
STIKMEN dan teman temannya berkumpul bersama para petinggi desa, mereka berkumpul disebuah ruangan, untuk membahas rencana kedepannya. HAIRA memimpin jalannya pembicaraan mereka, beberapa hal dan saran akan rencana juga dikemukakan.
"kita bisa saja mengalahkan prajurit prajurit DEKIG *yang hanya punya nyali dan tidak memiliki otak sama sekali "
" iya kau benar, kita bisa dengan mudah meratakan mereka semua, namun jumlah mereka terlalu banyak "
" masalah utama dalam penyerangan ini bukan di prajurit nya yang sangat banyak, namun masalah ada di* DEKIG *itu sendiri "
" apa yang kau katakan?! "
" semua ini PERCUMA !! "
" sudah jelas kan, kita harus mengikuti rencanaku* "
Perdebatan antar penduduk di ruangan tidak dapat dihindari, mereka terus adu argumentasi agar rencana mereka dipakai untuk menyerang DEKIG.
" sudah cukup " ucap HAIRA.
" sudah semua, dimohon agar tetap tenang " sahut KANARU.
" begini saja. HAIRA kita bagi tim saja, ada yang jaga desa, dan ada yang pergi untuk menyerang " kata MAGMA.
" Maaf tuan MAGMA, *kita para penduduk jika dapat bagian untuk menyerang ke sana, kita masih belum siap, betul ga ?! "
" iyaa!
" kita tidak mau mati hanya karena melindungi semua orang "
" iyaa kita hanya ingin keluarga kita sendiri yang aman, biarkan saja orang diluar sana "
" BETUL, lagi pula kita tidak akan meninggalkan keluarga kita hanya untuk mempertaruhkan nyawa kita untuk orang lain* "
para penduduk, belum siap akan rencana penyerangan ke DEKIG, mereka beranggapan bahwa mempertaruhkan nyawa mereka untuk seluruh umat manusia, hanya akan membuat mereka berpisah dengan keluarga mereka.
dipanasnya perdebatan mereka semua, HAIRA memutuskan untuk menghentikan perundingan rencana ini.
__ADS_1
"bagaimana pun, ini tidak akan berhasil, DEKIG terlalu kuat " tegas FLASHCICK.
" iya, FLASHCICK benar.., para penduduk kelihatan sekali kalau mereka tidak bersedia ikut untuk membantu kita " kata DARAMA.
" hmmm, kira kira jika kita sendiri.. apa kita ak- " belum STIKMEN selesai berbicara, MAGMA memotong pembicaraannya.
" JANGAN BODOH KAU BOTAK, MANA BISA KI- " seperti STIKMEN, MAGMA sebelum selesai berbicara FLASHCICK memotong kata kata MAGMA.
" GA USAH NGEGGAS KAU RAMBUT API " sahut FLASHCICK.
" LU GA USAH IKUT CAMPUR COWO MESUM " balas MAGMA.
" APA MAKSUDMU!? HA!? " tanya FLASHCICK sambil menempelkan dahinya ke dahi MAGMA.
" APA KAU!? "
kata MAGMA, sambil menarik mendorong FLASHCICK.
" su- sudah ja- jangan berkelahi " kata AWAN.
" ada apa HAIRA ? " tanya KANARU.
" begini saja, benar kata MAGMA. kita akan bagi tim " sambil berdiri HAIRA mengambil buku catatannya.
" tapi para pendu- " kata BLADESTIK, namun dipotong oleh HAIRA sambil memukul dinding.
" biarkan saja.. aku punya rencana agar kita bisa mengalahkan DEKIG tanpa bantuan warga yang egois seperti mereka " tegas HAIRA.
HAIRA, menjelaskan sendiri bagaimana rencana selanjutnya, dia kali ini tidak mengajak para penduduk untuk berunding.
mereka akan di bagi menjadi 2 tim, tim ke 1 akan ikut HAIRA untuk menyerang DEKIG, dan tim 2 akan membantu para penduduk untuk menjaga desa.
" aku, DARAMA, STIKMEN, MAGMA, AWAN, SURBAY, dan STIK " jelas HAIRA.
" jadi yang ikut aku menjaga desa , BLADESTIK, SURO dan BOYO " ucap KANARU.
__ADS_1
" iya, memang sepertinya tidak imbang karena timku lebih banyak namun kau mengerti kan kenapa " jawab HAIRA.
" ya, aku paham. malahan aku berpikir bahwa jumlah orang yang ikut dengan mu masih kurang " kata KANARU.
" tidak masalah KANARU, kita nanti sore akan berangkat " jawab HAIRA.
disaat semua setuju , tiba tiba MAGMA,
" sebentar HAIRA.."
" ada apa MAGMA ? " tanya HAIRA.
" bisakah aku ikut menjaga desa ? " jawab MAGMA.
" kau takut bocah api ? " sahut FLASHCICK.
" KAU MEMANG SUKA CARI MASALAH HA !? " tegas MAGMA.
" EMANG BENAR KAN KAU TAKUT !? "
tanya FLASHCICK, *sambil menggeleng-gelengkan kepalanya,
" sudah.., kenapa* MAGMA, apa karena FIFA ? " tanya KANARU.
" *i- iya "
" da- "
" tenang* MAGMA, FIFA akan aman di sini, aku akan menjaga dia " jawab KANARU.
sambil menepuk pundak MAGMA, KANARU ijin pamit dari ruangan tersebut dan mengajak BLADESTIK untuk menuju ketua desa, mereka memberi tahu rencana kepergian HAIRA, STIKMEN dan yang lainnya.
dengan berat hati kedua desa menerima keputusan HAIRA dan yang lainnya.
Sore pun tiba, HAIRA dan yang lainnya sudah siap untuk pergi dari desa. para penduduk pun juga mengantarkan mereka sampai diluar desa , hampir semua penduduk desa bersuka cita dan mendoakan mereka semua agar berhasil. namun tidak sedikit juga orang orang yang tidak suka akan keputusan mereka yang dianggap belagu dan sok heroik.
__ADS_1
" oke HAIRA, sekarang kita harus menuju kemana !? "