The Day After

The Day After
Latar Belakang


__ADS_3

Cerita ini tidak mengandung opini ataupun konspirasi terhadap relitas sekarang, melainkan argumen dan skenario yang disampaikan hanya untuk kepentingan cerita.


Selamat membaca:)


Tatanan berubah. Dalam sekejap semua keteraturan itu berubah menjadi kekacauan. Dan pada akhirnya, mengulang peristiwa masa lalu yang selalu kita coba lupakan.


***


Corona, atau akrab disebut Covid 19. Yang manapun namanya tetap tidak mengubah fakta bahwa, virus ini membawa perubahan. Bagaimana tidak? Ribuan orang meninggal berturut-turut. Setiap hari jumlah pasien positif selalu bertambah, mengalir deras dari ribuan hingga puluhan ribu. Setiap orang diharuskan berada di rumah, membuat aktivitas kerja berkurang drastis. Perusahaan banyak yang tutup, gulung tikar lantaran tidak sanggup. Beberapa ada yang masih bertahan, namun satu hal yang mereka hasilkan. Adalah tumpukan para pekerja yang terbuang, menganggur, diputus kerja secara paksa karena keadaan.

__ADS_1


Adakah akhir dari virus ini? Tentu ada. Tapi pada saat itu terjadi, masalah baru akan datang segera, dan membawa dampak lebih besar dari virus itu sendiri.


Pemulihan bukanlah hal yang mudah. Terutama ketika sektor yang paling besar terkena dampak adalah sektor ekonomi. Produksi terhambat, produksi turun. Mobilitas terhambat, distribusi turun. Dan tidak ada barang, tidak ada konsumsi. Maka situasi semacam inilah yang membawa negara kita kembali ke era, dua puluh dua tahun yang lalu.


***


Saya menulis cerita ini, secara pribadi, sebagai bentuk nyata dari pemikiran saya semenjak dimulainya WFH ini. Fokus saya bukanlah pada Corona, melainkan kepada bayangan situasi, setelah Corona ini selesai. Apa yang terjadi dengan orang-orang yang di PHK? Bagaimana dengan mereka yang lapangan pekerjaannya tertutup? Bagaimana mereka yang kelaparan lantaran tidak bisa keluar untuk bekerja? Semua itu adalah bentuk keresahan, yang jika terus ditumpuk suatu waktu dapat meledak.


Saya tahu mungkin kondisi akan berubah. Mungkin saja nanti kejadian nanti tidak akan separah cerita ini, atau bahkan tidak jadi sama sekali. Namun sekali lagi, cerita ini hanyalah fiksi. Jika menjadi kenyataan, tolong jangan kaitkan dengan saya. Namun jika tidak, maka syukurlah. Jadinya saya tidak perlu berurusan dengan sesuatu bernama konspirasi.

__ADS_1


***


Maaf untuk para pembaca sebelumnya. Awalnya Lord Saga hanya sebuah karya iseng yang saya tulis semata untuk kesenangan sementara, sehingga idenya pun masih mentah dan terkesan meniru karya lain. Oleh karena itu saya memutuskan untuk tidak melanjutkannya dan memulai sebuah cerita baru, dengan ide yang lebih segar dan alur yang sudah tersusun matang. Mohon maaf sekali lagi atas ketidakkonsistenan saya dalam menulis. Saya harap, dengan memulai cerita baru ini, anda dapat menikmatinya.


Sekian dari saya, selamat membaca :)


xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx


xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx

__ADS_1


xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx


__ADS_2