
"assalamu'alaikum" zahra dan buk sari sampai di rumah
"waalaikumsalam" mereka yang ada di rumah semua nya menjawab salam zahra dan buk sari
"papa sama bang baim udah pulang, tumben cepat dari kami" zahra bertanya karena biasanya zahra dan buk sari dulu yang pulang duluan
"skali skali boleh la papa yang pulang duluan" pak dika memeluk zahra
"ooo iya zahra lupa, kalo hari ini kita ada janji dinner sama keluarga naila" zahra menepuk jidat nya setelah pak dika melepaskan pelukan nya
"tumben pintar" baim lagi dan lagi cari ribut
"ngak tumben, aku udah dari lahirnya pintar barusan tadi itu nama nya lupa bang" zahra ngomel
"kak zahra kita pakek baju ini yok, warna sama biar kita kek orang pacaran" devano langsung menyorong ikut bicara sambil membawa baju
"oke, yok kita siap siap" zahra menghampiri devano dan menuju kamar nya masing-masing
30 menit kemudian baim sekeluarga pergi ke sebuah restoran yang mana restoran itu yang akan menjadi tempat kedua belah pihak keluarga untuk dinner
tak lama setelah baim dan keluarga sampai naila dan keluarga nya juga sampai, mereka bertemu di parkiran
"Hai... apa kabar buk nia (mamanya naila) " buk sari langsung menyapa mama nya naila sambil cipika-cipiki
"apa kabar tuan angga? " pak dika juga bersalaman alah cowok
mereka saling menyapa dan setelah itu mereka langsung masuk ke restoran
"naila kamu tampak manis malam ini" buk sari memuji naila yang memakai baju warna biru soft
"makasih tante" naila membalas pujian buk sari dengan senyuman
"zahra juga cantik, makin lama makin cantik dan manis aja" buk nia juga memuji zahra
"yang jelas putri putri kita cantik nia" buk sari memuji zahra dan naila dengan sapaan akrab
"oh iya, acara pertunangan bain dan naila udah semakin dekat, cincin nya kalian udah pergi ukur" pak dika bertanya kepada baik dan naila
"udah donk pak" baim menjawab sambil tersenyum
"bajunya juga udah? " buk nia bertanya
"kalau masalah baju tenang aja, biar zahra yang siapkan" zahra membalas pertanyaan buk nia
"maksudnya zahra yang bikin? " tanya buk nia terkejut
"iya tante" zahra menjawab dengan senyum
"wah.... emang putri yang baik, tante bangga sama kamu" buk nia memuji zahra dengan senyum
"ini model baju bang baim dan naila di acara pertunangan nanti" zahra mengeluarkan tablet nya dan melihat kan model bajunya
__ADS_1
"zahra bagus banget" naila langsung kagum melihat model baju nya
"akan lebih bagus kalo kamu yang makek" zahra langsung gombalin naila
"aku setuju dengan kak zahra" devano dukung zahra
"betul tak van" adiknya naila (angga) juga memberikan jempol
mereka semua tersenyum melihat suasana yang sangat terkesan damai itu
"udah udah, ayo kita mulai makan Malam nya" baim menghentikan gombalan zahra
mereka menikmati makan malam itu dengan canda tawa yang membuat suasana hangat
"kalo gitu kami pamit dulu ya" buk nia pamit pulang kepada keluarga zahra
"iya hati hati di jalan" mereka membalas nya dan juga ikut masuk ke mobil
baim menyetir mobil dengan fokus sedang zahra dan devano tertidur dengan kepala devano nyandar di pundak zahra. Meskipun devano sering menjahili zahra tapi ia sangat sayang dan menurut dengan zahra dan begitu juga dengan zahra dia sangat memanjakan adiknya
"zahra... devan... ayo bangun kita udah sampai" buk sari membangun kan anak anaknya yang tidur di mobil saat sudah sampai
zahra dan devano langsung bangun, zahra turun dan menarik devano yang masih ngumpulin nyawa
"sabar napa kak" suara devano serak
"kelamaan nunggu kamu ngumpulin nyawa nya, padahal tidur baru bentar doang" zahra tetep menarik devano, sebentar atau lama pun devano tidur , saat bangun tidur ia akan tetap duduk untuk ngumpulin kesadaran nya dulu ,karena itu udah menjadi kebiasaan nya
"silahkan tidur di kamar, jangan lupa sholat mu devano" zahra menyuruh devano ke kamar
"hmmm" devano hanya menjawab singkat sambil berjalan dengan kesadaran yang kurang
"widihhh devano kek orang mabok aja" baim datang berdiri di samping zahra dan melihat devano jalan sempoyongan seperti orang mabok
"padahal dulu waktu kamu seumuran devano kamu juga kek gitu, kek ngak pernah aja" buk sari membuka aib baim
zahra tertawa mendengar mama nya yang ngomelin baim
"mama pakek buka aib baim segala" baim malu karena zahra jadi tau kelakuan dia seumuran devano
"maka nya, jangan ngetawain orang terus" zahra masih tertawa
"udah jangan ketawa, mending sono tidur" baim menutup mulut zahra karena kesal setelah itu menyuruh zahra pergi
"apaan sih bang, biar zahra ketawa nya sampe puas dulu napa" zahra ngak mau pergi
dan malah baim yang mengalah dan pergi dengan menggeleng geleng kan kepala karena zahra sangat puas men tertawai diri nya
setelah puas melihat baim kesal zahra juga pergi ke kamar nya dan beristirahat
...****************...
__ADS_1
pagi nya saat serapan zahra mencek HP nya, karena pulang dari dinner zahra ngak ada ngecek HP nya. Saat zahra ngecek HP nya ada pesan WA dari nomor baru
"*assalamu'alaikum zahra" chat dari zifran
"waalaikum salam" zahra membalas nya pagi itu*
tak lama kemudian zifran membalas chat zahra
"*ini zifran teman naila kemarinπ" zifran membalas
"oo kak zifran π , apa kabar kak? " zahra membalas sopan
"sehat, kamu nya gimana? " zifran kembali bertanya
"sehat kakπ" balas zahra
"nanti siang kamu ada waktu ngak? " tanya zifran
"ngapain kak? " tanya zahra
"nanti siang mau makan bareng ngak? " tanya zifran
"berdua? " tanya zahra
"iya" balas zifran
"boleh" zahra menerima ajakan makan siang zifran*
semua melihat zahra senyum senyum sendiri bikin orang bingung
"napa senyum senyum sendiri kek orang gila" baim langsung berbicara
"enak je zahra di samain sama orang gila" zahra kesal
"terus apa namanya, kalo senyum senyum sendiri" baim nanya
"udah baim, biar adik kamu berkembang juga kayak kamu" buk sari memberi kode
"maksudnya kek bang baimπ€, pacaran? " devano bertanya dengan kaget
"baru tahap saling kenal, ngak kek gitu juga kali, belum tentu dia mau sama zahra" zahra membalas kesal
pak dika hanya tersenyum melihat zahra yang kesal saat membahas soal pacaran
π±π :πΌππΌππ³
π πΌπππΌπ ππππΌ ππππππΌπππΌπ π ππ πΌπ πππΌ ππΌ πΏππππΌπ πΎπΌππΌ ππππ, πππππ πΏπΌπ ππππππ
ππππππΌ ππΌπππ
ππ°πππ°π»π°πΌ
__ADS_1