
Mentari mulai terbit, walau tak terlihat karena tertutup dinding tebing, cahaya matahari dapat dirasakan berkat cermin yang dipasang disisi tebing untuk memantulkan sinar kebawah, alhasil, kondisi desa tetap hangat, di desa juga ditanami banyak tumbuhan untuk menyuplai oksigen, dibagian atas tebing terdapat sebuah elevator untuk memudahkan transportasi naik turun, namun itu tidak gratis, maka dari itu kebanyakan memilih jalan kaki walau harus menanggung lelah, terkecuali jika ada orang yang akan pindah, maka elevator akan disewakan setengah harga demi kebaikan warga yang hendak pindah dengan banyak barang.
Tak hanya itu, berkat desa yang berada jauh dibawah ini, membuat profesi penambang adalah profesi terbaik disini, kekayaan tanahnya begitu melimpah, meski harus bekerja keras, hasil yang didapatkan cukup memuaskan untuk membayar rasa lelah itu, tak ada batasan usia untuk bekerja, namun orang dapat bekerja di pertambangan hanya dengan kemauannya sendiri, jika terdapat paksaan, orang yang dipaksa bekerja tersebut akan dibawa ke balai kota, dan diberi tempat tinggal sementara, tergantung dari jenis paksaan, jika ia dipaksa karena kondisi orang terdekat tidak mumpuni bekerja atau memiliki kekurangan dan penyakit tertentu, orang itu diperbolehkan bekerja, tentunya dimintai bukti, namun jika diancam oleh seseorang yang sehat sehat saja kemudian meminta hasil upah kerja, maka orang itu akan ditangkap dan ditahan di penjara bawah tanah selama setahun,
syukurnya selama ini belum ada laporan kejahatan seperti itu, walau kecil, peraturan desa ini cukup ketat, mulai identifikasi sebelum memasuki desa, dan larangan membuang sampah sembarangan.
Selain penambang, ada banyak profesi yang menghasilkan banyak uang, mulai dari yang terbanyak ialah Pemburu, karena harus berburu hewan diatas sana, maka pemburu memberi tarif yang lebih mahal kepada pedagang daging, lalu pedagang daging berhak menjual 20% lebih mahal dari harga asli, disebabkan hewan liar yang dapat diburu tidak ada di desa ini, satu satunya cara menikmati kelezatan daging ialah menyewa jasa pemburu, dan berternak sendiri.
Kedua adalah petani atau tukang kebun, tanah di desa Airkham sangat subur untuk ditanami, biasanya petani dan tukang kebun menjualnya kesebuah Balai pasar, sebuah bangunan khusus yang menerima penjualan petani, kurang lebih seperti pasar namun semuanya dilayani oleh satu pemilik,
harga makanan vegetarian memang murah, namun banyaknya permintaan membuat profesi ini mendatangkan banyak uang, terlebih tidak semua orang bisa bercocok tanam dengan daerah ini, diperlukan ketekunan dalam menjaga tanaman agar tetap segar.
Pekerjaan disini kebanyakan menggunakan tenaga dibanding otak, maka dari itu sekolah lebih mengajarkan ketangkasan daripada pelajaran, hanya beberapa materi umum yang dipelajari disini, seperti berhitung pertambahan hingga pembagian, bahasa dan pelajaran seni, walau sedikit peminat, karya seni ciptaan desa ini sangat pantas diperjual belikan, hingga beberapa datang ke desa ini demi membeli karya seni tersebut, namun sayangnya warga desa sendiri kurang minat akan karya seni.
'Maafkan Aku Kakak'
"TIDAA—agh"
"Hei kenapa kau? mimpi basah?"
"Ah maaf, tunggu kau bilang apa tadi?"
"Tidak ada, duduklah disana sebentar lagi sarapan akan siap"
"ah baik"
Claudia sedang asik bermain dengan perabotan masak, kulirik jendela pemandangan pagi hari di desa ini cukup berbeda, terasa seperti sore menuju siang lalu pagi, mungkin karena keterbalikan arah cahaya akibat cermin, tapi asalkan masih ada cahaya itu tak dipermasalahkan.
