The Heart

The Heart
Sihir pasif


__ADS_3

Mentari telah terbit, ku dan Claudia sudah selesai sarapan dan pergi bekerja.


Sampai ditangga, kami melakukan sebuah ritual, ritual khusus untuk menghilangkan jejak sihir, karena kemarin kami bertemu dengan gadis penyihir yang aneh, Claudia berpikir jika ada penyihir kemungkinan ada fraksi gereja.


Claudia berfokus pada lingkaran sihirnya, aku memastikan tak ada orang, angin mulai berhembus, saat mengucapkan mantra, Claudia sangat berkeringat, ia seperti memaksakan sihirnya, namun tiba tiba ia tersenyum dan melihatku.


"Selesai!"


"Apa kau yakin ini akan menyembunyikan jejak sihir kita Claudia?"


"Seharusnya iya, karena mantra ini diajarkan turun temurun oleh keluarga ashtar"


"Sihir keluargamu? keren"


"Haha pasti!, baiklah sekarang ayo ke toko senjata"


"ay-tunggu bukankah kita akan berburu? lalu kenapa pergi ke toko senjata?"


"aku ingin melakukan sedikit ekspedisi ke gua trhitansa"


"Ekspedisi?"


"Yaa ! kita akan menjarah markas monster, disana terdapat banyak sekali berlian, jika dijual berlian itu bisa seharga ribuan leims"


"Waw benarkah!? lalu kenapa kita tak pergi dari awal!?"


"Ini tak semudah yang kau bayangkan bodoh !, kabarnya terjadi perubahan pada gua itu, mulai dari rute serta penjaganya, satu hal yang kutakutkan adalah berlian itu juga berubah, jika didalam gua hanya ada emas, itu sama saja kita bekerja rodi"


"Apa emas tidak mahal?"


"Parahnya lagi emas itu tak bisa dijual, karena tak bisa dihancurkan, artinya tak bisa dijadikan perhiasan"


"emas macam apa itu"


"Ntahlah, geolog sedang meneliti emas itu bertahun tahun lalu tapi tak menghasilkan apapun"


"Tapi Claudia, aku tetap ingin pergi kesana"


"Tentu saja ! karena aku sudah memperhitungkan strategi untuk menjarah gua itu"


"Baiklah"


Claudia mengambil dahan kayu, lalu ia menggambar garis ditanah berbentuk huruf T, lalu ia menulis 'Utama, seketika aku mengerti, itu adalah rute utama gua trhitansa, jika rutenya berbeda berarti rumor berubahnya rute itu memang benar, Claudia lanjut menggambar dan menggambar sebuah tanda X di kedua ujung jalur, setelah itu ia menggambar garis lagi dari kedua ujung T tersebut, garis pertama berbentu miring, lalu garis kedua miring hingga mencapai titik ujung garis pertama, sehingga bentuk segitiga, di ujung segitiga ia membentuk huruf S.


"ini adalah jalur utama, tanda x ini adalah dimana kita bisa mengambil kunci untuk membuka peti yang berisi hadiah tersebut, lalu untuk menemukan peti tersebut, kita harus pergi ke tanda s, tapi di tanda s ini akan sedikit berbahaya, karena dijaga oleh monster bernama Ogre, Ogre digolongkan monster menengah, walau begit kita harus tetap berhati hati, setelah membunuh ogre, seharusnya pintu menuju peti harta terbuka dengan sendirinya, setelah kita mengambil harta jarahan, pintu akan tertutup secara otomatis, dan peti tersebut akan terkubur, jadi kita harus cepat cepat keluar setelah mengambil harta tersebut, mengerti"


"Tidak sama sekali tapi ayo lakukan!!"


"Kau ini, pertama aku ingin membeli Dagger, dan sebuah busur, aku sudah melihat lihat sebelumnya, dan akhirnya aku jatuh cinta pada sebuah Dagger putih"


"Kalau aku, aku ingin membeli sebuah pedang normal, dan mungkin aku perlu sebuah belati untuk jarak dekat"


Kami sampai di balai pasar, kami mengelilingi bangunan tersebut, tapi kami tak menemukan barang tujuan kami, Dagger yang diinginkan oleh Claudia telah dibeli seseorang, membuatnya sedikit sedih.


