
siang itu zifran menjemput zahra untuk pergi makan siang bareng, zifran datang ke butik dan juga bertemu dengan buk sari
"assalamu'alaikum buk" zifran datang dan langsung bersalaman dengan buk sari
"waalaikumsalam" buk sari menjawab salam zifran dan menyambut zifran dengan hangat
"saya zifran buk, teman nya zahra. zahra nya ada buk? " zifran berbicara lembut
bahkan zahra melihat zifran dari kaca ruang kerja nya, melihat zifran yang sopan dan lembut kepada orang tua nya membuat zahra semakin tertarik dan tersenyum sendiri
"oo teman zahra, tunggu bentar ibuk panggil zahra dulu ya" buk sari langsung paham tapi sebelum buk sari memanggil zahra, zahra sudah datang dulu
karena melihat zahra sudah datang zifran ingin meminta izin kepada Buk sari untuk mengajak anaknya makan siang
"buk.. boleh saya ajak anak ibu pergi makan siang bareng? " zifran bertanya takut takut berani
buk sari hanya bisa tersenyum kecil melihat zifran yang gugup, buk sari hanya memberi jawaban dengan anggukkan saja
setelah mendapat izin zahra dan zifran langsung pergi makan siang bareng
di perjalanan zahra tanpa tenang dan santai sedang kan zifran memberanikan diri untuk memulai percakapan
"kamu desainer? " tanya zifran fokus nyetir
"iya" zahra menjawab sambil melirik zifran
"kalau kak zifran dokter ya" zahra bertanya
"iya, aku dokter sekalian teman nya naila" zifran menjawab sambil melirik zahra
"ooo, kalau naila itu calon kakak ipar aku sekalian sahabat dekat zahra" zahra tersenyum
"apa kalian begitu dekat? " tanya zifran heran
"iya, kami sangat dekat" zahra memejamkan matanya saat berbicara
"enak juga ya, sahabat sekalian calon kakak ipar" zifra tertawa kecil
"pasti dong" zahra bangga
mereka pun sampai di sebuah restoran dan mereka berjalan masuk ke dalam. zifran mempersilakan zahra duduk baru ia duduk
drttt..... drttt.... HP zifran berbunyi panggilan dari kinan
"hallo fran, kamu di mana? " kinan langsung bicara
"aku lagi makan siang, ada apa? " zifran kembali bertanya
"dari tadi aku mencari kamu untuk ngajak kamu makan siang juga, tapi udah pergi duluan" kinan ngomel
__ADS_1
"aku.... " perkataan zifran di potong kinan
"kamu di mana aku juga mau kesana? *tanya kinan berharap
zifran hanya diam rencana nya ingin lebih dekat dan mengenal zahra gagal dan zifran juga takut zahra keberatan, tapi zahra memberi kode anggukkan
" di restoran X"zifran menyebutkan alamat nya
setelah telpon putus kinan langsung pergi ke sana, tapi saat tiba di sana kinan sedikit bingung melihat zifran dan zahra
"dia siapa? " tanya kinan bingung
"perkenalkan aku zahra sahabat nya dokter naila" zahra langsung memperkenalkan diri nya sambil menyodorkan tangan nya dan tersenyum
"aku kinan, teman nya zifran" kinan menjabat tangan zahra dan juga memperkenalkan diri nya
setelah memesan makanan kinan langsung kepada zifran
"kenapa lu ngak bilang kalo lo lagi dating"kinan melirik zifran yang duduk di samping nya sedang kan zahra didepan mereka
perkataan kinan membuat zahra melirik
" kami baru kenal"zahra berbicara dengan senyum gugup
"apakah kalian pacaran? " tanya zahra dengan menaikkan satu alisnya
"oohh bukan bukan" kinan langsung menggeleng kan kepala nya
"maaf" zahra salah
"bukan nya kalain yang lagi dating? " kinan malah bertanya
"dating? " zahra bertanya
"iya, kemarin dokter zifran ada bilang kalau ia bertemu lagi dengan orang yang pernah ia naksir waktu kuliah dulu" kinan blak blak kan
"? " zahra mengerutkan kening nya
sedangkan zifran di buat panas dingin oleh kinan
drttt.... drttt.... HP zahra berbunyi, zahra pamit pergi angkat telpon, zahra pergi sedikit jauh dari mereka
saat zahra sedang nelpon zifran langsung berbicara dengan nada lucu karena ia malu
"kamu kenapa bilang sama dia? " zifran panik
"ya biar dia tau, lagian kamu deketin cewek lama sekali, jadi biar aku yang tolongin biar cepet dapet jodoh biar ngak jomblo terus" kinan ngomel
"lu kan juga jomblo" zifran membalas kinan
__ADS_1
"nanti juga ketemu jodoh nya" kinan menjawab kaku
padahal kinan juga menyukai zifran sejak dulu ,sejak ia kuliah di universitas yang sama dengan zifran, zifran peka akan perasaan nya tapi ia sadar kalau dirinya bukan orang yang ia suka dan juga bukan tipe nya zifran dan sekarang kinan hanya bisa menutupi rasa yang sudah lama ia pendam
setelah mereka diam , zahra pun sudah selesai meanggkat telpon nya, zahra kembali duduk
"maaf membuat kalian terganggu" ucap zahra
"ngak kok, ngak ganggu sama sekali" zifra membalas maaf zahra
"ayo makan, makanya sayang kalo di kacangin" zahra melirik makanan di atas meja
tak menunggu lama mereka pun menyantap makan siang itu dengan canda gurau, karena zahra yang mudah berbaur membuat rasa gugup mereka hilang
"biar aku antar pulang" zifran ingin mengantarkan zahra pulang
"ngak usah kak, kak zifran sana kinan aja kan searah ke rumah sakit, lagian kalian berdua ada pasien yang nunggu" zahra menolak
"tadi kamu nya kan di jemput zifran masa pulang nya ngak di antar" kinan membantu zifran agar zahra mau di antar pulang
"ngak usah , aku bisa naik taksi kok" zahra menjawab dengan senyuman
"tapi..." kinan cemas
"ngak usah cemas, aku bisa sendiri kok" zahra membuat kecemasan kinan hilang
akhirnya zahra pulang dengan taksi setelah mereka bertiga berdebat ingin mengantar zahra pulang
"bye......" zahra melambaikan tangannya saat ia pergi dari restoran itu
"bye.... see you next zahra" kinan membalas nya
kinan mereka nyaman ketika berbicara dengan zahra bahkan tidak merasakan cemburu meskipun kini zifran berusaha untuk mengejarnya
"semangat ya bro" kinan memukul pundak zifran
"pasti dong" zifran membalas dengan tangan menggepalkan jarinya (kek πͺ emoji itu ya guys) sambil serius
setelah itu kinan dan zifran juga langsung menuju rumah sakit karena mereka masih bertugas sampai sore
"gimana? " tanya naila saat bertemu zifran
"noh kinan, malah datang" zifran memasang wajah sedih
sedangkan kinan dan naila malah tertawa melihat zifran yang memasang wajah seperti itu
π±π :πΌππΌππ³
π πΌπππΌπ ππππΌ ππππππΌπππΌπ π ππ πΌπ πππΌ ππΌ πΏππππΌπ πΎπΌππΌ ππππ, πππππ ,ππππΎπππ½π πΏπΌπ ππππππ πππΌ ππΌ
__ADS_1
ππππππΌ ππΌπππ
ππ°πππ°π»π°πΌ