The Conqueror Of The Fantasy World (Revisi)

The Conqueror Of The Fantasy World (Revisi)
Chapter 1 (Awal dari Semua)


__ADS_3

POV ORANG KETIGA


Carl Normand, ia adalah seorang prajurit Waffen-SS berpangkat SS-Rottenfuhrer (Kopral dua) yang akan di eksekusi karena membantu orang yahudi kabur dari kamp konsentrasi. Saat ini ia berada di tempat eksekusi tahanan bersama dengan 10 tentara yang mengarahkan laras senjata mereka kearah Carl.


“BIDIK TARGET!!!”, teriak seorang perwira.


“SIAAPPPP!!!!!!, TEMBAKKKKK!!!!!!”, perintah sang perwira


Seluruh perluru menembus organ vital Carl, ia mati dengan wajah tersenyum tanpa penyesalan.


“ahhh, seperti ini rasanya kematian…….”, ucap Carl dengan nada pasrah


Saat ini ia berada dialam sebuah tempat yang seluruhnya berwarna putih, ia dapat melihat tubuhnya yang penuh dengan darah namun tidak terdapat luka ditubuhnya.


 


“Apakah sekarang aku berada di alam baka ?”


 


Tetapi sebelum ia dapat berpikir lebih lanjut, perlahan lahan ia kehilangan kesadaran dan semua menjadi gelap, sebelum ia kehilangan kesadaran ia mendengar suara seorang pria tua namun dengan nada berwibawa.


“Aku memberimu kesempatan kedua, gunakan lah kesempatan kedua ini sebaik-baiknya”


……………………


Saat ia tersadar ia sudah berada di sebuah hutan yang sangat asing. Ia sangat bingun dengan apa yang terjadi, ia bangun dan mulai memeriksa luka yang ia miliki.


“oi oi oi, apa yang terjadi ??!!” ucapnya, Ia terkejut karena luka yang ia miliki sudah sembuh dan baju yang ia juga tidak terlihat rusak namun terdapat bercak darah di sekitar bagian kerah dan dada bagian kiri pada bajunya.

__ADS_1


“Bukankah aku sudah mati ??, sepertinya aku di beri kesempatan kedua untuk hidup”, ia mengigat kejadian sebelum kesadarannya hilan terdapat suara seorang pria yang memberitau bahwa ia diberikan kesempatan kedua, namun ia tidak tau suara siapa itu.


 


Butuh beberapa menit untuk berfikir dan mencerna keadaan yang sekarang ia alami.


Saat ia masih berfikir dan memperhatikan sekitar ia mendengar suara seorang pria yang tidak jauh dari tempat dirinya berdiri, tanpa berfikir panjang ia langsung mendekati sumber suara.


 


“Buruan yang kita dapatkan sepertinya sudah cukup, sebaiknya kita kembali ke desa sebelum malam”.


Carl melihat empat orang pria dewasa membawa seekor hewan seperti **** hutan yang berukuran cukup besar, namun ia sangat yakin bahwa hewan tersebut bukanlah **** hutan yang ia tahu, karena bentuknya seperti perpaduan ****, anjing dan kerbau.



“HEIII, KELUAR DARI SANA!!!!”, ucap salah satu pria.


 


“Kau siapa?”, Ucap salah satu pria yang sepertinya adalah pemimpin mereka. Keempat pria tersebut dalam posisi siaga dan siap untuk menyerang Carl.


“Hei hei, tenanglah aku bukan orang yang berbahaya”, Ucap Carl yang berusaha untuk menenangkan keempat pria tersebut.


“Turunkan senjata kalian”, ucap Sang pemimpin.


 


Ketiga pria itupun menurunkan busur dan pisau mereka, namun mereka tetap waspada dan memperhatikan gerak gerik Carl.

__ADS_1


“Perkenalkan dirimu, namun jangan coba-coba mendekat kesini”, Ucap sang pemimpin dengan nada yang mengancam dan tatapan yang tajam. “Sepertinya ia bukan pria biasa”, pikir Carl dalam hati “Sebaiknya aku turuti apa yang ia katakan”.


“Namaku Carl Normand aku seorang pedagang dari Negara Jerman yang jauh berada di Utara benua, beberapa hari yang lalu aku diserang oleh sekelompok bandit, namun untungnya aku dapat kabur”, ucap Carl berusaha untuk meyakinkan mereka.


“Jerman ??, aku belum pernah mendengarnya”, ucap Sang Pemimpin.


“Baiklah untuk sekarang aku akan mempercayaimu, apakah kau memiliki tempat untuk kembali ?” lanjut ucap Sang Pemimpin.


“Tidak, sekarang aku tidak memiliki apa-apa. Semua harta yang aku miliki telah direbut oleh para bandit”, ucap Carl dengan ekspresi memelas. Dia tidak berbohong saat mengatakan itu, karna kenyataanya memang dia tidak memiliki apa-apa selain seragam militer dan sepatu boots yang ia kenakan.


“Baiklah, kau bisa ikut bersama kami kedesa”, ucap Sang Pemimpin.


“Tapi ayah kita tidak bisa langsung saja membawa dia kedesa, bisa saja ia mata-mata dari Kekaisaran Vaegirs” ucap salah satu pria yang memegang busur,ia terlihat berumur 25an, seumuran dengan Carl.


“Mana ada pedagang yang seumuran dia, pasti dia adalah pria yang berbahaya”, lanjutnya.


“Tenang saja Bennet, kita akan mengikat tangannya untuk jaga-jaga”, ucap Sang Pemimpin.


“Kalian berdua cepat ikat tangannya dengan tali”, lanjut ucap Sang Pemimpin.


“Baik kepala desa !!”, jawab kedua pria tersebut.


Carl tidak melawan saat dua pria mengikat tangannya karena dia tau kalau tidak mungkin baginya melawan 4 pria dewasa tanpa senjata, walau ia adalah seorang mantan pasukan khusus Nazi Jerman, tetapi yang bisa ia lakukan sekarang adalah terus tenang dan menuruti perkataan pria-pria tersebut.


Setelah tangan Carl di ikat, iapun dibawa keempat pria kedesa. Keempat pria tersebut masih waspada terhadapnya, wajar saja mereka masih waspada karena bisa saja Carl adalah seorang bandit atau mata-mata dari Negara lain.


“Jangan bertindak macam-macam, jika kau masih ingin hidup!!!”, ucap sang Kepala Desa dengan nada yang mengancam dan dingin.


Carl pun mengangguk dan mengikuti mereka kedesa, dalam perjalanan ia mencoba untuk mengarang cerita agar ia tetap selamat, sambil ia menatap langit senja dan melihat terdapat 3 bulan disana. sekarang ia semakin yakin bahwa ia sekarang tidak berada di bumi tapi di dunia yang sama sekali tidak ia kenal.

__ADS_1


............................


__ADS_2