
Setelah melewati malam yang cukup berat, Jack, Mia, Luke, Alcia, Tatsuya, dan Flora melanjutkan perjalanan mereka ke dalam hutan. Setelah berjalan beberapa jam, mereka tiba di sebuah desa yang dikelilingi oleh pohon-pohon rindang. Desa itu dipenuhi dengan bangunan-bangunan kayu dan batu-bata yang indah, dan terlihat sepi.
"Mungkin kita bisa membeli beberapa persediaan di sini," kata Mia.
Tiba-tiba, seorang pria muncul dari salah satu bangunan. Dia adalah seorang elf yang tinggi dan ramping, dengan rambut hitam panjang dan mata hijau yang cerah.
"Hai, kalian semua," kata elf itu dengan sopan. "Aku Gray, penduduk desa ini. Ada yang bisa aku bantu?"
"Kami hanya ingin membeli beberapa persediaan," kata Luke.
"Tentu saja, silakan ikuti aku," kata Gray, memimpin mereka ke toko-toko kecil di desa itu.
Mereka membeli beberapa persediaan yang mereka butuhkan, dan saat mereka berjalan-jalan, mereka bertemu beberapa penduduk desa lainnya. Mereka mendapat beberapa cerita menarik tentang kehidupan di desa elf.
Namun, saat mereka tengah beristirahat di taman, tiba-tiba mereka melihat sekelompok iblis muncul di depan mereka. Ada sekitar 10 iblis, semua berukuran besar dan berbahaya.
"Kalian semua adalah makanan kami," kata salah satu iblis dengan suara serak.
Mereka siap untuk bertarung, tetapi tiba-tiba seorang wanita muncul di tengah kerumunan iblis. Dia memiliki sayap dan gigi yang panjang, dan pakaian serba hitam.
"Yumi, vampir renk C level 9," kata Flora dengan nada takut.
"Kalian semua mundur," kata Yumi dengan suara bergetar. "Ini urusanku."
Mereka melihat Yumi memukul iblis-iblis itu dengan cepat dan mengeluarkan suara tangisan yang menusuk hati. Yumi mengeluarkan kekuatan yang sangat besar dan berhasil mengalahkan iblis-iblis itu.
Setelah itu, Yumi berpamitan dengan mereka dan menghilang ke dalam kegelapan hutan.
"Wow, dia benar-benar kuat," kata Alcia. "Kita harus lebih berhati-hati di sini."
Malamnya, setelah mereka menikmati makan malam bersama, Jack, Mia, Luke, Alcia, Tatsuya, Flora, dan Gray duduk bersama di sebuah meja kayu yang besar. Mereka sedang menikmati minuman elf yang terkenal dengan rasa manisnya yang unik.
"Ternyata ras elf sangat terkenal dengan kemampuan dalam sihir," kata Tatsuya.
"Betul sekali, dan desa kami menjadi tujuan para petualang yang ingin mempelajari sihir," jawab Gray.
"Apakah Anda bisa mengajarkan kami sihir, Gray?" tanya Mia.
"Tentu saja, saya senang berbagi ilmu dengan para petualang seperti kalian," ucap Gray.
Mereka menghabiskan malam itu dengan belajar sihir dasar dan mengenal budaya elf yang kaya. Keesokan harinya, mereka memutuskan untuk mengunjungi hutan setan yang legendaris untuk mencari harta karun dan petualangan baru.
__ADS_1
Setelah beberapa hari perjalanan, mereka tiba di tepi hutan setan. Hutan ini sangat terkenal dengan keindahan alamnya yang menakjubkan, namun juga dianggap sangat berbahaya karena banyaknya monster kuat dan jebakan berbahaya.
Mereka berjalan dengan hati-hati di dalam hutan, mencari tanda-tanda harta karun yang mereka cari. Setelah beberapa saat berjalan, mereka menemukan sebuah gua yang tersembunyi di balik pepohonan. Mereka masuk ke dalam gua itu dan menemukan harta karun yang mereka cari selama ini.
Setelah berhasil mendapatkan harta karun tersebut, mereka melanjutkan perjalanan.
Mereka melanjutkan perjalanan ke tepi laut dengan mengikuti petunjuk dari penduduk desa elf yang disebut Gray. Setelah beberapa jam berjalan, mereka tiba di tepi laut dan menyaksikan pemandangan yang indah.
"Wow, pemandangannya benar-benar luar biasa," kata Mia sambil memandang ke laut yang luas.
"Benar, betapa indahnya ciptaan Tuhan ini," sambung Jack setuju.
Tatsuya, yang sedang memegang peta, mengarahkan mereka ke arah pulau raja iblis yang berada di tengah laut.
"Kita harus menyeberang laut untuk mencapai pulau raja iblis itu," kata Tatsuya.
Mereka kemudian mencari perahu untuk menyeberang ke pulau raja iblis. Setelah menemukan perahu, mereka meminta bantuan seorang nelayan untuk membawa mereka menyeberang.
Setelah beberapa jam berlayar, mereka akhirnya tiba di pulau raja iblis. Mereka melihat sekeliling dan merasa terkejut karena pulau itu dipenuhi oleh moster-moster kuat.
"Mari kita hati-hati, ini bisa menjadi pertarungan yang sulit," kata Luke, mengingatkan teman-temannya.
