
POV Carl…………………
Saat ini kami sedang dalam perjalan untuk menjual hasil panen desa, untuk mencapai Kota Whiterun kami harus mengitari Hutan Morke agar terhindar dari serangan monster.
Aku berada di gerobak kuda paling belakang bersama Bennet, setelah 1 bulan tinggal di desa aku dan Bennet sudah menjadi teman dekat, kami juga sering berlatih beladiri bersama teknik bertahan Bennet adalah yg terbaik di desa, tapi serangannya tidak sebaik teknik ku .
Selama di perjalanan kami berbincang mengenai berbagai hal, seperti politik kerjaan, wanita, dan hal-hal tidak penting lainnya.Bennet memberitahuku kalau dia sedang jatuh cinta dengan salah satu gadis desa. Namanya adalah Cristine adik dari Milo. Sebetulnya aku
sudah tau dari dulu, karena saat Bennet berbicara dengan Cristine dia selalu gerogi dan berkeringat dingin, sepertinya dia kurang berpengalaman dengan wanita.
“STOPPP!!!” teriak salah satu penduduk desa
Ternyata jembatan di depan kami rusak dan tidak dapat di lewati oleh gerobak.
“Sepertinya jembatannya rusak karena terkena banjir bandang tadi malam, satu-satunya jalan adalah melewati Hutan Morke” ucap kepala desa.
“Tapi ayah, itu sangat berbahaya”ucap Bennet
“Kita tidak bisa kembali kedesa sekarang, sebentar lagi malam dan itu akan jauh lebih berbahaya. Goblin dan Draugr aktif dimalah hari dan itu akan jauh lebih berbahaya” Jawab kepala desa.
Goblin merupakan mahluk hijau yang menyerang ku saat pertama kali datang ke dunia ini, sedangkan Draugr adalah mahluk yang tercipta dari tentara atau pasukan yang mati saat berperang di Hutan Morke dahulu kala. Mereka sangat berbahaya karena kemampuannya menggunakan senjata dan bertempur dalam sebuah formasi, terkadang ada juga yang mampu menggunakan sihir.
Karena kami tidak dapat melewati jembatan maka kami memilih untuk menggunakan jalur yang melewati hutan Morke, sebetulnya jalur ini
merupakan jalur tercepat tetapi dikarenakan harus melewati Hutan Morke, membuat jalur ini jarang sekali digunakan karena cukup berbahaya.
“Tetap siaga” perintah kepala desa.
Kamipun mulai memasuki Hutan Morke, sebetulnya Hutan Morke secara fisik tidak memiliki perbedaan dengan Hutan tempat aku ditransfer, tapi entah kenapa hutan ini jauh lebih menakutkan karena memiliki aura yang sangat kelam.
Setelah 10 menit, akhirnya kami berhasil keluar dari Hutan Morke. Kami sangat bersyukur karena berhasil keluar dari hutan itu dengan selamat, dari semua tempat yang pernah aku datangi di Dunia ini Hutan Morke adalah yang terburuk, perasaan yang aku rasakan sama persis dengan saat aku
berada di kamp konsentrasi dan Kota Stalingrad.
……………………………………..
Setelah 10 jam kami melakukan perjalanan dari Desa dan 1 jam setelah keluar Hutan Morke, akhirnya kami sampai juga ke Kota Whiterun. Kota pertanahan yang menjadi benteng kedua
setelah Tembok pertahanan di Lembah Alpen.
Saat di gerbang kami di periksa secara ketat, sebelumnya aku kira kami harus membayar uang masuk kota, tapi ternya tidak. Menurut Kepala
Desa kebijakan pembebasan biaya masuk Kota telah ada sejak Raja Hannibal Volantis, kebijakan itu bertujuan untuk memperlancar & mendorong perekonomian di Kerjaan Volantis dengan menciptakan pasar bebas. Ia murapakan raja sebelumnya, ia adalah Raja telah membuat Kerajaan Volantis sejajar dengan kerjaan besar lainnya. Namun sayang saat ini sedang
terjadi perebutan kekuasaan antara Raja yang sekarang yaitu Raja Balar Volantis dan Pangeran ke 3 yaitu Tywin Volantis.
Didalam kota terdapat banyak orang yang berlalu lalang, banyak pedagang yang menjual berbagai macam barang di grobak mereka masing-masing. Setelah berhasil menjual hasil panen desa kami mendapatkan 50000sp.
Mata uang di dunia ini mirip dengan mata uang yang ada di bumi sebelum jalan modern. Dunia ini mengunakan 1 jenis mata uang internasiaonal yaitu septim atau di singkat sp. Untuk jenisnya di bagi menjadi 6 jenis yaitu :
__ADS_1
Koin tembaga \= 1sp
Koin tembaga besar \= 2sp
Koin perunggu \= 10sp
Koin almunium \= 50sp
Koin perak \= 500sp
Koin emas \= 5000sp
Untuk perbandingan 1 koin tembaga dapat membeli 2 potong roti besar, 1 koin aluminium dapat memenuhi kebutuhan seminggu sebuah keluarga biasa, 3 koin emas adalah gajih pertahun seorang tentara perpangkat kriger (prajurit biasa).
