The Love Alesha Zahra

The Love Alesha Zahra
perkenalan


__ADS_3


pemandangan di pantai yang sangat mendamaikan dan menentramkan pikiran, ombak yang menghantam batu karang yang menambah kesan keindahan di pantai itu di nikmati oleh dua orang gadis cantik , mereka bernama zahra dan naila


zahra, memiliki nama lengkap 𝘼𝙡𝙚𝙨𝙝𝙖 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 anak kedua dari pemilik butik yang cukup terkenal di kota itu, zahra memiliki manik mata yang coklat, hidung mancung, kulit putih bengkuang, senyum yang di hiasi lesung pipi hingga setiap orang yang melihat senyumannya juga ikut tersenyum, dan juga memiliki tinggi 170cm. Keseharian zahra adalah sebagai desainer, ia membantu mama nya mendesain baju di butik


zahra memiliki sifat ceria , ramah, dan asyik


sedangkan gadis yang satunya nya lagi bernama naila, memiliki nama lengkap 𝘼𝙙𝙯𝙠𝙞𝙮𝙖 𝙣𝙖𝙞𝙡𝙖 𝙩𝙖𝙡𝙚𝙚𝙩𝙝𝙖. Naila adalah seorang dokter yang bekerja di sebuah rumah sakit di kota itu dan naila adalah sahabat sekalian juga pacar dari abangnya zahra, karena itu hubungan mereka semakin erat. Naila memiliki mata yang hitam, hidung mancung, kulit putih langsat, memeiliki tahilalat di bawah mata kanan nya, dan memiliki tinggi 169cm


"pisang krispi buatan kamu enak ra" naila memuji goreng pisang krispi yang di buat zahra


"hhh, tentu donk, kan aku jagonya masak 😆" zahra menjawab dengan bangga tapi bercanda


"iya iya aku tau" naila membalas, karena sudah tau zahra


mereka duduk di tepi pantai itu sambil menikmati goreng pisang krispi yang di buat zahra, mereka menikmati setiap hantaman ombak ke batu batu karang di pantai itu, hingga tak terasa sore sudah menyapa mereka


"naila, yok pulang" ajak zahra sambil berdiri


"ayok, lagian goreng nya juga udah habis" naila juga ikut berdiri


mereka berjalan menuju mobil yang tak jauh dari tepi pantai


"nai, kamu janji kan makan malam di rumah aku " zahra bertanya memastikan janji nya dengan naila


"iya jadi ra, aku udah minta izin ama keluarga" naila menjawab sambil me anggukkan kepala


setelah itu zahra menghidupkan mesin mobil dan mulai menyetir mobil menuju rumah, hanya membutuhkan waktu sekitar 25 menit mereka sudah sampai di rumah zahra


"assalamu'alaikum" mereka mengucap salam serentak dan masuk


"Walaikumsalam" semua orang di rumah menjawab dan menoleh ke mereka berdua


"eh kak naila" sapa 𝙙𝙚𝙫𝙖𝙣𝙤 (𝙖𝙙𝙞𝙠 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙥𝙪𝙩𝙧𝙖 𝙗𝙪𝙣𝙜𝙨𝙪)


"Hai devano" naila menyapa devano dan devano menyalami naila


setelah itu naila menyalami 𝙗𝙪𝙠 𝙨𝙖𝙧𝙞 (𝙢𝙖𝙢𝙖 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖) dan 𝙥𝙖𝙠 𝙙𝙞𝙠𝙖(𝙥𝙖𝙥𝙖 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖) dan di persilahkan duduk oleh mereka

__ADS_1


"bang baim mana ma? " zahra menanyakan abangnya yang dari tadi sejak ia pulang tak nampak


"ada apa cari cari aku" 𝘽𝙖𝙞𝙢 (𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜𝙣𝙮𝙖 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞𝙖𝙣 𝙥𝙪𝙩𝙧𝙖 𝙨𝙪𝙡𝙪𝙣𝙜) datang sambil tersenyum


"pd amat nyari nyari" zahra malah mengomel


"terus kalo ngak nyari apa namanya dong" baim malah tambah becandain zahra


"ini naila datang masa ngak di sambut😑" zahra kesal


"welcome my home baby" baim langsung mengatakan kalimat untuk menyambut naila hingga membuat naila malu, sedangkan zahra dan devano ingin muntah melihat abangnya yang seperti orang bucin tingkat akut


"kenapa kalian berdua" baim tau apa yang membuat zahra dan devano bertingkah seperti itu tapi ia sengaja pura pura bertanya


"bang baim barusan lebai banget" devano mengejek gaya abangnya barusan


"sama pacar itu mesti harus lebai biar makin di sayang" baim menjawab dengan penuh percaya diri


