
Entah bagaimana dunia mulai berubah.Pecahan dimensi dan tower bermunculan.Pada saat itu, pemerintah berbagai negara cuma bisa menyembunyikannya,berusaha meneliti dan mencari tahu apa yg terjadi.7 Hari setelah itu tak disangka Monster bermunculan tanpa antisipasi yg memadai berbagai kota besar hancur.
Berbagai hal telah dikerahkan entah itu senjata api,Bom,Tank,Pesawat tempur,dll,tapi itu tdk berguna.Monster bagaikan benteng yg berjalan tak bergeming walau sudah di bombardir.
Manusia dalam keputusasaan dan negara berdiskusi ingin meluncurkan nuklir hidrogen hingga...suatu ketika,para Hunter muncul,dgn dukungan berbagai negara,Manusia mendapatkan kembali kedamaian.Sejak saat itu,Hunter mendirikan Guild dan pemerintahan mendirikan asosiasi Hunter guna mendidik para Hunter pemula.
Itu adalah sejarah paling kelam yg pernah di hadapi Manusia.
...----...
Terlihat 4 orang terdiri 2 dewasa dan 2 anak kecil berlari dan 2 orang dewasa tsb menggendong 2 anak kecil seperti berusaha menghindari sesuatu.
"Bu,apa yg terjadi?"tanya seorang anak kecil di gendongan wanita paruh baya.
"Tidak apa2"Seorang ibunya menjawabnya.
Setelah ibunya berkata seperti itu,dia diam dgn ekspresi pucat dan muram.
Mungkin karena wajah ibunya,seorang gadis yg tampak lbh dewasa bertanya kpd pria paruh baya yg menggendongnya.
"Ayah,apa terjadi sesuatu?"
"Tdk ada apa2"
Selepas menjawab pria tsb berbisik kpd istri di sebelahnya.
"Sesudah ini kita titipkan anak kita ke seseorang kenalan!"
"Apa yg kamu katakan?kamu gila"teriak istrinya.
"Lalu gimana lagi?kita Hunter harus menyelamatkan orang2"
Wanita tsb dalam keadaan bingung,mungkin dia berfikir tentang apa yg di katakan suaminya.
"baik,tapi kita berusaha harus tetap hidup"
"Pasti"
Mereka berlari hingga terlihat bunker penyelamat yg banyak orang mengantri mencoba masuk.
Mereka berdua lalu mencoba masuk tp dihentikan oleh seorang tentara.
"Berhenti,apa yg kalian lakukan?"
"Sekarang,mengantri dgn tertib"
Mereka tak berdaya karena tercegah masuk ke bunker.
"Nadia,Irwan disini"
Saat kedua tsb mendengar teriakan yg akrab,mereka memalingkan wajah mencoba mencari asal suara itu.
"Bunga,untunglah kau disini"
"Iya, terimakasih untuk waktu itu"
"Tdk apa2,tdk masalah"
"Tapi,bisakah kami minta tolong?"
"Tentu,apa saja"
"Kami titipkan anak kita kpdmu dan tunggu kami kembali"
"Apa mksd mu"
"Kami harus mencoba menangani para monster"
"Ah begitu,baiklah tp usahakan kembali"
"Terimakasih"Setelah itu mereka menurunkan kedua anak mereka.
"nak,kalian harus bersama bibi,ok!tunggu kami kembali"
"Tapi ayah,ibu kemana?"
Mendengar suara khawatir anak lelaki mereka,mereka berdua hampir meruntuhkan tekadnya.
"Tdk apa2 kami mencoba menyelamatkan dunia seperti pahlawan di televisi"
"Luar biasa tapi,kalian akan kembali lagi kan?"
"Tentu,bagaiman kita meninggalkan kalian berdua"
Mereka mengelus kepala kedua anaknya,mungkin karena firasat yg tdk enak,sang anak perempuan diam.
Setelah mengatakan itu,sepasang pasutri itu menjauh dari bunker tanpa menatap kebelakang takut goyah akan tekadnya.
"Kak,ayah,ibu pasti kembali kan?"
"Pasti,ayah ibu kan pahlawan"
Mendengar jawaban lirih dari kakaknya,mata anak lelaki tsb berbinar.
...----...
"Bibi,aku berangkat"
"iya"
Seorang lelaki muda berangkat dgn melambaikan tangan kpd wanita paruh baya dgn ekspresi gembira yg terpampang diwajahnya.
