
matahari sudah mulai terlihat, Stikmen yang telah terbangunsegera membangun kan teman-teman nya dan menyiapkan peralatan nya
"sudah pagi kawan ayo kita siap-siap" ucap Stikmen
"uahhhh hmmp udah pagi ya?,AHHHHHH!!" teriak Magma , mendengar teriakkan Magma yang lain yang sedang tertidur tiba-tiba terbangun karena mendengar suara teriakkan Magma.
"ada apa? Magma!" tanya Darama, "Li.. lihatlah dibalik selimut ku aku merasakan ada seseorang" ujar Magma. seketika Darama pun membuka selimut magma dan ternyata ada fifa gadis yang kemarin selalu mendekati magma. "hee kenapa dia Bisa ada di kamarmu bahkan di balik selimutmu!!?" tanya Fleshcick.
"mana kutahu ??" jawab Magma, fifa lalu merangkul tangan magma dan berkata dalam keadaan setengah sadar "kakak jangan kemana-mana disini aja" , "HAHHH!?!?"
"kenapa kau dikamar kak Magma ?" tanya Stikmen,
"ehh kak Magma kuat" jawab gadis itu
"HAHHHHH!?" teriak semua
"dan juga hangat" jawab lagi fifa
"HAAHHH!!!!?????" teriak semua
"WOII MAGMA LU HABIS NGAPAIN SAMA ANAK INI!?!" tanya Fleshcick sambil mengangkat kerah baju Magma
"NGAPAIN? , NGGAK NGAPA NGAPAIN ANJING!!" jawab Magma sambil mengangkat kerah baju Fleshcick.
"ke..kenapa kak Magma berantem?" tanya gadis itu.
__ADS_1
"eh gak kok mereka lagi pelukan :v" jawab Stikmen sambil menunjuk kan jari nya ke Fleshcick dan Magma.
"berpelukan dari mana woii?!" ujar Fleshcick dan Magma.
"kak Fifa mau tanya boleh?" tanya fifa
"kamu mau tanya apa?" tanya Stikmen
"kalian mau kan menjaga fifa dan sahabat fifa didesa?" tanya fifa dengan muka sedikit sedih.
"kak Magma tolong jangan pergi, pertama kali fifa melihat kak magma, fifa teringat kak firman" ujar fifa
"ehh kak firman dulu pelindung desa kah?", tanya Darama
"ayo kita pergi semua sudah siap kan" ucap Magma sambil melepaskan genggaman tangan fifa dari tangannya.
"kak magma tolong jangan pergi!" ujar fifa dengan sedikit tangisan, air mata fifa menetes. tetesan itu hampir jatuh ketanah tetapi ditangkap magma dan bilang,
"hee jangan menangis la fifa, kakakmu ini akan pulang setelah pekerjaannya selesai dan kak Magma janji air mata ini tidak akan muncul lagi dari mata adikku ini" ucap Magma sambil memeluk fifa.
yang lain melihat respon dan mendengar ucap magma langsung tertawa, bukan tertawa karena hal konyol, tetapi tertawa karena sifat Magma yang tiba-tiba berbeda dari biasanya.
10 menit setelah kejadian tadi, mereka bertujuh berpamitan kepada kepala desa itu, sebagai ucapan terima kasih atas bantuannya kemarin warga desa setempat sepakat memberi mereka sedikit makanan dan minuman sebagai bekal perjalanan mereka.
"kak!! kak Magma hati!! dan kak Magma fifa akan tunggu kepulangan kak Magma!!" teriak fifa.
__ADS_1
"Haira ini kita kearah sana kan?" tanya damara
"yaa" jawab Haira
hari demi hari, bulan demi bulan telah berlalu. dan akhirnya mereka menemukan gua yang sesuai dengan petunjuk dari ayah Haira. mereka masuk dan hal yang aneh pun terjadi gua yang hanya seukuran rumah kecil itu, saat dimasuki oleh mereka ternyata luas didalam bagaikan negeri yang terisolasi.
"te.. tempat yang menakjubkan" ucap awan
"kau betul indah sekali" ucap Stikmen
sambil melihat sekeliling dan takjub mereka juga mencari sang CLEGACY.
"Stikmen makanan habis kah?" tanya surbay
"habis dari tadi pagi" jawab Stikmen
"gimana mau gak habis coba, makanan nya sedikit-sedikit dikasihkan ke hewan sama Haira" jawab Magma dengan nada jengkel.
"ehh kawan itu ada pohon dan itu kayaknya buah bentar kuambilkan" jawab Damara, damara pun pergi ke pohon itu, saat ingin memanjat terdengar rauman keras.
"ROOAAARRRRGGGGGHHHHHH!!!"
"su... suara a...apa itu?" tanya awan
sang CLEGACY.
__ADS_1