
*flashback
Perusahaan ayah Brianna adalah anak induk dari perusahaan Diego, terancam diblokir akibat Banyaknya penimbunan dana, untuk menutupinya Bella menawarkan Brianna
karena ia tahu jika tamara sedang mencari menantu, tapi ia hanya mengetahui jika anak Tamara adalah anak yg memiliki kekurangan, karena ingin mengetes saja, Tamara sengaja memberi tahu identitas Diego, agar orang-orang tidak mengincar harta anaknya saja.
karena Bella tidak mungkin mengorbankan anak kandungnya jdi Briannalah yg dikorbankan dan bukan kakaknya yg sedang berada di US untuk kuliah.
Tamara tertarik pada ucapan Bella bahwa Brianna adalah anak yg baik, dan sudah terbiasa mengurus pekerjaan rumah tangga, tapi ia menyebutkan bahwa itu adalah keinginan dari Brianna sendiri, dan pula Tamara melihat ekspresi anaknya yg berubah ketika melihat foto Brianna, jdi dia berinisiatif mencari tahu informasi mengenai Brianna, dan dari situlah ia mulai tertarik dan memutuskan menemui Brianna secara langsung.
yaitu saat dia masih bekerja dicafe, Brianna mungkin tidak ingat bahwa salah satu pelanggan yg ia layani adalah Tamara, apalagi dia menyamar dengan mengenakan baju yg terlihat biasa saja, sebab Brianna bukan tipe orang yg pandang bulu, ia akan tetap melayani pelanggannya dengan sangat baik.
Dari kejauhan, Diego mengikuti Brianna yg berjalan tanpa arah dengan sempoyongan pun sesekali jatuh.
tapi, ketika Brianna sampai dijembatan yg sepi ia tiba-tiba menaiki pembatasnya, hal itupun membuat Diego langsung berlari dan menariknya.
"hei apa yg ingin kau lakukan bodoh, jika kau lompat, bisa-bisa aku yg terkena masalah". ucap Diego.
"siapa juga yg memintamu mengikutiku, dan kenapa kau mengikutiku"ucapnya sambil menangis.
"kau ini tidak tahu terimakasih ya..pertama aku tidak mengikutimu jika bukan ibuku yg menyuruhnya, dan kedua pikirkan baik-baik, pilihlah 2 hal ini, aku akan membiarkanmu mati tapi mungkin saja kedepannya kau bahagia, atau kau bertahan dan menghadapi ini semua sampai kau bahagia?.
ia terdiam, benar juga apa yg dikatakan pria didepannya ini, jika ia memutuskan mati sekarang lalu ternyata besoknya ia bahagia, Bukankah dia sendiri yg rugi.
ia sedikit lega karena akhirnya ada org yg menghiburnya walaupun ekspresi nya sangat menyebalkan.
"benar juga yg kau katakan, terimakasih"
Diego tidak menjawabnya melainkan ia membalas pesan dari ibunya
"Diego, semua baik-baik saja kan?'
"iya Bu"
__ADS_1
"baiklah kau temani saja calonmu, ibu sudah pulang dengan Sam, mobilmu akan dibawa oleh Eric, kau hubungi saja dia, sekalian pdkt hahaha"
"baiklah Bu, hati-hati"
walaupun Diego adalah laki-laki yg dingin, tapi ia akan hangat kepada org yg disayangi dan walaupun ia sulit untuk mengekspresikannya.
"aku ingin kepantai itu, bisakah kau menemaniku, tidak terlalu jauh juga, aku takut, itu juga salahmu, aku tidak akan takut jika aku masih sedih seperti tadi" ucapnya tanpa ragu.
sebenarnya ia tidak berani meminta itu kepada Diego, apalagi mereka belum saling mengenal, tapi apalah daya ia sudah sangat sedih dan satu-satunya yg ia inginkan adalah kepantai.
saat dipinggir pantai (jam 1 pagi).
mereka hanya diam dan tak berbicara satu sama lain, hanya menikmati angin sepoi-sepoi sampai menjelang pagi, tidak ada adegan romantis dimana sang pria memakaikan jasnya ke pada kekasihnya, karena baju yg dipakai Brianna juga cukup tebal, itulah yg dipikirkan Diego.
"sampai kapan kau akan menyuruhku menjadi pengawalmu seperti ini?"ucapnya sambil mendekati Brianna.
"maaf, aku terlalu hanyut dalam pikiranku, kau bisa pulang duluan"
ia menarik nafas panjang dan menatap Diego
"baiklah".
masih ada kesedihan dihatinya, tapi ia adalah tipe orang yg mudah memendam perasaan sedihnya dan juga mudah cepat membaik jika ia mendapatkan hal sederhana yg diinginkan.
Eric sudah menunggu mereka sejak jam 3 pagi, ia menahan kantuknya dan hanya menyaksikan 2 orang diam tidak melakukan apapun, sebenarnya Diego sudah kembali kemobil dan tidur sejenak sambil menunggu Brianna selesai, lalu ia sudah mulai bosan dan mengajaknya pulang.
*emng ni anak klo lagi ga peka kebangetan wkwkwkwk.
*didalam mobil
"tuan, kita mau kemana dulu?" tanya Eric.
__ADS_1
"antarkan dia kerumahnya saja, setelah itu kita kemansion".
"baiklah tuan".
Eric melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dimobil Brianna menatap Eric dengan heran.
"tuan Eric, apa kau tidak ingin bertanya dimana rumahku?"
"tidak nona, saya sudah mengetahuinya, dan tolong panggil Eric saja".
"oh, oke baiklah".
setelah percakapan singkat itu, tidak ada yg memulai percakapan lagi, mobil tampak sepi, dan hanya menyisakan kendaraan lain yg menunggu lampu merah dengan tidak sabar, Diego yg tertidur, Brianna yg melamun, dan Eric yg hanya fokus dengan jalan.
sesampainya dirumah Brianna, Diego menatap sekitar rumahnya kemudian dia turun mengarah kepintu.
"apa yg kau lakukan disini, bukankah kau harus kembali?"
"tidak, aku akan istirahat disini, cepat bukakan pintunya".
"itu tidaklah sopan, Kitakan belum menikah, apa kata tetangga jika aku membawa pria masuk kedalam rumahku".
"kau tidak merasa bersalah hah?, aku menemanimu di pantai apa kau tidak merasa aku lelah, lagi pula lihat sekelilingmu, apakah ada tetanggamu itu yg bisa melihat kita?".
"ya ya ya baiklah".ucapnya sambil membuka pintu dengan kesal.
"tuan muda, apa kita tidak kembali kemansion saja?" tanya Eric karna ia tahu jika Diego tidak pernah istirahat ditempat org lain apalagi jika rumahnya sesederhana ini.
"tidak usah"
"disini hanya ada satu kamar kosong, kau bisa tidur disana, dan Eric, dia bisa tidur disofa jika mau, maaf jika itu tidak terlalu nyaman, aku akan mengambilkan bantal untuknya".
"baiklah". ucap Diego langsung kekamar kosong itu, ia segera merebahkan badannya dan langsung tertidur.
__ADS_1