Akhirnya kami memutuskan membeli bahan mentah seperti titanium, besi, emas dan beberapa berlian berkualitas rendah, kami juga membeli sedikit Tiranium, karena harganya cukup mahal, Tiranium ini akan kami gunakan pada ujung dagger, kata ahli geolog, Tiranium dapat meredam getaran, namun tak mengurangi ketajaman dagger, Tiranium memiliki fungsi yang beragam seperti menguatkan bahan yang ada didalamnya, dan juga memiliki ketahanan yang luar biasa, jika kami memiliki uang yang cukup, kami berniat membeli Tiranium yang dapat melapisi dagger secara menyeluruh.


Kami pergi ke belakang penginapan, diblakang penginapan terdapat sungai buatan yang begitu jernih, kami mulai melelehkan bahan seperti emas dan besi, karena dua logam ini dapat dibentuk dengan mudah saat mencapai titik lebur yang berada disekitar 200° Celcius, dengan sihir, kami dengan mudah dapat melelehkannya, lalu kami menggunakan sihir angin untuk membentuk pedang, saat pedang terbentuk, kami langsung mengukirnya dengan sihir multifungsi yaitu angin, tak ingin mengotori air sungai, kami menggunakan sihir air untuk mendinginkannya, tapi sesuatu yang mengejutkanku terjadi, ternyata Claudia menguasai sihir es juga, ia mendinginkan sihir air ku.

__ADS_1


Setelah beberapa menit, pedang dengan desainku sendiri telah jadi, kini tinggal menghiasnya dengan emas dan berlian, sebelum melakukan itu, aku ingin membantu Claudia membuat busurnya, setelah busur terbentuk, kami melakukan teknik yang sama seperti pada pedang, lalu kami masing masing membuat desain dagger kami, disini, terjadi sedikit kebetulan, antara desain daggerku yang kuberi bentuk sayap iblis, dengan dagger buatan Claudia yang berbentuk sayap malaikat pada gagangnya.


Setelah semua desain jadi, pertama kami menghiasnya dengan emas dan berlian, desain busur yang dibuat Claudia sangat keren menurutku, estetika yang luar biasa, namun aku tak mau kalah, dibagian gagang, kuhiasi berlian, dibagian tajaman pedang kuhiasi emas, terlihat menawan, menurutku.


Dua jam telah berlalu, memang tak sesuai rencana, karena senjata di balai pasar tak ada yang menarik perhatian kami.


Karya kami telah jadi, sebuah pedang menawan dan busur yang indah, tidak lupa dengan dua dagger kembar kami, aku memanggilnya Lucifer dan Claudia memanggil daggernya Gabriel,


tak lupa aku juga memberikan nama pada pedangku dengan nama The Heart, sesuai artinya, dia akan melambangkan hatiku, saat aku bersemangat, pedang ini akan membara, jika aku berduka, pedang ini akan sedingin es, lalu Busur Claudia diberi nama Artemis, kata Claudia, Artemis adalah nama dewi pemburu, dengan keahliannya, Dewi Artemis berburu dengan sebuah busur yang selalu mengenai targetnya, selain itu, Dewi Artemis memiliki arti Dewi kesopanan, sesuai busur Claudia, nampak indah menawan dan sopan.


"Saatnya uji coba !"


Claudia langsung berteleportasi ke atas bersamaku, sihir teleportasi memang lebih efisien, tapi kami tak bisa menggunakannya secara terang terangan, terlebih jangkauannya dapat mempengaruhi penggunaan mana.


Sampai diatas, Claudia mengeluarkan sebuah kain, ia membuka kain itu, terdapat sebuah anak panah yang berkilau.


"Silau sekali"


"Ya, Anak panah ini adalah sebuah pasangan untuk Artemisku, anak panah ini sudah kutandai sihir, jadi setelah dilesatkan, anak panah ini bisa kembali ke Artemis, hal yang sama pada Artemis, ia akan kembali ke anak panahnya jika kuperintahkan, sebuah trik yang jitu untuk mencegah busur ini jatuh ke tangan yang salah, aku bisa melacak anak panah ini, tapi aku tak bisa melacak Artemis, maka dari itu aku memberinya sihir"


"Naruhodo, aku mengerti, aku juga menambahkan sihir pada pedangku, tapi aku ada satu permintaan padamu Claudia, pedangku ini akan melambangkan isi hatiku, aku sudah menambahkan sihir api, tapi aku tak bisa menggunakan sihir es, jadi maukah kau mengajarkannya?"


