
Sudah seminggu hingga kejadian itu terjadi, Arnold dalam Minggu ini cuma leveling dan beberapa kegiatan bersama Lily dan Arabella.
Arnold dan mereka berdua sudah lumayan akrab, mungkin karena kejadian di dungeon tsb.
Sikap Arabella jg sudah normal, tak seperti biasanya yg dingin.
Tapi, dalam beberapa hal Arnold merasa tidak nyaman.
Dia diikuti.
'Apakah stalker begitu seringt terjadi?'
Beberapa kali ia merasa diikuti, ditatap oleh mata penuh perhatian.
Arnold tidak mengurusi hal itu pada awalnya karena tidaklah berbahaya.
Tapi dalam beberapa hari ini merasa tidak nyaman.
Jadi dia berniat untuk memergokinya.
"Permisi, apa maksud anda mengikuti saya?"
"Mengikuti?apa maksudmu?"
Pihak lain menyangkalnya, Arnold sudah tau dari gerak geriknya.
"Jadi anda tidak mengikuti saya?"
"Iya, memangnya ada alasan apa saya mengikuti saya?"
Pikiran Arnold mengarah yg lain, dia merasa perempuan ini terasa akrab.
Saat Arnold melihat wajah dan bentuk tubuh, dia terasa pernah melihat di dungeon break sebelum nya.
"Kalau begitu kita kenalan?"
"Tentu, perkenalkan nama saya Angela"
"Arnold"
Saat ini dia ingat siapa Angela, salah satu Guild master di guildnya sekaligus orang yg pernah dia tolong.
'Apakah saya ketahuan?'
Arnold menggelengkan kepala.
"Permisi, kenapa kau bengong?"
"Ah, tidak apa2 cuma mengingat kejadian tertentu"
"Kalau begitu, mari kita jalan2 sebentar?"
Maksud dari perkataan Angela ini jelas sekali, di ingin berkencan.
"Maksud saya adalah kita jalan2 sebentar untuk perkenalan saja, kita sekarang teman bukan?"
Penjelasan Angela sedikit masuk akal, Arnold tidak memikirkan aneh2, dan setuju.
Jalan2 bersama Angela, sedikit berbeda dgn Lily, Arnold merasa Angela sangat tenang.
Masuk ke toko perhiasan, bioskop, taman bermain, dll.
Mereka berdua masuk ke sebuah kafe.
"Permisi, saya pesan Brown cake 2, dan latte coffe 2"
"???"
"Sudah saya catat, mohon tunggu sebentar"
"Iya"
Arnold sekarang benar2 merasa diikuti, bagaimana Angela tahu minuman favoritnya?
'Mungkin kebetulan'
Setelah pesanan datang, mereka berdua mengobrol bersama dgn menyenangkan.
"Sudah malam, saya pulang terlebih dahulu"
Arnold ingin pulang cepat, Arnold merasa Lily tahu segala hal tentangnya.
"Apakah anda ingin saya mengantar?"
__ADS_1
"Tidak usah, merepotkan saja"
"Tidak merepotkan, bahkan saya senang"
"Em...baiklah"
Keduanya berjalan bersama, dalam perjalanan Arnold mengobrol dgn Angela.
Angela tiba2 bertanya tentang suatu hal:"Bisakah anda memanggil saya Angela saja, tidak usah begitu sopan atau formal"
Angela merasa Arnold ini begitu sopan dalam perkataan, beberapa kali menyebut dirinya Anda atau ketua Angela.
"Sepertinya tidak baik untuk pertemuan singkat ini, saat kita berdua saja baru perkenalan sehari"
Kata2 Arnold sangatlah masuk akal, tapi Angela merasa tidaklah nyaman.
'Sudah berapa tahun Arnold masih memanggilku dgn sebutan formal?'
Pikiran Angela mengarah tidak nyaman, Angela menggelengkan kepala.
'Tidak-tidak, sepertinya saya terlalu proaktif, jadi membuat Arnold merasa tidak nyaman'
"Kalau begitu panggil saya kakak saja, gimana?"
"Baiklah"
Karena beda umur 2 tahun, Angela memilih memulai suatu hubungan dgn yg lbh simpel namun efektif, yaitu Pertemanan dekat dgn perbedaan umur.
Karena itu Angela memilih Arnold memanggilnya Kakak.
Tiba di rumah Arnold, mereka mengetok pintu.
"Iya, bentar"
Suara bibinya terdengar dari dalam.
*click
Pintu terbuka, bibinya melihat Arnold bersama wanita lain.
"Halo, bibi"
"Halo"
"Bibi, perkenalkan nama saya Angela"
Bahkan dgn insting wanitanya, bibi Arnold sudah melihat maksud dari Angela.
"Mau masuk terlebih dahulu?"
"Kita makan malam bersama!"
