
**Jangan lupa untuk selalu vote and comment nya💗
Happy ready**
Saat ini alfred dan ara sedang berada di taman belakang sekolah, mereka sedang duduk sambil mengobrol hal yang tidak penting tapi mereka berdua tertawa bersama karena kekonyolan yang alfred buat.
"Hah... Hahh udah aku cape ketawa terus dari tadi" ucap ara dengan nafas tersedat sedat.
"Iyaiya udah kasian araku cape ketawa terus dari tadi" ucap alfred sambil mengelap peluh yang ada di kening ara.
Ting
Bunyi notifikasi di handphone alfred mengalihkan perhatian pria itu kepada handphonenya.
"Fiona bentar lagi kesini jadi sekarang kamu kembali ke kelas oke" ucap alfred menyuruh ara kembali ke kelas.
"Yaudah aku ke kelas dulu" ucap ara bangkit dari kursi dan pergi meninggalkan alfred sendiri.
Saat itu juga fiona datang dengan senyuman manisnya terarah kepada alfred.
"Alfred kamu ngapain suruh aku kesini?" tanya fiona.
"Fi aku minta maaf kemarin udah cuek sama kamu tapi sebenarnya aku itu sengaja cuma mau buat kejutan ke kamu" ucap alfred di sertai senyuman manisnya.
"Kejutan apa?" tanya fiona semangat
"Ini aku kemarin beli ini buat kamu sebagai hadiah atas hubungan kita tolong kamu jaga baik baik ya" ucap alfred sambil mengeluarkan kotak merah dan membukanya.
__ADS_1
"Wah bagus banget aku suka" jawab fiona dengan senyuman
"Sini aku pakaikan" ucap alfred
Kemudian alfred menyuruh fiona berbalik dan dia pun memakaikan kalung tersebut di leher fiona.
"Kamu suka?" tanya alfred sambil memeluk fiona dari belakang dan menumpukan dagunya di bahu fiona.
"Aku suka banget, makasih kalungnya aku janji akan jaga kalung nya" jawab fiona sambil mengecup pipi alfred dari samping.
"Sama sama, aku akan berusaha buat jadi pacar yang baik dan sayang sama kamu" ucap alfred masih sambil memeluk fiona.
Tanpa mereka sadari ara tidak benar benar pergi dia melihat dari awal bagaimana sikap alfred terhadap fiona.
Sakit itulah kata yang menggambarkan hati ara sedari tadi dia tidak bisa mengalihkan perhatiannya kepada dua insan yang sedang bersama.
"Sakit banget rasanya tuhan ara tidak sekuat itu melihat mereka bersama" batin ara menangis.
              🔺🔺🔺🔺
Saat ini alfred baru saja tiba di kelas setelah tadi bersama fiona. Alfred melihat ara sedang menelusupkan kepalanya di meja.
"Ra kamu kenapa? Kamu sakit?" tanya alfred khawatir
Ara mengangkat kepalanya dan matanya bertubrukan dengan mata alfred, ia bisa melihat kilat khawatir di mata sahabatnya itu.
"Iya aku sakit hati" ucap ara dalam hati kalau bisa ia akan mengatakan langsung kepada alfred tapi ia tidak bisa.
__ADS_1
"Aku tidak apa apa hanya ngantuk sedikit mungkin karena tidur lumayan malam" jawab ara dengan senyuman paksa.
"Lainkali kamu jangan tidur malam malam tidak baik untuk kesehatan tubuh kamu, nanti kamu sakit aku khawatir" ucap alfred tersirat nada khawatir sambil mengelus kepala ara.
"Kenapa setiap aku berusaha melupakan perasaan ini, justru kamu yang buat perasaan ini kian besar" batin ara sambil menatap alfred.
"Ra nanti pulang sekolah kita ke mall yuk belanja" ajak teman ara yang duduk di belakang ara dan alfred bernama sinta.
"nah setuju aku sama sinta kita nge mall mau kan ra?" tanya teman ara yang satu lagi bernama feli.
"Boleh deh berarti nanti ya pulang sekolah" ucap ara kembali semangat, sahabat nya memang tahu bahwa ia mencintai alfred tapi ara menyuruh mereka untuk diam biar ini jadi urusan ia sendiri. Awalnya sahabat ara tidak setuju tapi karena ara meyakinkan mereka akhirnya mereka setuju.
             🔺🔺🔺🔺
Saat ini mereka bertiga sedang berada di mobil feli dengan ara yang duduk di sampingnya dan sinta di belakang. Keadaan mobil saat ini hening tidak ada yang memulai pembicaraan hingga sebuah suara.
"Kalau sakit bilang ya ra" ucap feli sambil menggenggam tangan ara seolah menguatkan sahabatnya.
"Aku kuat kok fel, tapi aku tidak tahu bisa bertahan sampai kapan semoga saja hati ini kuat" jawab ara di sertai senyuman getir dan itu membuat feli semakin mempererat pegangan tanganmu.
"Kita akan selalu ada buat kamu jangan sungkan untuk minta bantuan kita karena kita akan selalu ada untuk kamu" ucap sinta sambil memeluk ara diikuti feli yang memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.
Mereka berpelukan saling menguatkan.
"Makasih kalian sudah selalu ada buat aku disaat aku sedih dan butuh teman cerita" ucap ara sambil menangis. Dia sangat terharu terhadap sahabat nya yang selalu ada di saat dia sedih sejak 4 tahun lalu awal mereka kelas 1 smp.
"Tidak perlu makasih udah seharusnya kita saling melengkapi kita ini sahabat" ucap feli sambil melepaskan pelukan mereka dan menghapus airmata ara.
__ADS_1
"Jangan nangis nanti kita ikutan nangis liat kamu nangis" ucap feli lagi yang di angguki sinta.
"iya aku ga nangis kok" ucap ara sambil tersenyum. Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan mereka sambil bercanda ria melupakan kejadian tadi yang membuat mereka melow.