
Jack dan teman-temannya melangkah masuk ke dalam goa tersebut. Semakin mereka berjalan, semakin terasa dingin dan gelap. Mereka mulai merasa was-was karena tidak tahu apa yang akan mereka hadapi.
"Mungkin kita harus lebih berhati-hati," kata Luke, mengamati sekitar.
"Iya, setuju," sambung Mia. "Tapi, kita juga harus cepat menemukan jalan keluar dari sini."
Tatsuya dan Flora hanya diam, tetapi wajah mereka terlihat khawatir. Jack merasa bertanggung jawab atas keamanan semua orang di sana, maka ia pun berbicara, "Kita harus tetap waspada. Siapa tahu ada bahaya di sekitar kita."
Sementara mereka berjalan, tiba-tiba terdengar suara gemerincing dari arah depan. Semua orang siap bertarung, tetapi ternyata itu hanya seekor tikus besar yang berlari kencang melewati mereka.
"Phew, hampir saja aku kira itu monster," ujar Alcia, bernapas lega.
"Tapi, kita jangan terlalu lengah," ingatkan Luke.
Mereka melanjutkan perjalanan hingga akhirnya mereka menemukan sebuah gua yang sangat besar dan luas. Di sisi gua terdapat sebuah lembah yang dikelilingi oleh bukit-bukit tinggi dan hutan lebat yang tak berujung.
"Surga dunia," kata Flora, melihat pemandangan yang indah.
"Tapi, mungkin kita harus mencari petunjuk di sini," kata Tatsuya.
Mereka berjalan melalui lembah dan memasuki hutan di sebelah sana. Saat mereka berjalan, mereka mulai berbicara tentang berbagai hal. Mereka membicarakan tentang apa yang mereka lakukan selama ini dan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Mereka juga bercanda dan tertawa bersama.
Jack berbicara, "Saya senang bisa berada di sini dengan kalian semua. Kalian adalah teman yang baik."
"Kita juga senang bersama-sama," jawab Alcia.
"Aku merasa kita harus menikmati waktu kita bersama selama masih bisa," kata Mia.
"Sama," ujar Luke.
Mereka melanjutkan perjalanan mereka, terus mencari jalan keluar dari hutan tersebut, sambil menikmati keindahan alam sekitar.
__ADS_1
Mereka memasuki hutan yang luas dan harus berhati-hati karena banyak moster tingkat 4 yang berkeliaran di sana. Setelah berjalan cukup jauh, mereka akhirnya menemukan tempat yang cocok untuk beristirahat dan latihan berburu moster.
Jack dan Luke mulai mencari mangsa dan berhasil menemukan seekor moster berukuran besar. Mereka berdua menyerang moster tersebut dengan cepat dan efektif, sehingga moster itu tidak memiliki kesempatan untuk melawan.
Mia dan Alcia membantu Flora mempersiapkan makanan dan membuat api unggun. Setelah selesai berburu, mereka semua berkumpul di sekitar api unggun dan makan malam bersama.
"Saya rasa kita sudah cukup kuat untuk melawan raja iblis jika kita menemukannya," kata Jack.
"Ya, saya setuju. Tetapi kita harus terus melatih diri kita agar semakin kuat," sambung Luke.
"Sudah cukup serius, mari kita bercanda sekarang," ajak Mia sambil tersenyum.
Mereka semua tertawa dan bercanda satu sama lain, menikmati malam yang indah di hutan yang luas. Setelah makan malam, mereka semua pergi tidur.
Keesokan paginya, Jack dan Mia memutuskan untuk mencari sungai terdekat untuk membasuh diri dan membersihkan diri setelah latihan semalam. Ketika mereka sampai di sungai, mereka duduk di tepi sungai dan mulai ngobrol tentang pencapaian mereka selama perjalanan ini.
Jack bertanya kepada Mia, "Kamu bahagia kan?"
Jack tersenyum dan merespon, "Aku juga merasa sama. Kita sudah melewati begitu banyak rintangan dan tantangan bersama-sama, dan aku merasa semakin dekat dengan kalian semua. Aku tidak bisa meminta lebih banyak lagi."
Kedua mereka kemudian mandi dan membersihkan diri, dan setelah itu mereka kembali ke kamp dan melanjutkan perjalanan mereka ke hutan untuk berburu moster lagi. Mereka terus berlatih dan melatih kemampuan mereka sambil menjaga kewaspadaan mereka terhadap moster dan bahaya lainnya yang mungkin muncul di perjalanan mereka.
Setelah Jack dan Mia mencari sungai, Luke dan Alcia juga memutuskan untuk latihan berburu moster bersama-sama. Mereka mencari daerah sekitar yang dihuni oleh moster tingkat 4 dan mulai memburu mereka. Sambil melakukan latihan, mereka ngobrol soal pencapaian mereka dalam pertarungan dan pengalaman mereka di dunia petarung.
