The Love Alesha Zahra

The Love Alesha Zahra
kenalan


__ADS_3

saat sampai di rumah naila langsung menghubungi zahra


drrttt....... drttt.... HP zahra berbunyi, zahra melihat nama yang tertera di HP nya, zahra langsung meanggkat telpon dari sahabat nya itu


"halo assalamu'alaikum nai" zahra langsung mengucapkan salam


"Walaikumsalam ra, kamu sibuk ngak? " naila menjawab salam dan langsung bertanya


"kek nya sedikit sibuk nai, emang nya kenapa?" zahra menjawab


"hmmmm, rencana nya besok aku mau ngajak kamu nongkrong di cafe" naila menyampaikan niatnya


"ooo, sekitaran jam 2 gimana? " zahra memberi saran


"ok, ngak papa jam 2 aja" naila mengiyakan


"dimana? " tanya zahra


"nanti aku kirim alamat nya" naila menjawab dengan tersenyum bahagia


"ok" jawab zahra


"yaudah sampai ketemu besok, assalamu'alaikum" naila menutup telpon nya setelah zahra menjawab salam nya


"akhirnya ada yang mau deketin sahabat gue" naila berbicara sendiri sambil tersenyum bahagia


disisi lain zahra ,baim dan devano sedang duduk di sofa


"menurut kamu mana yang bagus cincin nya? " baim melihat gambar di HP nya


"yang ini kak, terlihat simpel dan elegan" zahra menujuk salah satu fhoto cincin


"untuk acara tunangan besok ya kak? " devano bertanya


"iya, menurut kamu bagus yang mana? " baim menjawab pertanyaan devano dan juga meminta pendapat devano


"yang ini" devano menunjuk fhoto cincin yang sama dengan zahra


"karena kalian memilih cincin yang sama , maka aku akan memilih cincin yang kalian pilih" baim melihat fhoto cincin itu dan akan memesannya


"tentu donk, kan pilihan kami bagus" devano menjawab dengan bangga😌


"aelah" zahra melirik devano


setelah selesai bercanda zahra langsung istirahat ke kamar nya, sebelum tidur ia mengambil beberapa gambar baju yang telah ia desain untuk di bawanya ke butik


malam yang panjang tak terasa sudah usai kini zahra dan keluarga sedang menikmati serapan pagi bersama


"devan... besok kalau kuliah kamu mau ambil jurusan apa? " zahra bertanya ke devano sambil serapan

__ADS_1


"hmmmπŸ€”, jurusan arsitek rencana nya kak" devano menjawab nya setelah ia mikir


"ooo arsitek, kalo gitu harus banyak belajar dari sekarang" zahra mengingat kan devano agar lebih giat belajar


"kakak tenang aja, nanti devano pasti membawa hasil yang terbaik untuk kak zahra, papa mama dan bang baimπŸ˜‰" devano tersenyum


"itu baru anak papa" pak dika memberikan jempol


setelah serapan pagi usai pak dika dan baim menuju kantor, devano menuju sekolah sedang kan zahra dan bu sari menuju butik


"ma ini desain zahra, coba lihat dulu ma" zahra menyodorkan gambar desain nya dan setelah itu ia menghidupkan mesin mobil dan mulai menyetir


"bagus" bukan sari melihat gambar desain zahra sambil me anggukkan kepala tanda bahwa ia suka dengan desain zahra


"yang desain paling atas itu untuk acara pertunangan bang baim dan naila" zahra melirik gambar desain nya


"Mmm, kalau untuk mereka sangat cocok ni" bukan sari berbicara seakan mendukung zahra


"ok ma, akan zahra selesaikan secepatnya" zahra langsung semangat


setelah sampai di butik zahra langsung masuk ke ruangan nya yang banyak baju serta gambar desain, ruangan itu sengaja di biarkan untuk zahra bekerja sendiri


saking semangatnya zahra bekerja ia hampir lupa kalau udah hampir jam 2 siang


drttt.... drttt.... HP zahra berbunyi


"halo nai" zahra Meanggkat telpon naila


"oalah hampir lupa, untuk di ingetin, gue otw" zahra langsung menepuk jidat nya karena hampir lupa janjinya dengan naila