"Claudia kau ternyata orang yang hebat ya"
"um, hebat?"
"Kau bisa menggunakan berbagai sihir tanpa pelafalan, bahkan kau mengetahui kekuatan roh milikku, terlebih kau juga memiliki insting bertahan hidup yang tinggi"
"Haha apakah itu disebut hebat?"
"Tentu saja !! aku juga ingin seperti mu"
"Yah, tidak mudah menjadi sepertiku, pelatihan keras, melakukan percobaan yang membahayakan nyawa dan dikurung disebuah kapsul tanpa makanan selama lima bulan, syukurnya aku bisa bertahan, aku memang sempat merasa akan mati, tapi itu semua lenyap saat aku bertemu seseorang, yang memberiku harapan hidup..."
"Sudah kuduga kau orang yang hebat"
"Haha kunci menjadi hebat itu ialah tekun belajar, dan Rajin bekerja.. kita bicarakan itu lain kali, ayo sarapan"
Claudia membawakan dua piring berisi hasil masakannya, tercium aroma rempah rempah yang harum yang menusuk indra penciumanku, membuat nafsu makanku bangkit seketika.
"Yah Maaf jika kurang—"
"Whuaa Lezat sekali !! masakan ini mirip masakan kakakku!!"
"Hee baguslah aku kurang percaya diri akan masakanku, karena aku selalu kalah memasak bersama seniorku"
"Tidak, ini sungguh enak !! aku sangat beruntung bisa merasakan masakan lezat ini, karena sudah lama aku tidak merasakannya"
"Ya ini berkat seniorku yang mengajariku memasak"
"Senior? lalu dimana dia?"
"Ntahlah, aku tak mendengarkan kabarnya akhir akhir ini"
"Begitu ya, aku harap senior mu baik baik saja"
"Dia pasti baik baik saja, aku yakin"
Kami melanjutkan sarapan, Claudia... kau sungguh orang yang luar biasa, beruntung sekali aku bertemu dengannya.
Setelah sarapan aku keluar bersama Claudia, berniat mencari pekerjaan, kami memutuskan untuk menetap disini beberapa waktu.
Saat pertama sampai disini, warga desa awalnya takut pada kami, lalu kami dibawa ke balai desa, syukurnya, Kepala suku mengenal Claudia, dan kami dibebaskan, jantungku berdetak sangat kencang saat itu.
"Hei Claudia pekerjaan apa yang akan kita cari?"
"Eh kenapa kau bertanya padaku? kau boleh memilih pekerjaanmu sendiri"
"Aku akan mencari pekerjaan yang sama denganmu, apapun itu"
"apa kau yakin?"
"tentu saja ! aku ingin menjadi sepertimu maka aku harus mengikuti jalanmu"
"pekerjaan yang kucari adalah pemburu, yah karena aku lebih suka pekerjaan yang banyak aktifitasnya"
"berarti kita akan naik turun !!?"
"em? memang, makanya aku bertanya padamu, apa kau yakin?"
"Sepertinya tidak masalah, aku ikut"
"Keberanianmu boleh juga, kita akan memburu hewan lalu menjualnya ke toko jagal, jumlah pemburu di desa ini cukup sedikit, maka dari itu kita bisa berburu dengan santai namun dengan hasil yang pasti"
"Kau sampai memikirkan hal seperti itu"
"Begini begini aku benci kekalahan loh, jika kalah aku biasanya menantang ulang. Pertama kita akan ke Balai desa dan meminta kartu yang berfungsi sebagai sertifikat izin keluar masuk desa"
Aku dan Claudia berjalan menuju Balai desa, dijalan, aku merasa kagum akan desa ini, hidup yang damai, tak ada suara bising yang mengganggu.
Sampai di balai desa, kami disambut kepala suku dan beberapa faktor penting seperti kepala polisi dan kepala perdagangan, Rapat?
"Oh hai nak Claudia, apa ada yang perlu kami bantu?"