Luke mengatakan bahwa ia belajar banyak dari pertarungan mereka melawan raja iblis Eudorus, terutama tentang bagaimana cara melindungi diri sendiri dan mengalahkan lawan yang lebih kuat. Alcia menambahkan bahwa ia belajar banyak tentang kerja sama tim dan bagaimana menghargai kelebihan dan kekurangan masing-masing anggota tim.
Kemudian, Luke bertanya pada Alcia apa impian terbesarnya sebagai petarung. Alcia menjawab bahwa impian terbesarnya adalah menjadi petarung yang kuat dan terkenal di seluruh dunia. Ia ingin membuktikan kepada semua orang bahwa ia bisa menjadi yang terbaik meskipun berasal dari keluarga biasa.
Luke mengangguk setuju dan berkata bahwa impian terbesarnya adalah melindungi orang yang ia sayangi dari bahaya. Ia mengatakan bahwa ia tidak ingin melihat orang lain terluka atau mengalami penderitaan seperti yang dialaminya saat kehilangan keluarganya dalam serangan moster. Alcia tersenyum dan mengatakan bahwa impian Luke sangat mulia.
Mereka kemudian melanjutkan latihan mereka sambil terus mengobrol dan saling memberi dukungan satu sama lain. Mereka berharap suatu saat nanti bisa mencapai impian mereka dan menjadi petarung yang hebat.
__ADS_1
Tatsuya dan Flora berjalan-jalan di hutan, mencari bahan makanan dan menikmati pemandangan sekitar. Mereka terlihat sangat akrab, sering bercanda dan bergurauan satu sama lain.
Tatsuya: "Kamu tahu, Flora, aku sangat beruntung bisa bertemu denganmu. Kamu adalah orang yang paling berarti bagiku di dunia ini."
Flora tersenyum manis mendengar ucapan Tatsuya, "Aku juga merasa sama, Tatsuya. Kamu adalah orang yang paling penting bagiku."
Tatsuya dan Flora terus berjalan dan mencari bahan makanan. Mereka menemukan beberapa buah-buahan dan sayuran yang bisa dimakan. Tatsuya membantu Flora mengambil buah-buahan yang tinggi di pohon, dan Flora memetik sayuran yang tumbuh di tanah.
Sambil menikmati buah-buahan dan sayuran yang mereka temukan, mereka kembali bercanda dan bergurauan.
Flora: "Tatsuya, kamu ingat waktu kita bertemu pertama kali? Kamu terlihat sangat serius dan cuek, aku sempat takut dekat denganmu."
Tatsuya tertawa mendengar ucapan Flora, "Benarkah? Aku ingat kamu terlihat sangat cantik dan ramah. Aku langsung terkesan padamu."
Flora tersenyum malu mendengar pujian Tatsuya, "Terima kasih, Tatsuya. Kamu juga terlihat sangat tampan dan pintar."
Tatsuya dan Flora terus bercanda dan ngobrol mesra sepanjang hari. Mereka merasa sangat bahagia bisa bersama dan menikmati waktu mereka bersama di hutan.
Malam harinya, Jack, Mia, Luke, Alcia, Tatsuya, dan Flora berkumpul di tempat mereka beristirahat. Mereka duduk di sekitar api unggun yang mereka buat sebelumnya sambil menikmati makanan yang mereka dapatkan dari berburu monster tadi siang.
Mia mengambil inisiatif untuk memulai obrolan, "Aku senang kita bisa berburu monster bersama-sama. Ini benar-benar mengasah kemampuan bertarung kita."
Luke menimpali, "Benar juga, kita harus sering-sering berlatih seperti ini untuk meningkatkan kemampuan kita. Siapa tahu nanti kita harus menghadapi musuh yang lebih kuat."
Tatsuya menambahkan, "Tapi kita juga harus hati-hati. Kita tidak tahu kapan dan di mana musuh akan menyerang kita."
Flora setuju, "Betul, kita harus tetap waspada dan siap setiap saat."
Alcia tersenyum, "Tapi tidak hanya bertarung, kita juga harus menikmati perjalanan ini. Bagaimana kalau besok kita mencari tempat yang indah untuk dinikmati bersama-sama?"
Jack mengangguk, "Bagus ide-nya. Kita bisa melihat-lihat pemandangan indah di sekitar sini."
__ADS_1
Mereka terus mengobrol dan tertawa bersama hingga larut malam. Mereka merasa senang bisa bersama-sama dan menjalani petualangan yang menantang bersama-sama. Akhirnya, mereka pun beristirahat dan menunggu petualangan selanjutnya esok hari.