
"kalau begitu kita ber-7 langsung ke kerajaan DEKIG untuk mengalahkan nya dan membebaskan dunia ini dari kehancuran"
ucap Stikmen sambil membuka pintu
"tidak kita tidak bisa mengalahkan nya"
jawab Haira sambil menahan pintu yang dibuka Stikmen
"iya betul, apalagi prajuritnya ada ribuan, bahkan jutaan yang berada di setiap sisi bumi ini" saut Surbay ke Stikmen sambil olahraga
"tapi, saat aku di kerajaannya. aku tak melihat satu pun prajurit atau bala tentaranya" jawab Stikmen ke mereka
"apa maksudmu?"
__ADS_1
tanya Magma tak percaya setelah dengar ucapan Stikmen tanpa pikir panjang Magma mengambil pedangnya dan menarik tangan Haira dari pintu
"ya, disana sepi. hanya ada DEKIG seorang" jawab Stikmen
"waaahh, kita langsung keroyok aja" tanpa pikir panjang Magma langsung merusak pintu tempat mereka.
"APA KAU SUDAH GILAAN?!" tanya Fleshcick dengan keras ke Magma
"santai gak usah nyolot matanya" jawab Magma sambil mengarahkan kedua jarinya ke mata Fleshcick
"APA?!" Magma yang terlanjur emosi tak segan juga mengarahkan pedangnya keleher Fleshcick.
"u...u...udah... ja...jangan bertengkar" awan yang mencoba melerai mereka ikut ketakutan sendiri.
__ADS_1
"tau kayak anak kecil aja, lagian kita gak akan nyerang DEKIG langsung. soalnya menyerang DEKIG langsung sama seperti perang tanpa strategi." Haira yang jengkel dengan mereka mencari sesuatu ditanya.
"terus bagaimana? , Haira"
tanya Darama ke Haira sambil kebingungan dengan yang dicari Haira
"aku pernah diberitahu ayahku bahwa ada seekor naga bernama 'CLEGACY' yang mungkin bisa membantu kita" jawab Haira dengan menunjukkan sesuatu gambar yang ada dibuku nya.
"CLEGACY?!!"
jawab mereka ber-6 dengan terkejut.
*nt : 'CLEGACY' Salah Satu Mitos Naga yang bisa memberi kekuatan ke Manusia, Hewan maupun tumbuhan. contoh : Barius dan Badrox (DEKIG dimasa lalu).
__ADS_1
mereka pun melakukan perjalanan mencari CLEGACY, perjalanan yang sunyi dan penuh ancaman walau bukan dari prajurit atau bala tentara DEKIG, halangan mereka ialah manusia juga. dimana manusia-manusia yang juga ingin hidup dengan mencuri makanan mereka dengan terpaksa mereka harus membunuh bandit dan perampok tersebut.
detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti minggu,minggu berganti bulan. mereka menemukan desa yang berantakan tapi warga disana seperti orang" yang ramah. mereka pergi ke desa itu dengan niat mungkin ada makanan atau minuman. "permisi , pak apakah disini ada tempat barter barang" Darama yang menanyakan hal itu ke gerombolan warga itu hanya dijadikan angin berlalu, dan gerombolan warga itu seperti ketakutan dan menuju rumah mereka masing-masing dan menutup pintu jendela rumahnya seakan-akan akan ada badai. ternyata ada segerombolan Bandit berkuda yang menuju ke desa itu. "siapa kalian ?" tanya Haira. "hee ada warga baru ya, apa kau sudah tau syarat berlindung disini?, KALIAN SEMUA KELUARLAH!!, KEAMANAN!!" setelah salah satu Bandit berteriak warga langsung keluar dengan membawa makanan serta minuman dari rumahnya. "he kau belum menjawab pertanyaan temanku , kau siapa?!" tanya dengan sedikit tegas oleh Magma. "kau mau mati disini" sambil mengayunkan pedangnya ke Magma Bandit itu memberi isyarat ke anak buah nya untuk mengepung Mereka ber 7. Magma pun kembali mengayunkan pedangnya ke Bandit itu, "jika kau menanyakan hal itu sekali lagi hilang kepalamu"