Mereka berjalan ke dalam pulau dan bertemu dengan beberapa moster renk B dan C. Namun, karena mereka sudah berpengalaman, mereka berhasil mengalahkan moster-moster tersebut dengan mudah.
"Tampaknya kita akan bertarung dengan raja iblis," kata Alcia, merasa sedikit gugup.
"Tidak apa-apa, kita bisa melakukannya. Kita sudah bersama-sama melawan banyak moster yang kuat," kata Jack, mencoba menenangkan teman-temannya.
Mereka bersiap-siap untuk bertarung dengan raja iblis, dengan harapan dapat mengalahkannya
Jack dan teman-temannya mencapai istana raja iblis dan melihat bahwa pasukan iblis telah menunggu kedatangan mereka. Ada lima jendral iblis tingkat 6 yang memimpin pasukan itu.
Jack: "Ini akan menjadi pertarungan yang sulit. Kita harus bekerja sama dan menjaga satu sama lain agar selamat."
Mia: "Saya setuju. Kita harus melawan mereka dengan kekuatan penuh kita."
Luke: "Tidak masalah bagaimana besarnya pasukan mereka, kita tidak akan menyerah."
Alcia: "Mari kita bergerak maju dan hancurkan mereka!"
Tatsuya: "Jangan lupa untuk melindungi diri kita sendiri dan menjaga satu sama lain di sini."
__ADS_1
Flora: "Saya akan menggunakan ramuan saya untuk membantu kita melawan mereka. Mari berjuang!"
Mereka kemudian melompat ke dalam pertempuran dan melawan pasukan iblis. Pertempuran itu sangat sulit dan memakan waktu, tetapi akhirnya mereka berhasil mengalahkan pasukan iblis
Jack menatap tajam ke arah Yuron, jendral iblis yang berdiri di hadapannya. Yuron yang memiliki tubuh besar dengan kulit berwarna merah menyeringai sinis. "Kamu berani sekali, manusia. Aku akan menghancurkanmu dengan mudah," ucapnya sambil mengangkat pedang besar yang dipegangnya.
Jack tak gentar melihat ancaman Yuron. "Aku akan melawanmu sampai titik darah penghabisan," balas Jack dengan suara lantang. Ia mengambil posisi bertarung yang siap untuk menyerang kapan saja.
Yuron tertawa garing. "Kamu memang berani, tetapi itu tidak cukup untuk mengalahkan aku!" ucapnya sambil meluncurkan serangan ke arah Jack dengan cepat.
Jack mampu menghindari serangan tersebut dengan gesit. Ia lalu membalas serangan Yuron dengan pedang barunya yang berkilauan. Namun, serangannya tersebut dengan mudah dihadang oleh Yuron.
"Kamu terlalu lemah, manusia!" kata Yuron sambil menyerang lagi dengan kecepatan yang lebih tinggi.
Jack berusaha menghindari serangan tersebut, tetapi ia masih kesulitan dalam menghadapi Yuron yang terlalu kuat. Lalu, ia memutuskan untuk menggunakan kemampuan spesialnya untuk menyerang.
"Gravity Slash!" teriak Jack sambil memanggil serangan gravitasi yang membuat Yuron terlempar ke udara.
"Kamu...!" ucap Yuron terkejut, lalu ia mengeluarkan serangan terakhirnya dengan kekuatan penuh.
Jack membalas serangan tersebut dengan gerakan yang cepat, dan akhirnya ia berhasil mengalahkan Yuron. Jack merasa lega, tetapi ia masih menyadari bahwa masih ada jendral iblis lainnya yang perlu dilawan.
"Kita belum selesai," gumam Jack sambil menatap ke arah pasukan iblis yang masih menantang mereka.
Mia menggenggam tongkat sihir barunya dengan erat dan menatap tajam pada Jendral Iblis Loris yang berdiri di hadapannya. Loris mengeluarkan pedangnya dengan percaya diri, siap untuk melawan Mia.
Loris: "Hei, manusia kecil. Kau berani menghadapiku? Aku Jendral Iblis Loris, tingkat 6, dan kau tidak ada apa-apanya di hadapanku!"
Mia: "Jangan meremehkan lawanmu sebelum bertarung. Aku Mia, petualang renk B, dan aku akan mengalahkanmu!"
Loris: "Hah! Kau bicara besar untuk ukuran manusia seperti dirimu. Ayo tunjukkan kemampuanmu!"
Loris meluncur maju dan menyerang Mia dengan pedangnya. Mia dengan cepat menghindar dan melepaskan serangan sihirnya, namun Loris terlalu kuat dan mampu menghindar dengan mudah. Pertarungan mereka berlangsung sengit, dengan Mia berusaha keras untuk menemukan celah dalam pertahanan Loris.
Mia: "Aku harus menemukan kelemahanmu!"
Loris: "Kau tidak akan menemukannya! Aku terlalu kuat untukmu!"
Mia terus melawan dengan gigih, mengeluarkan semua kemampuannya untuk mengalahkan Loris. Akhirnya, setelah serangan terakhir, Loris jatuh ke tanah dengan tubuhnya bercahaya sebelum lenyap menjadi debu.
Mia: "Aku menang! Kalian yang lain bagaimana?"
__ADS_1
Jack: "Aku juga menang. Bagaimana dengan kalian?"