Berbicara mengenai militer, menurut Kepala Desa walaupun Kerajaan Volantis merupakan negara
dengan luas wilayah tidak terlalu besar tetapi secara kekuatan militer Kerajaan Volantis berada di peringkat ke 3 dan masih lebih kuat dari Kerajaan Suci Vaegris yang berada di peringkat terakhir dari 7 negara di benua Tamriel, hal tersebut di sebabkan karena 90% tentara Kerajaan Volantis merupakan tentara propesional yg sangat terlatih.
Berdasarkan informasi yang aku dapatkan. Aku membuat haerarki negara berdasarkan beberapa aspek :
Berdasarkan Kekuatan militer :
Kekaisaran Agung Nord
Kerajaan Aragon
Kerajaan Volantis
Aliansi Eiden
Republik Genoa
Kerajaan Suci Vaegris
Berdasarkan Kekuatan Ekonomi :
Kekaisaran Agung Nord
Kerajaan Aragon
Republik Genoa
Kerjaan Volantis
Kerajaan Elsweyr
Kerajaan Suci Vaegris
Aliansi Eiden
__ADS_1
Setelah berhasil menjual hasil paneh, kami berecana untuk berkemah di luar benteng pertahanan, hal ini disebabkan karena tingginya harga sewa penginaman di dalam kota menyebakan banyak orang yang berkemah di kawasan perkemahan di luar benteng karena biaya yang jauh lebih murah. Kami berencana untuk kembali ke Desa besok karena hari yang sudah mulai gelap dan akan sangat berbahaya jika kembali kedesa sekarang.
Aku dan bennet diberitugas untuk mencari kayu bakar di sekitar perkemahan, dan yang lainnya bertugas menyiapkan makanan dan mendirikan tenda. Kami mencari kayu bakar disekitar benteng, kebetulan disana terdapat hutan tidak
jauh dari benteng.
KYAAAAAA
Saat kami sedang mengumpulkan kayu bakar terdengan suara terikanan dari dalam hutan, Kamipun langsung bergegas mengecek sumber suara. Terlihat ada seorang Wanita kurang lebih berumur 20an sedang berhadap dengan
3 ekor Grey Wolf. Ketika ketiga grey wolf itu hendak menyerang sang wanita, Aku dan Bennet langsung menyerang 2 Grey Wolf yang paling kecil. Kami berdua berhasil melumpuhkan ke 2 grey wolf itu dengan tombak dan pedang yang kami bawa.
Sedangkan grey wolf yang paling besar, menjauh dari kami saat melihat bawahan nya berhasil di lumpuhkan. Sepertinya dia adalah pemimpin dari kawanan grey wolf tersebut.
Ketika Bennet mencoba menusuk sang pemimpin Grey Wolf dia langsung menghindar dan mencoba melancarkan serangan balik kearah Bennet menggunakan cakar tajamnya. Untung saja aku berhasil menahan serang itu sebelum negenai Bennet.
“hey kawan, sebaiknya kau jangan gegabah. Dia bukan monster yang lemah” ucap ku kepada Bennet yang masih terkejut karena hampir tewas.
“Maaf aku gegabah tadi” balas Bennet yang sudah mulai tenang.
Saat ini kami menggunakan formasi yang telah kami latih selama ini. Dalam formasi tersebut Bennet bertugas sebagai penarik perhatian musuh sedangkan aku bertugas untuk menyerang disaat musuh terfokus pada Bennet. Bennet menyiapkan perisai dan pedang gladiusnya dan mulai menyerang musuh.
Ilustrasi Pedang Gladius
Selagi grey wolf terfokus kepada Bennet aku melemparkan tombak yang aku bawa kea rah grey wolf itu, serangan tersebut berhasil mengenainya dan mengakibatkan Gerakan grey wolf itu memfokuskan perhatiannya kepada ku.
Bennetpun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu ia menusuk bagian perut sang monster, serangan itu membuat sang grey wolf roboh ke tanah. Aku berlaliri kearah grey wolf untuk mengambil serangan terakhir, aku berhasil menusuk dan merobek leher sang monster, grey wolf tersebut langsung mati seketika.
Aku mendatangi Wanita yang tadi berteriak, ia memiliki penampilan seperti bangsawan, terlihat dari armor dan pakaian yang ia kenakan.
“apakah nona baik baik saja ? apakah ada bagian tubuh nona yang terluka” tanya Bennet yang mencoba menyakaan keadaan sang gadis bangsawan ini.
“ya aku baik ba….”
“Sebaiknya kita segera keluar dari hutan ini, aku merasa tidak aman berada disini” ucapku yang memotong perkataan wanita bangsawan itu
Kamipun langsung bergegas keluar dari hutan, aku merasan perasaan yang tidak enak. Ini perasaan yang sering aku rasakan saat ada musuh di dekatku, bukan hewan buas ataupun moster tapi manusia yang memiliki niat jahat.
WHUUT !!!!!
Terdengan suara panah dari arah kiriku, untung saja aku berhasil mendorong sang wanita bangsawan sebelum anak panah mengenainya.
“ADA 3 ORANG MUSUH DI DEPAN!!!!” teriak Bennet yang sudah dalam posisi tempur
3 orang musuh itu memakai pakian serba hitam,
sepertinya mereka diutus untuk membunuh wanita bangsawan ini. Dari aura yang mereka keluarkan sepertinya mereka bukan lawan yang mudah untuk di kalahkan.
__ADS_1
DOOR!! DOOR!! DOOR!!