"ah ini, kami ingin menjadi pemburu di desa ini, tapi kami tidak memiliki kartu sertifikasi, bolehkah kami meminta tuk dibuatkan?"
"Tentu tentu, untuk dua orang?"
"iya dia juga ingin menjadi pemburu bersamaku"
"Oh baiklah, masuklah ke bagian administrasi, tapi kalian harus mengantri karena banyaknya pengunjung blakangan ini membuat administrasi sibuk mengurus pembuatan sertifikasi"
__ADS_1
"Hmm begitu ya, kau—"
"Biar aku saja, aku yang akan mengantri, Claudia bersantailah disini"
"tidak usah biar aku saja"
" aku merasa tidak enak padamu, perencanaan kabur hingga membuatkan sarapan semuanya kau yang mengurusnya, setidaknya aku ingin berguna untukmu"
"hmm jika itu keinginanmu yasudah, mengantri yang baik ya"
"Baiklah !"
Aku berjalan menuju koridor administrasi, terdapat beberapa orang, sekitar sebelasan, kurasa.
Setelah beberapa menit, giliranku akhirnya tiba, aku berjalan mendapat, gadis administrator berkacamata mengambil sebuah kartu dan memasukkannya ke sebuah mesin khusus pencetak.
"Selamat Pagi tuan, ada yang bisa kami bantu?"
"ah itu, aku ingin membuat dua buah kartu sertifikasi keluar masuk desa"
"dua? baiklah"
"Namaku Mikasa Reika, dan satu lagi untuk Claudia Ashtar"
"Claudia !!? apa dia masih disini!!?"
"Ah iya dia sedang bersama kepala suku"
"Baiklah kalau begitu!"
Dia tampak bersemangat setelah mendengar Claudia, dia orang yang terkenal juga ternyata.
Gadis administrator ini cantik juga, apa dia penggemar Claudia?
"Mikasa Reika dan Claudia Ashtar?"
"iya benar"
"Baiklah ini kartumu dan Claudia"
Aku mengambilnya dan berbalik, memulai langkah menuju tempat Claudia dan kepala suku, lalu gadis Administrator itu membuka pintu, dan ikut berjalan diblakangku, namun sedikit tergesa gesa, sudah kuduga penggemarnya.
Aku membuka pintu dan terlihat Claudia sedang berbincang bincang dengan Kepala suku.
"Kak Claudia !?"
"Kakak!?
" Oh apa kabar Shaya?"
"Baik ! sangat baik!! Kakak sendiri?"
"Tunggu kau bilang kau tak memiliki keluarga lagi!?"
"haha dia ini bukan adik kandungku, kami kenal sejak lama dan dia lebih muda jadi dia memanggilku kakak padahal sudah kusuruh memanggil namaku langsung"
"Woiyadong, Shaya mohon maaf setelah sekian lama tak bertemu, tapi aku harus pergi, jika tidak nanti malam kami berpuasa"
"Mau bekerja?"
"Yaps, kami harus rajin bekerja mulai sekarang"
"Rajin pangkal kaya benarkan"
"kau masih mengingatnya, baik sekali"
Setelah meminta tanda tangan kepala suku, kami memutuskan pergi keatas, mendaki terjalnya ratusan anak tangga, dengan sedikit bantuan sihir Claudia, tubuh kami terasa sedikit lebih ringan sehingga tak terlalu lelah sampai diatas.
Sampainya diatas, pertama kalinya aku melihat pemandangan sedamai ini, dataran yang ditumbuhi rumput hijau, tak ada bangunan atau apapun, hanya ada sebuah pondok peristirahatan, ada beberapa orang juga disana sedang melepas lelah, mungkin ia pemburu lain.
"Ayo menebang pohon !"
"Ayo-tunggu untuk apa!?"
"Hmm? untuk membuat senjata"
"bukankah lebih simpel menggunakan sihir? lalu kenapa susah susah menebang pohon?"
"membunuh hewan dengan sihir terlalu simpel, kalau ada yang susah kenapa cari yang mudah?"
"tapi bukan berarti kita harus menebang pohon kan !!? lalu dimana kita mendapatkan alat untuk menebang !!?"