15mnt telah berlalu.
Ekspresi gembira anak tsb sudah kembali memudar tergantikan wajah dingin.
"Kalian akan kubalas"
Sudah 15 thn sampai kejadian itu,kedua anak tsb sudah dewasa dgn masing2 usia 18 dan 21 thn.
Meskipun sulit diterima,tp kedua anak tsb menerima nasib mereka dalam 15 thn tsb.
Hidup dgn bibinya,mereka berdua berbahagia walau kesedihan pernah terjadi.
Mungkin kalau kejadian itu tdk terjadi si anak lelaki masihlah seorang yg ceria lebih tepatnya 2 thn yg lalu tepatnya saat mereka berdua berumur 16 dan 19 thn.
Saat kakaknya lulus SMA,Dia bekerja di sebuah perusahan membawa sekaligus membedah monster yg dibunuh para Hunter.
__ADS_1
Karena kejadian tak terduga monster kembali muncul dan Hunter berusaha mengurusnya tapi salah satu Hunter tanpa sengaja menyakiti kakaknya hingga koma.
Bukannya,meminta maaf Hunter tsb malah berbicara dgn arogan bahwa kakaknya harus merasa pantas karena pernah terkena skillnya.
Walau sudah berlalu dan seorang perempuan cantik pernah datang kerumah dgn meminta maaf sekaligus membayar kompensasi biaya rumah sakit,tapi hal itu tak seberharga kakaknya yg saat kini masih koma.
Arnold sudah membulatkan tekad untuk membalas dendam untuk Hunter yg menyakiti kakaknya sekaligus para monster yg membunuh kedua orang tuanya.
Arnold saat ini ke sekolah untuk ujian kelulusan sekaligus ujian awakening yakni saat seseorang membangkitkan skillnya.
Arnold yg sudah melewati gerbang,memasuki kelas dan menyapa teman sebangkunya.
Karena pembelajaran yg sudah berubah seusai Dungeon,Tower,dan monster muncul,oleh karena itu pemerintahan di setiap menambahkan mata pelajaran baru kpd sekolah di negaranya masing.
Waktu ujian yg serasa cepat berlalu dan para murid sudah melanjutkan ke ujian yg bisa dibilang merubah masa depan mereka.
"Hei,kalian sudah tau gk kakak kelas kita yg 1 thn yg lalu membangkitkan skill ganda dan direkrut oleh guild black bull"
"Apa black bull yg kau maksud itu..."
"Iya,4 guild besar yg ada di negara ini"
"Sungguh irinya,andai aku jg jenius"
"mimpi di siang2 kalau mau mimpi di malam hari nanti"
"Hehe,walau begitu tetap saja aku iri"
Mendengar ocehan teman sekelasnya,Arnold jg
bersemangat,tentu bersemangat dalam hal yg berbeda yakni menjadi kuat dan balas dendam.
Dalam perjalan ke ruang ujian,mereka gugup soalnya ujian ini jg mengenai masa depan mereka.
Tak terasa perjalanan singkat ini berlalu.
Semua siswa yg ada berkumpul di sebuah aula.
"Siswa-siswi yg tercinta,disini kalian akan menentukan masa depanmu"
"aku harap tidak ada yg kecewa"
...
...
Meskipun pidato kepala sekolah sangat panjang tentang ini itu,tp para siswa-siswi yg ada tetap gugup.
"oke,sekian dari pidato saya,sekarang kita mulai ujiannya"
Sang kepala sekolah meninggalkan panggung dan duduk di sebelah guru2.
Setelah itu,para pekerja menyiapkan panggung menjadi tempat ujian,mereka menyiapkan sebuah tempat untuk sebuah bola kristal.
Sesudah persiapan tsb,seseorang berseragam pemerintahan datang ke panggung.
"Kalian yg ada disini,akan berdiri disini dan coba rasakan mana yg ada setelah menyentuh kristal"
"saya panggil satu persatu"
"Arya"
Seorang lelaki muda berseragam bangkit menjawab,dia maju kedepan dan menyentuh bola kristal.
Setelah beberapa saat sebuah reaksi muncul pada bola kristal.
*whuss
Hembusan angin sekaligus semburan cahaya keluar.