"hmm, aku tunggu" naila mematikan telpon


zahra langsung bergegas pergi, ia pamit sama mama nya dan buru buru mengambil kunci mobil, sekitar 15 menit perjalanan zahra sampai di cafe dimana naila dan zifran sudah menunggu


"maaf" zahra langsung meminta maaf


"ngak papa, mau minum apa? " tanya naila


"lemon tea aja" zahra langsung memilih minuman


"zahra kenalin ini kak zifran, kakak senior aku waktu kuliah" naila memperkenalkan zifran yang duduk di depan mereka


"yang kemarin bukan? " tanya zahra melirik zifran


"iya, benar sekali" jawab zifran senyum


"nah, kali ini dia mau kenalan lebih dekat sama kamu" naila langsung memberi tau zahra, zahra hanya membulat kan matanya


"boleh ngak? " zifran bertanya takutnya zahra keberatan

__ADS_1


"boleh" Zahra merespon dengan lembut dan senyum


dan akhirnya mereka berbincang satu sama lain dan juga bercanda


"yaudah aku pamit dulu" zahra masuk ke mobil


naila dan zifran melambaikan tangan nya


"ternyata teman kamu asyik juga ya, orang nya ramah, mudah bergaul ngak bikin kita lakukan ataupun gugup" zifran memuji zahra dan mengatakan kepada naila saat zahra sudah pulang


"jelas donk, dia itu sahabat aku yang paling aku sayangi" naila mengatakan nya sambil memejamkan matanya


"wajar kalo dia banyak di sayangi, ngak kan heran aku" zifran membalas nya


setelah itu naial dan zifran kembali ke rumah sakit


disisi lain zahra mampir ke toko bunga dan membelikan mama nya bunga carnation merah



setelah sampai di butik zahra memeluk buk sari dari belakang


"ini bunga untuk mama" zahra menyodorkan bunga itu


"wah..., makasih putri cantik mama" bukan sari sangat senang


"iya sama-sama ma" zahra mencium mama nya dengan gemas


"kenapa senyum senyum sendiri" bukan sari bertanya alasan zahra sangat bahagia


"tadi aku habis nongkrong sama naila, terus ada temen naila yang mau kenal sama aku, orang nya baik, ramah, sopan dan perhatian aku sangat suka" zahra menjelaskan nya sambil senyum senyum


"serius... kalau gitu bagus donk" bukan sari mendukung zahra


"makasih ma, nanti kalo kita udah dekat nanti zahra ajak ketemu sama mama" zahra masih tersenyum girang


bukan sari juga bisa ikut tersenyum melihatmu putri nya bahagia bahkan karyawan di butik itu merasa iri melihat ke sekarang ibu dan anak itu


"beruntung ya, buk sari punya putri cantik, lembut dan juga baik" karyawan itu berbicara kepada rekan kerja nya


"iya, bikin kita iri aja" rekan nya membalas sambil tersenyum


setelah selesai menceritakan nya kepada buk sari , zahra kembali ke ruangan nya dan melanjutkan kerja nya


zahra tampak fokus menjahit dan mem payet baju yang akan di pakai baim dan naila, zahra mengerjakan dengan teliti dan rapi


π™±πšˆ :π™Όπš„π™Όπš„π™³


π™…π˜Όπ™‰π™‚π˜Όπ™‰ π™‡π™π™‹π˜Ό π™π™„π™‰π™‚π™‚π˜Όπ™‡π™†π˜Όπ™‰ π™…π™€π™…π˜Όπ™† π™‰π™”π˜Ό π™”π˜Ό π˜Ώπ™€π™‰π™‚π˜Όπ™‰ π˜Ύπ˜Όπ™π˜Ό 𝙇𝙄𝙆𝙀, π™†π™Šπ™ˆπ™€π™‰ π˜Ώπ˜Όπ™‰ π™π™Šπ™‡π™‡π™Šπ™’

__ADS_1


π™π™€π™π™„π™ˆπ˜Ό π™†π˜Όπ™Žπ™„π™ƒ


πš†π™°πš‚πš‚π™°π™»π™°π™Ό


__ADS_2