
Tatsuya, Raydo, Mia, Alcia, Jack, Luke, dan Flora berkumpul di luar pintu menuju ruangan Raja Iblis Enderius. Mereka merencanakan strategi terakhir sebelum memasuki pertarungan terakhir.
Flora: "Saya telah menyiapkan ramuan penyembuh dan ramuan penambah energi untuk kita semua. Ini akan membantu kita menjaga kekuatan dan stamina selama pertarungan."
Mia: "Terima kasih, Flora. Kita akan sangat membutuhkannya. Pertarungan melawan Raja Iblis Enderius tidak akan mudah."
Jack: "Benar, kita harus waspada dan bekerja sama. Ini adalah kesempatan terakhir kita untuk menghentikan kekuatan jahat ini."
Luke: "Kekuatan kita semakin besar setelah mengalahkan jendral-jendral iblis. Kita harus memanfaatkannya dalam pertarungan terakhir ini."
Tatsuya: "Kami semua telah tumbuh dan berkembang selama petualangan ini. Sekarang saatnya untuk menunjukkan kekuatan sejati kita."
Raydo: "Kami tidak akan mundur. Bersama-sama, kita akan menghadapi Raja Iblis Enderius dan mengakhiri kejahatannya."
Dengan tekad yang bulat, mereka membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan Raja Iblis Enderius. Mereka berdiri tegak di hadapannya, siap untuk menghadapi kekuatan jahat yang tak terbayangkan.
Jack dan Luke dengan penuh keberanian maju menantang Raja Iblis Enderius. Pedang Jack bersinar terang, sedangkan perisai Luke siap untuk bertahan.
Jack: (dengan tekad) "Enderius, kejahatanmu akan berakhir di sini dan sekarang! Bersiaplah!"
Luke: (memegang perisai dengan erat) "Kami tidak akan mundur, Enderius! Kita akan melawanmu sampai akhir!"
Enderius tersenyum jahat saat menghadapi serangan mereka. Ia mengayunkan pedangnya dengan kecepatan yang tak terbayangkan, menghasilkan serangkaian serangan mematikan. Jack dan Luke berusaha bertahan dengan segala kekuatan yang mereka miliki, tetapi sihir Enderius terlalu kuat.
Jack: (berusaha menahan serangan) "Nah, ini baru gerakan yang ganas! Tetapi aku tidak akan menyerah!"
Luke: (menghindar dan bertahan) "Kekuatanku tidak akan kalah begitu saja! Aku akan melindungi teman-temanku!"
Namun, serangan Enderius terlalu kuat. Jack dan Luke terpental jauh, terkena sihir jahat yang melumpuhkan mereka.
Jack: (terengah-engah) "Aku tidak bisa bergerak... Rasanya... begitu kuat..."
Luke: (dengan susah payah bangkit) "Kita harus mencari cara untuk mengatasi kekuatannya... Kita tidak boleh menyerah..."
Meskipun terluka dan lemah, Jack dan Luke memperlihatkan kegigihan dan ketabahan yang luar biasa. Mereka tidak menyerah pada keputusasaan, tetapi justru mencari celah untuk melawan kembali. Pertempuran masih panjang.
Mia, Flora, Alcia, dan Raydo terkejut melihat Jack dan Luke terpental oleh kekuatan Enderius. Mereka segera bergerak maju untuk melawan, dengan Tatsuya dan Raydo siap mempertaruhkan nyawa mereka.
Tatsuya: (menyilangkan pisau belatinya) "Enderius, ini saatnya kita berhadapan! Aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan teman-temanku!"
Raydo: (memegang pedang katana dengan mantap) "Kekuatanmu tidak akan menghentikan tekad kami! Aku akan membalaskan penderitaan yang kau berikan pada Jack dan Luke!"
__ADS_1
Tatsuya meluncur maju dengan kecepatan yang memukau. Ia berputar dan melancarkan serangan bertubi-tubi dengan pisau belatinya, menciptakan kilatan cahaya di udara. Raydo, dengan gerakan yang anggun, mengayunkan pedang katana dengan presisi yang mematikan.