"Jadi,apa yg kamu dapatkan"
"Eh,Skill tingkat C bernama "Manipulasi api""
"Bagus"
"Sekarang sini,kita coba kemampuan mu"
Siswa itu mengikuti pria berseragam tsb
"Nak,pertama perkenalkan saya Agus"
"I-iya saya Arya"
"Coba sekarang"
"baik"
Arya mencoba menyalurkan sesuatu di telapak tangannya dan tiba2 kejadian misterius dimana apa tiba2 muncul dan api tsb berkeliling mengitari tubuh Arya.
"Lumayan,untuk pertama kali"
"pengujian selesai dan Saya ingin mengundang anda ke asosiasi negara,apakah anda mau?"
"Bai..."
Sebelum menjawab,Arya di potong oleh suara pria.
"Nak,lbh baik anda bergabung dgn guild Fire fox saya,nanti saya buatkan kontrak"
"Tdk,lbh baik bergabung dgn guild Three Sword"
Karena perebutan yg cukup lama,akhirnya Arya bergabung dgn Fire fox dgn alasan kontrak yg memuaskan.
Berlama-lama dan siswa-siswi yg ada semakin banyak yg sudah melewati ujian,ada yg kecewa dan ada yg senang.
Sampai kemudian,Arnold tiba giliran.
"Arnold"
"iya"
"Coba liat itu arnold si sok jenius"
Banyak cibiran yg terucap di banyak siswa,walau sebagian.
Arnold tak peduli dan menuju panggung memegang bola kristal.
__ADS_1
*whuss
Kejadian yg terulang berkali2 terjadi.
Setelah cahaya redup.
"Apa yg kau dapatkan"
Dgn ekspresi kecewa dan berat hari Arnold menjawab:"Telekinesis tingkat F"
"Kita coba sekarang"
*whuss
Batu terangkat walaupun tidak bisa disebut batu tp kerikil.
"oke,selesai"
Tak seperti banyak siswa yg bahagia yg ditawari banyak undangan Arnold cuma bisa turun dari panggung.
"Liat si jenius despresi"
"Hehe,siapa suruh skill sampah"
Arnold cuma diam dan duduk kembali.
"Tenang bro,tdk apa2 lagian apa hubungan antara skill dan masa depan"
"Terimakasih"
"Tak usah kecewa"
"Meskipun aku kecewa tp tdk apa2"
'Tentu aku berbohong'
"Baiklah,Sekarang semua siswa sudah membangkitkan Skill mereka"
"Tak usah kecewa"
"Walau skill itu penting tp ada yg juga penting"
"Coba ucap Interface"
"Disana kalian akan melihat status kalian"
"Bagi yg bekerja keras walau skill tidak hebat masih bisa sukses"
"Setiap orang akan ada 2 skill yakni Apprisial dan skill kalian tadi"
"Lalu disana akan ada nama,gelas,class,lvl,dan mana"
"Lalu dibawahnya ada Stat dari strength, endurence,dll"
"Setiap status akan ada 10 stat masing2 dan setiap naik level akan mendapatkan 5 stat point"
"Nanti stat point kalian akan didistribusikan terserah kalian"
"Nanti lvl 10 akan ada promosi class dan Stat kalian akan di ulang untuk didistribusikan sesuai class kalian"
...
Pidato yg panjang tentang penjelasan System yg walau sudah dijelaskan di mata pelajaran.
Disisi lain,Arnold tak mendengarkan tp sibuk dgn Interfacenya sendiri.
...•Status:...
...-Nama:Arnold...
...-Gelar:-...
...Class:-...
...-Level:1(0/100)...
...•Mana:100...
...•Stat:...
...-Strength:10...
...-Endurence:10...
...-Agility:10...
...-Intelligent:10...
...-Vitality:10...
...Stat point:0...
...Dark energy:0...
...•Skill:...
...-Apprisial(S)...
...-Multitools(???)...
...-Telekinesi(F)...
'Haha,tunggu saja pembalasan kalian'
'Dgn skill Multitools akan kubuat Telekinesis mejadi kuat'
'Akan kukumpulkan skill yg berguna'
'Pembalasan kalian sudah dekat'
'Haha'
...----...
Tanda(")adalah percakapan yg dilakukan/berbicara dgn bibir
Tanda(')saat berbicara dgn hati
__ADS_1
Usahakan teliti
See you next bye bye