"dimana semangatmu tadi siang? apa mendaki anak tangga membuatmu menyerah? lihat saja apa yang akan kulakukan"
"Terserahlah"
Claudia mendekati sebuah pohon yang lumayan besar, ia menyentuh dan meraba pohon itu, kemudian ia memejamkan matanya, memfokuskan diri pada pohon, sihir? lalu ia menekan pohon itu dan pohon itu langsung berlubang, sungguh kekuatan yang luar biasa.
"Keren, apakah itu sihir angin?"
"Tepat sekali, memanfaatkan angin untuk membuat gelombang tekanan secara bersamaan akan menimbulkan daya ledak yang cukup kuat untuk menghancurkan kayu bahkan batu"
Claudia mengulangi tekniknya tadi dan membuat pohon itu tumbang, setelah tumbang, Claudia kembali memfokuskan diri, dan menggenggam sesuatu namun tak memegang apapun, lalu tiba tiba aku mengerti, ia menggunakan sihir angin lagi untuk membuat sesuatu untuk menyayat batang pohon ini, tak lama, terbentuk sebuah belati, memang tak terlihat namun aku bisa merasakan belati itu, Claudia mulai membersihkan kulit kayu dengan belatinya.
"Nee Claudia, apa kau sebelumnya pernah mendapatkan transfusi darah dari darah murni Einsbearn?"
"Hmm? iya, memangnya ada apa?"
"Sulit dipercaya penyhir penerus bisa sehebat dirimu"
"Yahh sebenarnya aku sedikit melakukan percobaan pada tubuhku terutama jantungku, aku meminta seorang profesor untuk melakukan sesuatu pada jantungku yang mudah panik, jantungku berdetak lambat lalu tiba tiba cepat, membuat pikiranku kacau, maka dari itu aku meminta untuk menstabilkan namun gagal, dan jadinya jantungku berdetak begitu lambat, ajaibnya aku hidup normal, namun satu kelebihan yang kumiliki ialah ketenangan, walau gagal, aku merasa seperti berhasil, setidaknya aku tak mudah panik lagi"
"oh mungkin karena itu kau bisa mengambil keputusan dengan penuh perhitungan"
"bisa jadi, oh iya lalu kenapa kau bertanya tentang itu?"
"Hmm tidak, aku hanya kagum akan sosokmu yang serba bisa"
__ADS_1
"Benarkah? aku juga tidak menyangka aku bisa seperti ini"
"Claudia apa kau pernah mendengar cerita Einsbearn?"
"Hmm pernah, seniorku menceritakannya padaku"
"lalu... apa kau membenci Einsbearn?"
"... tidak, tapi jika dibilang tidak juga bukan, mungkin terlebih biasa saja atau tidak peduli, aku tidak membenci, juga tidak suka pada mereka"
"Begitu ya"
"Aku sudah tau, kau memiliki Darah murni Einsbearn, tenang saja aku tak akan membocorkannya"
"A-apa!? bagaimana kau bisa tau?"
"Sejak di penjara, aku tak sengaja melihat simbol di punggungmu itu, awalnya aku belum percaya, namun melihat kekuatan dan kenyataan kau memiliki roh, aku mulai yakin, kau Berdarah murni Einsbearn"
"...bagaimana pendapatmu"
"hmm? tentang apa?"
"Aku yang seorang Einsbearn"
"Tidak ada, aku akan menganggapmu partner seperti biasa, aku juga takkan menyebut nyebut kata einsbearn lagi, mungkin aku sedikit senang bahwa partner ku seorang penyihir berdarah murni Einsbearn, ambil ini"
"Whuaa keren sekali, pedang yang sempurna!"
"Haha kau gunakan itu untuk berburu"
"Lalu kau?"
"aku sudah membuat milikku, lihatlah"
"Waah sebuah Busur!!?"