Tatsuya: (dengan nada serius) "Aku adalah bayangan malam yang tak terlihat, seranganku adalah kepastian!"
Raydo: (dengan suara penuh kepercayaan) "Pedangku menyembuhkan dan melindungi, tetapi juga memusnahkan kejahatan!"
Namun, meskipun serangan Tatsuya dan Raydo menunjukkan kekuatan yang luar biasa, mereka juga terpental oleh kekuatan sihir Enderius yang mematikan. Kedua petualang itu terjatuh ke tanah dengan kelelahan yang jelas terlihat.
Tatsuya: (terengah-engah) "Sihirnya... terlalu kuat... Aku... aku tidak bisa melawannya..."
Raydo: (bangkit dengan susah payah) "Kami masih memiliki satu kesempatan... Ayo, bangkit dan melawan bersama!"
Mia, Flora, dan Alcia melihat dengan penuh kekhawatiran saat Tatsuya dan Raydo terpental oleh kekuatan Enderius.
Mia, Flora, dan Alcia segera bergerak untuk membantu Tatsuya dan Raydo setelah melihat mereka terpental oleh kekuatan Enderius. Mia mengeluarkan sihir penyembuhan yang kuat untuk memberikan pemulihan kepada mereka, sementara Flora menggunakan kemampuan sihir buff-nya untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan mereka.
Mia: (dengan tekad kuat) "Kita tidak boleh menyerah! Saya akan memberikan penyembuhan kepada kalian, jangan biarkan diri kalian terkapar!"
Flora: (mengangkat tangannya dengan penuh energi) "Dengan sihirku, kalian akan dikuatkan! Teman-teman, bersiaplah untuk bertarung kembali!"
Mia memberikan penyembuhan yang mendalam kepada Tatsuya dan Raydo, memulihkan energi dan memperbaiki luka-luka mereka. Alcia, sementara itu, menggunakan sihirnya untuk mengembalikan kekuatan dan akurasi busur panahnya yang telah terpengaruh oleh efek debuff aura Enderius.
Alcia: (menegakkan dirinya dengan tegar) "Aku tidak akan membiarkan efek ini mengendalikan diriku! Aku akan mengalahkanmu, Enderius!"
Tatsuya: (mengangkat pisau belatinya dengan tekad) "Terima kasih, Mia. Bersama-sama, kita akan mengatasi kekuatannya!"
Raydo: (mengayunkan pedang katana dengan percaya diri) "Sekarang saatnya kita membuktikan bahwa kami tak tergoyahkan!"
Mereka kembali berdiri, siap melanjutkan pertarungan melawan Enderius. Namun, keadaan semakin rumit ketika Mia terkena sihir Enderius dan jatuh pingsan. Alcia juga merasakan efek debuff aura yang kuat, dan Flora terpapar serangan sihir yang menghambat gerakannya.
Flora: (berusaha bertahan) "Kekuatan ini... sangat kuat... tapi aku tidak akan menyerah!"
Alcia: (mengatasi efek debuff dengan kekuatan kehendaknya) "Aku tidak akan membiarkan diriku terhalang oleh pengaruh ini! Aku harus bangkit!"
Tatsuya dan Raydo dengan penuh semangat maju ke arah Enderius, siap untuk menyerang kembali. Namun, mereka terkejut ketika Enderius sama sekali tidak bergerak, malah tertawa dengan sombong.
Enderius: (tersenyum sinis) "Kalian pikir kalian bisa mengalahkanku? Bagaimana lucunya! Aku adalah iblis tingkat 7, kekuatanku jauh di atas kalian!"
Tatsuya mengerahkan segala kekuatan yang ada padanya dan menyerang Enderius dengan serangan pukulan yang cepat dan kuat. Namun, sebelum ia bisa mengenai Enderius, Tatsuya terkena pukulan balasan yang keras dari Enderius, membuatnya terpental dan akhirnya pingsan.
Tatsuya: (dengan tekad kuat) "Aku... tidak akan... menyerah..."
__ADS_1
Raydo melihat temannya terpental dan memutuskan untuk membalas dengan ayunan pedang yang kuat. Namun, ayunannya dengan cepat diserang dan dicegat oleh Enderius, membuat Raydo juga terpental dan kehilangan kesadaran.
