The Conqueror Of The Fantasy World (Revisi)

The Conqueror Of The Fantasy World (Revisi)
CH 3 (Awal Kehidupan)


__ADS_3

……………………..


POV Carl


Desa tersebut memiliki kira kira 30an rumah dengan populasi kurang lebih 150 jiwa dengan asumsi bahwa 1 rumah di huni oleh 5 orang. Sepertinya Desa ini cukup Makmur, dapat dilihat dari luasnya lahan pertanian yang mereka miliki dan keadaan rumah-rumah yang cukup bagus untuk peradaban setingkat dengan jaman Medieval (Jaman Pertengahan).


 


 


Aku digiring oleh ke empat pria tersebut ke salah satu rumah. Rumah tersebut memiliki ukuran yang lebih besar dari rumah lainnya, sepertinya itu rumah milik kepala desa. Interior didalam rumah tersebut cukup bagus untuk ukuran setingkat jaman medieval.


 


 


“Duduklah”, ujar Kepala Desa yang telah duduk terlebih dahulu di salah satu bangku.


 


 


“Siapa namamu”, tanya kepala desa dengan tatapan dan nada seperti mengintrogasi. Untung saja aku memiliki pengalaman sebagai pasukan khusus jadi tidak terlalu berpengaruh untuk ku.


 


 


“Bukankah aku sudah member……”


 


 


“Jawab saja” potong Kepala Desa


 


 


“Carl, Carl Normand” jawabku dengan tenang.


………………


Aku di interogasi selama 1 jam, pada saat aku di interogasi, aku dibombardir dengan banyak pertanyaan mengenai latar belakangku dan mengapa aku bisa muncul di Hutan Morke (kegelapan dalam Bahasa Denmark), kali ini aku tidak berbohong dan memberitahukan seluruh informasi mengenaiku kecuali fakta bahwa aku berasa dari dunia lain.


 


 


“Baiklah sepertinya kamu tidak berbohong” ujar Kepala Desa.


 


 


“Pengalamanmu sebagai prajurit mungkin dapat berguna untuk desa ini maka dari itu aku akan mengijinkanmu untuk tinggal disini” lanjut Kepala Desa.


 


 


“Namun bukan berarti aku mempercayaimu sepenuhnya, jika sampai kau bertindak macam-macam kau tau konsekuensinya”, ujar Kepala Desa dengan nada sedikit mengancam.


 


 


Kepala Desa memperbolehkanku untuk tinggal di salah satu gudang kecil miliknya yang tidak terpakai, itu bukanlah tempat yang bagus namun tidak terlalu buruk jika dibandingkan dengan tidur di reruntuhan rumah seperti yang sering aku alami dulu saat masih bertugas di front barat.


 

__ADS_1


 


………………….. (SEBULAN KEMUDIAN)


DUK


DUK


DUK


 


 


Aku mendengar suara ketukan dari luar pintu gudang, setelah aku buka ternya itu adalah Bennet yang telah bersiap untuk pergi keladang.


 


 


“Hei cepatlah bangun pemalas, ambil cangkul ini dan pergi keladang bersemaku sekarang” ucap Bennet  bersemangat.


 


 


“baiklah aku akan menyulmu ke ladang, aku akan membasuh mukaku terlebih dahulu” jawabku yang masih memasang wajah mengantuk.


 


 


Aku sudah tinggal didesa ini selama 1 bulan, semua orang awalnya menjaga jarak dariku karena menganggapku sebagai mata-mata dari negara lain. Namun seiring berjalannya waktu mereka mulai mempercayaiku dan mengangapku sebagai bagian dari mereka.


 


 


 


 


“Hei Carl ide kincir airmu sangat berguna untuk para warga desa” ujar Fredic merupakan ketua dari tukang kayu di desa ini.


 


 


Fredic adalah seorang dwarf, mereka adalah ras yang sangat ahli dalam hal konstruksi bangunan dan pembuatan alat dan senjata. Tubuh mereka cukup pendek dengan rata rata tinggi sekitar 140 Cm namun mereka lebih 2x lebih kuat dari pria dewasa normal.


Karena kekuatannya, mereka dikenal sebagai ras yang sangat tangguh di medan perang. Namun walau mereka sangat ahli dalam berperang mereka tergolong ras yang cinta damai dan sangat jarang berperang kecuali mereka diserang terlebih dahulu.


