
Melihat situasi yg semakin gawat, Jigen membuat pilihan sulit.
Lari atau tetap melawan walau mat1.
Jigen ingin lari saat ini, mengingat ia masih ada keluarga, tapi saat ia berfikir apa yg terjadi kpd keluarganya saat dungeon break tidak terselesaikan.
Tapi, ia jg ingin tetap melawan, karena bagaimanapun juga masa depan negaranya ada ditangannya.
Tetap lawan.
Note:Perkataan diatas diambil dari pikiran author sendiri terhadap tentara/polisi yg berperang melawan banyak hal, karena walau sudah tahu apa yg ia resiko demi keluarga ataupun negara mereka tetap melakukannya, saya sangat mengapresiasi kan.
Jigen,lust pride, dan lainnya melawan dgn sengait.
Walau demikian kekalahan tak terhindarkan
"Ahhh"
Ronald yg menerjang kedepan terpental, terkena pedang Astarot.
Dia terluka parah.
Tapi, beberapa mnt kemudian lukanya sembuh kembali.
Ronald melihat lust, jika bukan karena dia dan pride mungkin dari awal mereka semua sudah mat1 lbh awal.
"Manusia, kau sudah kalah"
"Menyerahlah lbh awal, maka kau akan mat1 lbh cepat"
Mendengar omong kosong Astarot, semua orang berfikir itu adalah hal gila.
"Bangkit"
Jigen kembali bangkit, melihat bahwa dia dari awal tidak ada kesempatan untuk menang, tapi Jigen tetap bangkit berusaha semaksimal mungkin.
Karena omongan dan tindakan Jigen, semua orang bangkit sekali lagi.
"Manusia dari awal kau sangat gigih"
Astarot menerjang maju ke lust, dari awal ia memang sudah ingin mengincar lust, karena skillnya yg sangat merepotkan.
*Brakkk
Saat Astarot menerjang ke lust, pintu aula terbuka.
Astarot tidak mengurusi hal itu, dia ingin membunuh lust lbh cepat.
"Refection Shield"
"Amplifier"
lafalan ganda dari skill multi tongue digunakan saat ini, tentu Astarot tidak akan terpental, tapi bagaimana dgn lafalan yg menumpuk.
"Reflection Shield"
"Amplifier"
Mantra yg sama diucap oleh lust, dan hasilnya.
*Tangg
*Duarr
Pedang Astarot yg bertemu dgn perisai refleksi terpental menghasilkan dampak kuat.
"Guang"
Astarot muntah darah merah tua.
Astarot melihat di pintu masuk, bertanya.
"Siapa kau?"
Omongan Astarot tidak dijawab, tapi suara lain menyatakan identitasnya.
"Ketua"
"Ketua"
Lust dan Pride menunduk 1 kaki hormat.
Semua orang termasuk Astarot terkejut.
Lust dan Pride yg bahkan menunjukan tekadnya untuk mat1 di tangan Astarot dari pada menunduk ataupun memohon, saat ini mereka berdua menunduk hormat, bagai menyembah.
"Lust, Pride kembali terlebih dahulu"
"Oke"
"Oke"
Lust dan Pride hilang saat ini.
Tentu mereka berdua bukannya hilang, tapi...
[2 entitas setuju untuk penggabungan]
[Proses...selesai]
Ini adalah skill dari class Arnold, Fusion.
Skill ini sederhana sekali, menggabungkan beberapa entitas dgn dirinya sendiri, dan dia memiliki hak untuk berkuasa atas kekuatan yg mereka berikan.
Saat entitas itu setuju, dia memberikan semua stat dan skill yg ia berikan.
Tentu, berlaku jg untuk lust dan pride karena dari awal mereka bukan cloning(tiruan), tapi wadah baru(tubuh baru).
Karena itu saat ia mendapatkan melihat skill Arabella dan mengupgradenya, Arnold merasa skillnya sangatlah hebat.
Tentu ada batasan, itu adalah...
Skill yg sama tidak akan mendapatkan efek apapun.
Arnold saat ini merasa segar, dia merasa sangat kuat.
Seharusnya dia lbh kuat dari pada Hunter SS rank.
__ADS_1
Jigen yg melihat Arnold, bertanya-tanya.
"Siapa kamu?"
"Seperti yg bawahanku bilang, aku adalah ketua dari Sins of living things"
"Karena keadaan darurat, jadi saya muncul disini"
Arnold melihat ke Astarot, tersenyum.
Krisis.
Astarot merasa Arnold ini ancaman.
"Fire burst"
"Amplifier"
"Amplifier"
"Amplifier"
"Amplifier"
Melihat 5 lafalan secara bersamaan, semua orang kaget.
2-3 mending, tapi 5 sekaligus.
*Whusss
*Booom
*Duarr
Ledakan kuat meluncur dari tongkat Arnold, dampaknya tubuh Astarot bolong.
'Gila'
Itu semua pikiran semua orang saat ini.
"Kamu..."
Astarot meninggal.
Arnold tanpa banyak omong, menghilang.
"Terselesaikan..."
"Dalam satu mantra"
Diantara semua yg terkejut, Angela sangatlah tenang, seolah sudah tahu bahwa akan datang seseorang.
