THE LOVE TRIAGLE

THE LOVE TRIAGLE
PROLOGUE


__ADS_3

**karya pertamaku di noveltoon ini jadi saya harap kalian menyukai dan mensupport cerita ini dengan cara vote and coment.


Happy reading**


tes...


Cairan kristal bening itu lagi-lagi terjatuh membasahi pipi seorang gadis, mengingat kejadian sore tadi di taman.


                             Flasback


Di taman seorang perempuan cantik dengan dress merah nya duduk di bangku taman yang sudah dihias berbagai macam bentuk , ada bunga mawar lampu kerlap kerlip menghiasi kata I LOVE YOU dan lilin yang berjejer di sekitar bangku menambah kesan romantis.


Perasaan perempuan itu tak menentu dia berfikir apakah semua ini untuk dirinya? Kalau iya dia akan sangat bahagia mengingat  seseorang yang telah mengajak nya kesini . perempuan itu adalah Arabella brianna dan seorang lelaki yang telah mengajak nya kesini adalah sahabat sekaligus cinta pertamanya Alfred cedric.


Setengah jam telah berlalu tapi sahabat nya itu belum datang juga, hingga matanya tak sengaja melihat seorang laki laki berjalan ke arah nya dengan memakai kemeja putih di tambah jas biru dongker yang menambah kesan tampan.


"Ara sorry aku terlambat" ucapnya kepadaku


" tidak masalah lagian aku belum menunggu terlalu lama."ucapku


"Benarkah? Ku kira aku akan membuat mu menunggu lama" ucapnya


" iya, by the way kamu mengajakku kemari ingin berbicara apa? Dan juga apakah kamu yang menghias tempat ini dengan begitu cantik?" ucapku


Aku sama sekali tidak bisa mengalihkan tatapanku terhadapnya, terlebih dengan tempat ini yang begitu romantis aku berfikir apa dia akan menembakku? Memikirkan itu membuat ku tersenyum.


" ah iya aku mengajakmu kemari ingin berbicara sesuatu dan ya aku menghias tempat ini untuk seseorang yang spesial" ucapnya sambil tersenyum kearah ku.

__ADS_1


Ohh god berbicara? Seseorang spesial? Apa mungkin dia sudah tahu bahwa aku selama ini mencintainya? Memikirkan itu perasaan ku terasa senang.


"Ekhm, jadi sekarang aku ingin berbicara serius" ucapnya


"Bicaralah aku akan mendengarkan" ucapku


"Aku cinta kamu, jadi maukah kamu menjadi pacarku?"ucapnya


Deg ..benarkah? Apa mungkin ini saatnya perasaanku terbalaskan?.


" ka..mu serius Al?" ucapku sambil mengerjab kan mata. Dia menatap ku serius.


"Yaa enggk lah" ucapnya sambil tertawa dan mengacak acak rambutku


" aku tuh tadi cuma belajar ucapin kata itu aja karna hari ini aku mau nyatain perasaan aku ke  fiona" ucapnya lagi yang membuatku jatuh sejatuh jatuh nya.


"Fiona? Dia yang anak kelas XI Ipa 3 itu?" ucapku sekuat mungkin menahan air mata ini yang akan menetes.


"Iya fiona, aku udah lama suka sama dia cuma aku belum berani ngucapin kalau aku cinta sama dia, dan sekarang aku bakal nyatain perasaan aku ke dia ra, tadi iti aku cuma belajar ngomong aja biar tidak gugup nantinya" ucapnya sambil terseyum.


Kenyataan apalagi ini tuhan kenapa aku terlalu berharap bahwa alfred bakal balas perasaan aku, bodoh kamu bodoh.


Seseorang datang dengan dress pink selututnya.


"Hai" sapanya


"Hai fiona" ucap alfred, ya seseorang itu adalah fiona asley anak kelas XI IPA 3 yang sialnya di cintai sahabatku.

__ADS_1


alfred menghampiriku lalu berkata.


"Ara kamu pergilah dulu aku ingin berbicara serius dengan fiona" ucapnya,


Akupun segera sedikit menjauh untuk memberikan waktu kepada mereka berdua.


Saat itu juga alfred menghampiri fiona dan menggenggam tangan nya dan menyuruh fiona duduk di kursi taman.


                                     °°°°°°


Alfred membawa fiona duduk di kursi taman sambil menggenggam tangannya.


"Fi aku cinta sama kamu, aku mau kamu jadi pacar aku, kamu mau kan fi?" ucap alfred


"Iya aku mau kok lagian aku juga udh lama suka sama kamu" ucap fiona


"Makasih fi makasih" ucap alfred sambil memeluk fiona dan mengecup keningnya.


"Sama sama al" ucap fina sambil tersenyum.


Mereka berdua pergi meninggalkan taman tersebut tanpa menyadari ada hati yang tersakiti.


                       Arabella pov


Aku sama sekali tidak bisa mengalihkan tatapanku terhadap dua manusia yang terlihat bahagia. Kenapa tuhan rasanya sakit melihat dia memeluk dan mencium orang lain dihadapanku, mereka saling menggenggam dan pergi meninggalkan ku disini dengan rasa sakit yang teramat sangat. Awan berubah menjadi hitam hujan turun dengan derasnya mengguyur tubuhku. Aku berteriak sambil memukul dada ku agar rasa sesak ini hilang.


                    Flashback off

__ADS_1


Mengingat itu lagi lagi membuat dadanya terasa sesak. Tidak mau terlarut dalam kesedihan akhirnya aku memutuskan untuk masuk kedalam kamar mempersiapkan mental untuk esok karena rasa sakit ini akan semakin bertambah besok.


__ADS_2