"yaps, sayangnya tak ada tali busur jadi aku memakai sihir angin untuk membentuk tali angin, untuk anak panah aku hanya bisa membuat enam buah"
"Pemanfaatan sihir yang hebat"
"Haha di alam liar kita harus menggunakan otak sebaik mungkin, ayo kita cari hewan yang bisa diburu"
Ada banyak hewan disekitar sini namun kami hanya mencari yang jumlahnya ganjil, jika genap, kemungkinan mereka dapat berkembang biak sekaligus mencegah kepunahan alam.
Aku berlari mendekati target, pedang kayu ini kuberi sedikit sihir petir, agar memudahkanku melumpuhkan target, diikuti Claudia mensupport dengan busur anginnya, ternyata Claudia cukup ahli dibidang membidik, anak panahnya tak pernah meleset satupun.
Hari mulai gelap, Claudia dan aku telah menyelesaikan pemburuan hari ini, sisa batang kayu tadi kami buat menjadi gerobak, lalu menariknya hingga kebawah, karena hasil buruan yang cukup banyak membuat kami harus membuat gerobak ini, cukup susah dibagian menarik di anak tangga, namun sekali lagi berkat sihir angin Claudia, tubuh kami jadi ringan begitu juga gerobaknya, sehingga kami sampai dibawah tanpa lelah.
Sampai di desa, kami menuju toko jagal, tempat dimana hewan hasil buruan akan dipotong menjadi daging yang berukuran sedang, bisa dibilang mereka membeli hewan buruan kami, lalu memprosesnya dan menjualnya ke Balai Dagang.
"Seratus leims untuk satu hewan buruan? yang benar saja, mahal sekali!!"
"Benarkan? makanya aku memilih pekerjaan ini, menyenangkan dan cepat kaya"
"Selain menyenangkan dan menghasilkan uang yang banyak, sekaligus berlatih menggunakan senjata, benar benar pekerjaan yang cocok denganku"
"Tepat sekali, baik ayo kita merayakan penghasilan pertama kita untuk makan makan di bar!"
"Ayo !!"
The Heart#3
Rajin pangkal kaya
...Hei kasih komentar dong !...
...Bagaimana ceritanya ? membosankan ? yah apapun itu ungkapkan di kolom komentar ya !...
...jika suka, klik tombol hati, melakukan itu sama halnya membantu saya meneruskan imajinasi saya ini, bila ingin share, silahkan, saya merasa sangat terbantu jika ada yang mau melakukanya, Sekian Terimakasih....
Bagian informasi
Sihir Angin : Memanfaatkan tekanan angin untuk apapun, kita bisa mengubah angin menjadi senjata, sihir pendukung dan zirah, maka dari itu sihir angin disebut sihir terkuat.
Balai desa Aikham
Bangunan besar yang terletak ditengah tengah desa, bisa dianggap pusat bantuan, karena semuanya yang berkaitan dengan izin ada di bangunan ini
Balai Pasar Airkham
Sebuah bangunan yang khusus menerima penjualan dan pembelian, pihak Balai pasar akan membeli segala jenis barang yang sudah diproses.
contohnya Pemburu menjual hasil buruan ke rumah jagal , kemudian rumah jagal akan memotong motong daging kemudian menjualnya ke balai pasar, di balai pasar, daging itu akan dijual ke konsumen.
Rumah Jagal
Sebuah tempat untuk para pekerja daging, mereka memotong motong daging sesuai ukuran kemudian mengemasnya dan menjualnya ke balai pasar, terkadang rumah jagal menerima pesanan langsung untuk memotong daging ternak.
Leims
adalah mata uang.
Leims awalnya bernama Lei, namun terdengar janggal kemudian diubah menjadi leims, 1 leims sama dengan seribu rupiah.
Leims dulunya kepingan koin dari emas, namun berubah menjadi kepingan perak lalu diubah lagi menjadi kepingan perunggu, dikarenakan banyaknya jumlah leims yang diproduksi membuat bijih emas terkuras, demi terjaganya kondisi alam, maka diubah menjadi perunggu yang jumlahnya melimpah.
...11 Oktober...
...Reika Hoshi...
...Shin Namasti...
...(Visualisasi sementara)...
...15 Juli (birth date)...
__ADS_1