"Sihir es? itu tak perlu diajarkan, aku memakai jimat untuk menggunakan sihir es, aku memiliki tiga, satu milik ayahku, satu adikku, dan satu lagi milikku, kau boleh mengambilnya dua"


"ooh, jadi kau tak bisa menggunakan sihir es?"


"Aku bisa, jimat ini hanya menggandakan sihirnya, jadi jika dihitung, sihirku berganda sebanyak 8 kali, atau secara singkat, jika sihirku hanya bisa dipakai untuk membekukan satu orang, dengan jimat ini aku bisa membekukan 8 orang"


"Jimat yang keren, apa kau tak apa memberikannya padaku? terlebih kau memberikan dua"


"Sihir es adalah sihir air yang dimodifikasi, kau bisa menggunakan sihir es hanya saja terlalu lemah, dengan bantuan jimat ini, mungkin kau dapat mengeluarkan sihir es bahkan mengalirkannya ke pedangmu"


Aku menggenggam pedangku, kufokuskan diriku, ke satu titik pedangku, mengalirkan sihir ke tanganku lalu ke pedang, dengan hati hati tanpa merusak komponen pedang, perlahan tersa dingin, jimat pertama bercahaya, lalu terasa tanganku membeku, tapi tak kaku, jimat kedua mulai bercahaya dan dengan seketika pedangku mengeluarkan cahaya biru, ada dua bola es yang mengitari pedangku, itu adalah tanda jika sihirnya berhasil.


Aku sangat bahagia, aku memiliki pedang sihirku sendiri dengan kerja kerasku sendiri, tentunya juga dibantu Claudia, aku bisa merubah aliran sihir es menjadi sihir api, membuat pedangku memiliki dua fungsi, membekukan musuh dan membakar target, aku juga ingin menambahkan sihir lain, tapi aku takut pedangku yang indah ini hancur karena memuat terlalu banyak sihir, aku juga belum ahli mentransfer sihir ke benda sekitar, akan kuputuskan dilain hari.


Tapi, jauh didepanku, Claudia membuat anak panah dengan lima sihir sekaligus, dia bisa melesatkan panah api, es, petir, air, dan angin,


dengan percaya diri ia menargetkan sebuah pohon, disekitar anak panah terdapat dua bola yang tak kasat mata, sihir angin?


Claudia melepaskan tali busur dan melesatkan anak panahnya, dengan sangat cepat, bahkan lebih cepat dari mata berkedip, anak panah itu menembus batang pohon yang tebal itu, lubangnya cukup gila besar, panah yang hanya sebesar jari, melubangi pohon sebesar kepalaku, jika panah itu mengenaiku tak ada harapan lagi berkata tolong.


Claudia mengangkat tangannya, dan busurnya dengan seketika muncul ditangannya, sihir pemanggil yang hebat.


lalu ia mencoba menarik busurnya lagi, bola tak kasat mata itu berubah menjadi empat bola, dua bola berwarna biru terang dan dua lagi biru tua, aku tau ! Air dan es !


Claudia melesatkan anak panahnya, dan saat menancap ke batang pohon, batangnya sedikit terlubangi, dan terlihat basah terkena air, lalu dengan beberapa detik penjedaan, mekar sebuah bunga es di anak panah itu, yang perlahan lahan membekukan pohon tersebut, tak butuh waktu semenit, pohon itu membeku, dan akhirnya menggugurkan daunnya.


"Hoyaa? kau tak mencoba pedangmu itu?"


"Agh aku terpaku melihat keindahan sihirmu sampai lupa mencoba pedangku, kau lihatlah Claudia !!"


Aku memposisikan pedangku dibawah, kugenggam dengan dua tangan, sihir yang kuaktifkan adalah sihir es, seharusnya pohon yang kutebas membeku seketika.


Ku ayunkan pedangku sekuat tenagaku, dan secepat mungkin, Slash!!, setelah menebas, seketika aku terdiam, terpaku akan hasil tebasan pedangku.