"Baiklah"
Percakapan antara keduanya, membuat Arnold merasa bingung, bibinya begitu bersemangat saat Angela memperkenalkan diri.
'Keponakan saya begitu populer'
Dalam pikiran bibi Arnold, sudah tertebak jelas bahwa Arnold sangatlah populer dalam hal percintaan.
Bibi merasa Arnold begitu hebat dalam memikat perempuan.
Singkat cerita, makan malam sudah siap.
Makan malam disiapkan oleh mereka berdua, Arnold merasa bibinya dan Angela sangat lah cepat akrab.
Makan malam sangatlah berwarna, obrolan bibi Arnold dgn Angela sangatlah banyak, hingga makan malam selesai, Arnold jg sesekali ikut.
"Terimakasih bibi, maaf merepotkan"
Bibi Arnold sudah melihat Lily yg ceria dan cantik, saat ia melihat Angela yg anggun dan dewasa merasa cocok untuk jadi menantu.
"Tidak apa2, lain kali datang lagi"
"Arnold, antar keluar Angela!"
"Baiklah~"
Nada malas terdengar dari mulut Arnold, Arnold merasa tidak usah untuk antar Angela keluar, lagian siapa yg ingin mencelakai Hunter S rank.
Karena terpaksa Arnold mengikuti perkataan bibinya, di perjalanan mereka berdua naik taksi.
Tibalah di apartemen Angela, Angela merasa senang saat ini, bibi Arnold sangatlah baik, Angela sebelumnya gugup karena tidaklah mengenalnya.
__ADS_1
'Apakah tujuanku sudah terbaca oleh bibi?'
Pikiran Angela teralihkan, Arnold melihat Angela yg diam tanpa masuk ke apartemen.
"Kak Angela"
Panggilan Arnold membuat Angela bergidik, Angela merasa dia melakukan permainan dgn Arnold.
"Tidak apa2, mau masuk terlebih dahulu?"
Niat baik Angela terlihat dari matanya, Arnold melihat itu, tapi menolaknya.
"Maaf, aku pulang terlebih dahulu"
Arnold berjalan ke keluar dari gedung apartemen, Angela sedikit kecewa, melihat dari balkon apartemen, memandang Arnold dgn penuh cinta dan kasih sayang.
Tiba di rumah.
Arnold membuka pintu, masuk ke rumah.
Menyapa bibinya sebentar, sebelum masuk ke kamarnya.
Bibinya melihat itu, sudut mulutnya sedikit terangkat, bibi Arnold tersenyum.
'Sungguh menyenangkan menjadi mudah"
'Dan sepertinya, cukup berat untuk jadi populer dikalangan perempuan'
Saat melihat kondisi Arnold, bibinya merasa sedikit kasihan.
Bibi Arnold beres2 beberapa hal, lalu masuk ke kamarnya.
Di pagi harinya.
Bibi Arnold dan Arnold makan pagi.
Masakan hari ini adalah tongseng.
"Bibi, makananmu sangatlah enak"
"Terimakasih, Arnold"
"Bibi, saat kau menikah, suamimu pasti sangatlah bahagia"
"Haha, tentu pastinya"
Walau tersenyum, dari mata terlihat sedikit kesedihan.
Bibi Arnold sudah mencari suami, tapi...
Saat ia mengurusi Arnold dan kakaknya, ia disalahpahami merawat anaknya sendiri.
Atau bahkan membuat pasangannya tidak ingin menikah dgn nya karena merepotkan mengurus anak yg bukan anaknya sendiri.
Bibi Arnold sudah menyerah, baginya mempunyai keponakan, seperti Arnold dan kakaknya.
Melihat kesedihan bibi si matanya, Arnold cukup sedih, karena saat kecil dia ingat beberapa hal, seperti hubungan bibi dgn pasangannya kadang kali berantakan karena mereka berdua.
Dia sudah tahu alasannya kenapa, karena wasiat dari ayah dan ibunya yg sudah meninggal lah, bibi menjadi seperti ini, karena itu dia sangat lah menyayangi bibinya dan kakaknya.
"Oh yah, bibi nanti dalam beberapa hari kemudian Arnold tidak pulang"
"Kenapa?"
"Tadi karena beberapa hal, Guild memutuskan ku untuk melakukan suatu hal"
Bibi melihat kebohongan Arnold, karena dia sudah sangat mengenal Arnold, tapi melihat gigih nya Arnold menyakinkan nya, dia menyerah.
"Baiklah, saat keluar jgn lupa kesehatanmu"
"Iya, pasti"
...----...
Bosen untuk chp ini?
Maaf aja ya, tapi chp selanjutnya penuh pertarungan.
Cuma mau info saya ikutan lomba menulis di mang*toon.
Jadi dukung dgn like,favorite,rate,share dan komentnya.
See you next bye2.
__ADS_1
#Budidayakanlike
Sisa Chp yg kurang:1