 


 


Dengan keahlian membuat senjata plus kemampuan mereka berperang membuat tidak ada negara yang berani menyerang kerajaan para dwarf, Kingdom of Aragon.


 


 


“Hei fredick sebetulnya aku juga memiliki ide lain yang cukup bagus”ujarku kepada fredic


 


 


“cepat katakan  apa itu ??”, jawab fredic bersemangat untuk mendengar ideku.


Akupun menjelaskan mengenai suspensi gerobak dan cara kerjanya kepada fredick sesuai dengan ingatanku saat di bumi.

__ADS_1


 


 


“Jadi benda yang bernama “suspensi” ini dapat meningkatkan kestabilan dan mengurangi goncangan kereta ?, MENARIK!!!!” teriak antusias Fredick yang sedang membayangkan fungsi dan cara kerja dari suspensi.


 


 


“Apakah kau mampu membuatnya ?, jika kau berhasil itu akan sangat membantu desa ini” jawab ku.


 


 


“hahaha, kau memang penuh dengan kejutan. Aku akan mulai mencoba membuat benda bernama “suspensi” itu, jika sudah selesai aku akan tunjukn kepadamu”, ucap fredick dengan bersemangat.


 


 


Fredickpun langsung bergegas kebengkel miliknya, aku mulai merasa agak heran dengan rasa keingintahuan dia akan teknologi. Sepertinya dia dapat aku manfaatkan untuk membuat berbagai senjata di duniaku. Tapi saat ini aku harus membiarkan dia mengembangkan suspensi dulu, aku sudah lelah duduk berjam-jam di gerobak tanpa peredam guncangan, rasanya aku akan mengalama penyakit encok 10 tahun lebih cepat.


 


 


Ya aku ingin mengembangkan sebuah senjata api didunia ini, namun walau begitu bukan berarti aku ingin memulai sebuah pemberontakan atau revolusi di dunia ini. Tapi karena letak dari desa ini berada di perbatasan dengan Kerajaan Suci Vaegirs yang lebih mirip seperti negara fasis dari pada sebuah negara “suci”, karena ketika kata “Suci” dan “Kerjaan” disatukan tidak akan pernah berjalan dengan baik.  Kerjaan Suci Vaegirs merupakan pusat atau mungkin lebih tepatnya adalah sebuah tempat suci bagi seluruh penganut Vaegirs Pantheon, mereka menyebah dewa-dewa yang di kenal sebagai 9 Dewa-Dewi Agung yaitu :


• Akatosh, Dewa Waktu dan pemimpin dari semua dewa


• Arkay, Dewa Kematian


• Dibella, Dewi Kecantikan


• Julianos, Dewa Kebijaksanaan & Akal Sehat


• Kynareth, Dewi Langit & Element


• Mara, Dewi Cinta


• Stendarr, Dewa Keadilan & Keberuntungan


• Talos, Dewa Perang


• Zenithar, Dewa Kekayaan


 


 


Sebetulnya aku tidak masalah dengan ajaran mereka, karena di Bumipun banyak agama-agama yang menyebah banyak dewa, namun yang menjadi masalah adalah cara mereka memperlakukan ras humanoid lain selain ras Nord (ras yang paling mirip manusia). Negara Suci Vaegirs menganggap ras manusia adalah ras superior sedangkan ras lain memiliki derajat di bawah mereka. Aku merupakan tentara nazi namun bukan berarti aku adalah simpatisan dari Nazi atau Ideologi Fasisme, justru aku sangat membenci kedua hal tersebut. Aku berperang untuk melindungi bangsaku yaitu Bangsa Jerman dan seluruh penduduk di dalamnya.


 


 


“Carl, cepat angkat karung-karung itu dan bersiaplah untuk berangkat”, keriak kepala yang sedang mempersiapkan senjatanya.


 


 


“Baik kepala desa” Jawab Carl yang segera mengangkut karung-karung hvede (tanaman yang mirip dengan gandum)


 


 


“Semuanya sudah siap ?, kita berangkat sekarang” peritah kepala desa kepada kami.

__ADS_1


..........................................................


__ADS_2