"Oi oi pedangmu itu"

__ADS_1


"Mustahil, aku sudah mengatur aliran sihirnya, tapi kenapa begini"


"Kalau kau membawanya ke gua, akan sangat berbahaya, jika kau bisa menebas lima pohon sekaligus, mungkin kau bisa menebas gunung dengan kekuatanmu"


"Haha kau ada ada saja, mungkin ini akibat dari jimatmu, akan kucoba sihir api"


Dengan menggenggam pedangku dengan kedua tangan, kutebas sebuah pohon, namun hasilnya sedikit mengecewakan, lima pohon terbakar sekaligus, jika begini akan susah menggunakannya ditempak yang sempit,


kucoba kembali namun kali ini tanpa mengaktifkan sihir, kuayunkan pedangku, berharap tak banyak lagi pohon yang kuhancurkan, dan syukurlah, pedangku hanya menebas satu pohon dan sedikit menyayat pohon diblakangnya, sekarang aku mengerti, aku mungkin tak sengaja menambahkan sihir angin pada pedangku, membuat tekanan anginnya menebas jauh lebih luas, sihir angin yang berada di pedangku adalah sihir pasif, ntah bagaimana itu menjadi pasif, artinya, aku bisa menggunakan dua sihir sekaligus, satu sihir aktif yaitu api atau es, satulagi sihir pasif yang selalu aktif saat menebas, dua keuntungan dan satu kerugian, keuntungan pertama, daya serangnya luas, keuntungan kedua, aku tak perlu mengeluarkan sihir ekstra untuk pedangku, namun kerugiannya saat bertarung di tempat sempit, jika aku tak pandai mengatur ayunan pedangku, itu bisa saja menghancurkan bangunan sekitarku.


Akan kucoba pedang ini di gua nanti, jika aku bisa mengaturnya, berarti tak masalah, dan aku mendapat keuntungan, jika tidak, terpaksa aku menjadikan pedangku sebagai senjata pamungkas dan dagger ku sebagai senjata utama, kuharap tidak seperti itu.


The Heart#5


Sihir pasif


...Hei kasih komentar dong !...


...Bagaimana ceritanya ? membosankan ? yah apapun itu ungkapkan di kolom komentar ya !...


...jika suka, klik tombol hati, melakukan itu sama halnya membantu saya meneruskan imaginasi saya ini, bila ingin share, silahkan, saya merasa sangat terbantu jika ada yang mau melakukanya, Sekian Terimakasih....


Bagian informasi


Gabriel


Adalah gadis malaikat suci, Gabriel sendiri memiliki sifat yang sopan, anggun nan menawan, sosoknya sering digambarkan dengan ilustrasi gadis berambut pirang atau blonde.


Lucifer


Adalah nama Raja iblis dari mitologi yang dikenal akan kekejamannya, namun Lucifer juga bisa berbuat baik, Lucifer digambarkan dengan sosok pria tampan namun memiliki mata yang membunuh.


Artemis


Adalah nama dari mitologi, Dewi Artemis dikenal sebagai Dewi pemburu atau Dewi kesopanan, Artemis digambarkan gadis cantik dengan busur sebagai senjatanya, kebanyakan ilustrasi mengaitkan Busur milik Dewi Artemis dengan bulan sabit.


Sihir Pasif


Adalah sihir yang selalu aktif saat digunakan, sedangkan sihir aktif adalah sihir yang harus diaktifkan sebelum penggunaan.


Jimat Sihir


Awalnya, jimat sihir hanyalah sebuah kalung atau perhiasan seperti cincin dan gelang, namun Penyihir Einsbearn menerapkan sihir pada perhiasan mereka, terkadang terdapat jimat yang memiliki kekuatan hebat, seperti jimat abadi dan jimat penangkal sihir, namun saat Einsbearn dihancurkan, jimat jimat ini terkubur didalam reruntuhan, berkat sihir, jimat tersebut tak dapat dihancurkan benda fisik.


Dagger


Adalah nama lain dari pedang namun pedang ini cukup kecil, yaitu belati, selain mudah dibawa, belati lebih efisien saat bertarung jarak dekat, namun tentu saja dibutuhkan keahlian timing saat menggunakannya.


...Reika Hoshi...


...12 Oktober...



..."untuk sementara kek gitu ya :v masih mikir desainnya kek apa :)"...


...(kalo dipencet gambarnya tapi cmn item, itu bukan bug atau kesalahan,...

__ADS_1


...hehe rahasia deh :v)...


"Up Berikutnya ga nentu -_- Kuota Author abis"


__ADS_2