"tapi sama naila ngak berlaku kakak baim ku yang ganteng, malahan yang ada naila malah ilfeel nengok bang baim" zahra mengingat baim kalo naila ngak suka orang lebai


buk sari , pak dika dan naila hanya tertawa melihat aksi mereka yang begitu lucu dan menciptakan suasana heboh


"zahra aku juga ikut" naila juga ingin ikut tapi di cegah zahra


"ngak usah kamu di sini aja, ngobrol aja sama bang baim urusan makan malam biar aku yang ngurus" zahra memegang pundak naila dan menuntunnya untuk duduk kembali


"ngobrol bisa kapan kapan aja" naila kembali berdiri tapi di tarik baim untuk kembali duduk


"biarkan zahra yang ngatur, biar dia yang masak buat tamu spesial malam ini" baim malah membuat zahra kesal tapi itu hobi nya kepada adik perempuan nya


zahra langsung menuju dapur dan menyiapkan makan malam, 30 menit zahra hanya sibuk menolong pelayanan menyiapkan makan dan sekarang makan malam nya sudah di hidangkan


"ayo makan" pak dika berdiri dari sofa dan mengajak semua orang untuk makan malam


semuanya menuju ruang makan dan duduk, sedangkan zahra mengambil masakan terakhir di dapur dan membawa nya ke meja makan


"nah ini Zahra yang masak, sambal ayam saus padang" zahra meletakkan masakan nya di atas meja


"wah, ini kesukaan devano" buk sari memuji masakan zahra

__ADS_1


"makasih ya kak" devano berterima kasih dengan wajah sangat senang karena zahra memasak sambal kesukaan nya


"ayo makan, naila kamu jangan sungkan sungkan di sini ya, anggap aja seperti rumah kamu sendiri" pak dika mempersilakan makan dan berbicara dengan calon menantu nya


"iya om" naila hanyak me anggukkan


mereka semua mencoba masakan zahra dan berdecak kagum


"Mmm, sambal ayam saus padang nya enak sekali" naila langsung memuji masakan sahabat nya itu sambil memberikan jempol


"tentu donk, nanti kalo kami udah jadi menantu di rumah ini pasti akan lebih banyak lagi menu menu yang baru dan enak" buk sari membalas pujian naila kepada masakan zahra


"tante bisa aja" naila malu malu


"wah kalo kek gini tiap hari, aku bisa gendut kak" devano memuju tapi sibuk dengan makanan nya


"hhhh, ngak apa apa kamu gendut sekarang kamu kan sudah kelas 3 SMA jadi saat nanti nya kamu masuk kuliah kamu udah jadi gendut dan ngak ada cewek yang mau sama kamu" zahra malah membayangkan adiknya gendut saat masuk kuliah


devano langsung berhenti mengunyah dan melirik zahra dengan tatapan tajam


"ngak papa zahra kalau kamu masak makan enak tiap hari, jadi kalau devano gendut maka ngak ada yang menyayangi ke gantengan aku" baim juga ikut dan devano juga ikut melirik tajam


"serius bang baim nantinya ngak akan gendut, kan bang baim pasti juga ikutan makan" devano membalas baim


"akan ku tahan rasa lapar ku asal kan bisa mengalahkan ganteng nya kamu" baim membalas devano


devano langsung menarik sambal ayam saus padang itu kepada nya hingga semua orang bengong


"kok kamu ambil semuanya" tanya buk sari yang bingung


"biar kak baim ngak ikut makan, kan dia ngak mau gendut" devano menjawab mamanya dan melirik baim dengan penuh kemenangan hingga mereka semua ikut tertawa dengan aksi lucu devano


𝙱𝚈 :𝙼𝚄𝙼𝚄𝙳


𝙅𝘼𝙉𝙂𝘼𝙉 𝙇𝙐𝙋𝘼 𝙏𝙄𝙉𝙂𝙂𝘼𝙇𝙆𝘼𝙉 𝙅𝙀𝙅𝘼𝙆 𝙉𝙔𝘼 𝙔𝘼 𝘿𝙀𝙉𝙂𝘼𝙉 𝘾𝘼𝙍𝘼 𝙇𝙄𝙆𝙀, 𝙆𝙊𝙈𝙀𝙉 𝘿𝘼𝙉 𝙁𝙊𝙇𝙇𝙊𝙒


𝙏𝙀𝙍𝙄𝙈𝘼 𝙆𝘼𝙎𝙄𝙃


𝚆𝙰𝚂𝚂𝙰𝙻𝙰𝙼

__ADS_1


__ADS_2