1 jam kemudian.
Semua orang saat ini masih bingung, merasa tidak percaya.
Tapi, untungnya semua orang selamat berkat skill lust.
Mereka semua harus berterimakasih saat bertemu lagi.
"Ronald, kau tahu tentang ketua mereka berdua?"
"Tidak, bahkan aku hanya tahu pride selama ini"
"Organisasi ini patut diawasi"
Pendapat Jigen tentu disetujui, karena takut organisasi sins of living things melakukan kejahatan.
...----...
Sementara itu, 1 jam 20 mnt sebelum Ronald dan lainnya menang.
Situasi Arnold sungguh gawat.
Tentu situasi yg lain.
"Fire ball"
Beberapa bola api dilemparkan.
""Thunder bolt"
Berbagai elemen dilemparkan ke semur itu.
Tapi, semua itu tidaklah berguna.
Kecepatan semut itu sangatlah cepat, membuat semua skill mereka tidak tepat sasaran.
"Bagaimana ini?"
Karena hal ini, beberapa sudah panik.
"Tahan gerakannya"
"Mud field"
Disekitar mereka tiba2 ada lumpur, semua orang melihat ke belakang, Arnold lah yg melafalkan mantra tsb.
"Bagus"
"Manusia trik mu cukup hebat"
Semut itu sekarang bukan hanya berjalan ditanah, tapi jg terbang dan berpindah2 dari dinding ke dinding lain.
"Ini..."
Situasi sangat membingungkan.
*Crass
"Ahhh"
Tiba2 salah satu dari mereka berteriak.
Melihat.
Terbelah dua, tubuh seseorang terbelah dua.
__ADS_1
Bukan karena terbelah dua secara setengah2, tapi lehernya dimakan oleh semut itu.
"Ahhh"
Beberapa orang meninggalkan tempat itu, meninggalkan Arnold, Arabella dan Lily.
Mereka bertiga saling pandang, mengangguk.
Mereka percaya satu sama lain.
Arabella menghilang saat ini, Lily berdiri didepan Arnold, Arnold sendiri memegang tongkat melafalkan mantra.
*Tangg
Tangkisan pedang dari Lily membuat semut itu gagal menyerang Arnold.
Arabella berdiri di belakang.
Tusuk.
*Tangg
Saat ingin menusuk tubuh semut itu, semut itu menangkisnya dgn tangannya.
"Ayolah buat raja senang"
Omongan raja semut membuat mereka penasaran.
Bukannya harusnya dia marah karena semut yg lain terbunuh.
"Apakah kau tidak peduli dgn prajurit mu yg lain?"
Raja semut bingung atas omongan Arabella.
"Bukannya mereka cuma alat?"
Jawaban dari raja semut membuat Arabella dan Lily marah.
Sang prajurit terbunuh sedangkan Rajanya tidak menganggap nya.
Arabella menelan kembali amarahnya, menghilang.
Lily jg menekan kembali amarahnya, focus ke pertempuran.
Lily sangatlah mementingkan kesetiaan saat di dikhianati 2 kali saat ini, jadi wajar dia merasa marah.
Arabella jg demikian, dia adalah pemimpin dalam timnya, jadi saat salah satu timnya terbunuh tentu ia merasa bersalah.
Arnold bingung, kenapa bertanya bukannya bertarung?
*Tangg
Tebasan kiri raja semut tertangkis oleh pedang Lily.
Arabella tiba2 muncul dari sisinya, menikam pinggang raja semut.
Raja semut ingin menghindar.
"sealing chain"
Raja semut tidak sempat menghindar, merasa bagian kakinya tidak bisa bergerak.
"Fatality strike"
*Crass
Tusukan Arabella membuat pinggang raja semut berdarah-darah.
Tapi, tidak berhenti disana, pedang Lily menebas ke kepala raja semut.
*Gluduk
Raja semut meninggal.
"Hah, hah"
"Hah"
"Berhasil"
Mereka bertiga senang, tentu Lily dan Arabella senang sudah membunuh raja semut, sedangkan Arnold senang ini berakhir dgn cepat.
Ketiganya menelusuri ruangan mencari beberapa hal yg berharga, seperti kristal dari raja semut.
Dalam perjalanan keluar, mayat2 yg terbunuh sudah digali.
Mereka yg keluar bukan hanya untuk menyelamatkan nyawa, tapi dalam perjalanan menggali kristal monster.
Serakah.
Saat tiganya keluar.
Mereka melihat tim mereka, membagi kristal.
Tanpa banyak omong, ketiganya istirahat terpisah dari tim mereka.
Ketiganya duduk dan mengobrol santai.
"Kalian berdua, tunggu aku akan kembali"
Arnold berjalan ke hutan.
...----...
Yo pembaca, selamat bertemu di chp ini.
Cuma mau info saya ikutan lomba menulis di mang*toon.
Jadi dukung dgn like,favorite,rate,share dan komentnya.
See you next bye2.
#Budidayakanlike
Upload:Jam 23.42
Maaf kalau upload malam2 soalnya mohon dimaklumi.
__ADS_1