucap ibu Diego sambil memijat kepala anaknya.
"aku terserah padamu saja Bu, jika aku cocok dengan pilihanmu akan aku turuti" ucapnya dengan malas karena sudah lelah.
"apa kau yakin? baiklah ibu yg akan mencarikan nya"
*flashback off
"apa kau tidak setuju lagi? sudah berapa kali kau menolak wanita yg ibu tawarkan padamu, dan bagi ibu, lili adalah wanita yg paling cocok dengan seleramu, bukan kah kau menyukai wanita yg berpendidikan dan seksi seperti mantanmu?"
Diego menarik nafas dalam-dalam"ibu...aku sudah melupakan nayna, dan satu hal lagi, percuma saja jika wanita berpendidikan tapi tidak beratitude bagus, dan hanya menyukai uangku saja"
"kau yakin dengan yg kau katakan?"
"iya"
"baiklah, ibu sangat senang akhirnya kau sedikit peduli tentang hal seperti ini, sebenarnya ibu hanya memancing mu agar kau mengeluarkan pendapat mu tentang tipe istrimu nanti, hahh... ternyata anak ibu sudah besar, ibu sangat bangga padamu bisa sampai pada titik ini" ucap ibunya sambil memegang kedua pipi Diego.
__ADS_1
dengan hati-hati ibunya memberi alasan yg bagus agar mereka mengerti dan meminta maaf, tapi sebenarnya ibu Diego(Tamara) tidak mengundang mereka untuk datang kerumah, karena belum pasti, melainkan mereka lah yg tiba-tiba datang dengan penuh keyakinan, dan lagi pula Tamara tidak menyukai lili setelah bertemu secara langsung dengannya,
*ada bagusnya juga mereka datang. batinnya