Raydo: (dalam keadaan terpental) "Tatsuya... kita harus... bangkit... bersama..."
Keduanya terkapar tanpa sadar di hadapan kekuatan Enderius yang kuat. Sementara itu, teman-teman mereka yang lain terkejut melihat kejadian tersebut, tetapi mereka tidak akan menyerah begitu saja. Mereka harus mencari cara untuk mengalahkan Enderius dan menyelamatkan Tatsuya dan Raydo.
Mia, Flora, dan Alcia berusaha untuk bangkit dari efek negatif yang menghantam mereka dan melihat situasi yang penuh dengan keputusasaan.
Mia: (dengan tekad kuat) "Kami tidak boleh menyerah! Kita harus mencari celah dalam pertahanan Enderius!"
Flora: (mengumpulkan sisa-sisa energinya) "Kekuatan ini mungkin luar biasa, tetapi kita punya kekuatan persahabatan dan tekad yang tak tergoyahkan!"
Alcia: (mengambil busur panahnya dengan penuh tekad) "Kami harus mengatasi penghalang ini dan menyelamatkan teman-teman kita! Bersiaplah, Enderius!"
Jack, yang tidak sadar diri, bangkit dengan kekuatan misterius yang tersembunyi di dalam dirinya. Aura yang besar mengalir melalui pedangnya, memancarkan cahaya yang mempesona. Tubuh Jack dikelilingi oleh aura ki berwarna putih yang meluap-luap, mencerminkan kekuatan yang luar biasa.
Enderius terkejut melihat perubahan yang tak terduga pada Jack. Dia menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak biasa dengan bocah itu. Namun, kekagetannya segera digantikan oleh ketakutan saat ia melihat betapa kuatnya Jack.
Enderius: (tersenyum sinis) "Jadi kau punya kekuatan tersembunyi, huh? Tapi jangan berpikir kau bisa mengalahkanku!"
Jack yang dikendalikan oleh kekuatan misterius itu melancarkan serangan dengan pedangnya. Setiap gerakan dan serangannya begitu gesit dan akurat, membuat Enderius kewalahan. Cahaya pedang Jack memancarkan kekuatan yang mematikan, dan dalam satu tebasan, Enderius terbunuh.
Tubuh Enderius jatuh tak bernyawa di tanah, dan keheningan mengisi ruangan itu. Jack, yang kembali mendapatkan kendali atas dirinya sendiri, tersadar dari keadaan transnya. Ia melihat sekelilingnya, melihat teman-temannya yang masih tak sadarkan diri.
Jack: (dengan kekhawatiran) "Tatsuya, Raydo, Mia, Flora, Alcia... Kalian baik-baik saja?"
Namun, belum ada jawaban dari mereka. Jack segera berlari ke arah mereka, khawatir akan keadaan mereka. Dia berusaha membangunkan mereka satu per satu, berharap mereka akan segera pulih.
Jack: "Kami sudah mengalahkan Enderius... Tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Bangkitlah, teman-temanku!"
Dalam beberapa saat, teman-temannya mulai pulih dan membuka mata mereka satu per satu. Mereka terkejut melihat Enderius sudah terkapar tak bernyawa di samping Jack.
Mia: (terkejut) "Jack... apa yang terjadi?"
Jack: (menjelaskan dengan riang) "Aku tidak tahu pasti. Ada kekuatan misterius yang mengendalikanku, dan aku mengalahkan Enderius dengan itu."
Flora: (mengangguk) "Aku merasakan kehadiran kekuatan yang luar biasa saat itu. Kamu benar-benar luar biasa, Jack!"
Tatsuya: (bangkit dengan susah payah) "Jack, kau menyelamatkan kita semua. Aku... terima kasih."
Raydo: (mengangkat dirinya dari tanah) "Kekuatanmu luar biasa, Jack. Aku bangga bisa menjadi temanmu."
__ADS_1
Alcia: (terkejut namun tersenyum) "Siapa sangka bahwa di antara kita ada seseorang dengan kekuatan seperti ini. Kita harus bersyukur dan terus berjuang bersama."