
**jangan lupa untuk vote and comment nya💗
Happy reading**
Bel pulang sudah berbunyi dari 10 menit yang lalu, tapi kedua orang di taman belum ada yang membuka pembicaraan. Hingga salah satu dari mereka yang membuka pembicaraan.
"Emm ra aku minta kamu jauhin alfred" ucap seseorang itu yang tak lain adalah fiona.
"Apa?! Kenapa aku harus jauhin alfred? Dia sahabatku, lagian kamu kenapa sih fi perasaan kemarin kemarin kamu biasa aja kenapa sekarang kamu jadi ikut ikutan teman teman kamu itu buat minta aku jauhin alfred" ucapku
"Teman temanku berbicara hal yang sama mungkin mereka ingin membelaku, lagian kamu itu cuma sahabatnya sedangkan aku pacarnya jadi kamu tidak berhak mengambil perhatian yang seharusnya alfred berikan kepadaku!" ucap fiona dengan kesal
"Aku mengambil perhatian alfred? Kalau pun memang alfred perhatian atau khawatir terhadapku itu wajar karena aku sahabatnya. Kita sama sama sedari kecil saling memberikan kasih sayang dan perhatian jadi apa salahnya?" ucapku dengan suara tenang
"Salahnya sekarang alfred itu udah punya pacar dan prioritas utama dia sekarang itu gua jadi jangan terlalu berharap sikap alfred ke lo bakal kaya dulu" ucapnya emosi dan mengganti kosa kata nya menjadi lo-gue.
"Iya aku ngerti mungkin sekarang prioritas alfred itu kamu, tapi kalau untuk menjauh dari alfred aku tidak bisa, kita udah sahabatan lama, ga mungkin cuma karena kamu yang baru jadian dengannya bisa seenaknya begitu" ucapku menatapnya yang juga menatap kearahku
" oke gua udah bilang baik baik ke lo buat jauhin alfred tapi cara ini ga membuat lo sadar posisi lo, jadi jangan salahkan gue kalau gue pakai cara lain yang membuat lo menyesal nantinya". Ucapnya berlalu meninggalkanku di taman sendirian.
Huft
"Aku harus sabar buat hadapin sikap dia tapi, aku juga takut nanti dia melakukan hal yang membuat alfred membenciku" batinku.
__ADS_1
°°°°°°°
Sekolah sudah terlihat sepi tapi seorang gadis masih tidak terlihat untuk meninggalkan taman sekolah tersebut, entah apa yang sedang gadis itu pikirkan.
" ra kamu ngapain masih di sekolah?" tanya seseorang
" eh al gapapa kok tadi cuma lagi nunggu sepi aja biar enak gitu". Jawabnya
" Yaudah pulang yuk aku anterin kamu" ajak alfred sambil menarik tanganku menuju parkiran.
" sini aku pakein helm nya" ucap alfred sambil memakaikan helm ke kepala ara
" naik ra" setelah mengucapkan itu ara menaiki motor alfred dan meninggalkan sekolah.
" gue udah bilang baik baik sama lo, tapi lo menginginkan cara kasar, oke tunggu permainan gue" ucapnya.
🔺🔺🔺🔺
Mereka berdua telah sampai di depan rumah ara. Alfred membantu ara untuk membuka helm.
"Ra besok pulang sekolah kamu mau antar aku tidak?" tanya alfred
"Memangnya kamu mau kemana" tanya ara balik
__ADS_1
"Aku mau beli sesuatu buat fiona, itung itung hadiah lah kenangan gitu" jawab alfred disertai senyuman manisnya yang mampu membuat perasaan ara sakit. Dulu dia yang menciptakan senyuman manis di bibir alfred kini ia telah tergantikan Oleh orang yang bahkan baru memasuki kehidupan mereka.
"Iya aku mau ko antar kamu" ucap ara di sertai senyum paksa
"Makasih ya kamu emang sahabat terbaik aku, makin sayang sama kamu" ucap alfred sambil mengacak rambut ara
"Sahabat? Bisakah lebih? " batin ara sesak
"Aku juga sayang banget sama kamu" ucap ara sambil tersenyum kecut
"Tapi lebih dari sahabat" batin ara berteriak
Ingin ia mengucapkan kata itu tapi ia sadar diri alfred hanya menganggap nya sahabat tidak lebih jadi sadar bodoh.
"Yaudah aku pulang dulu ya jangan lupa besok langsung dari sekolah ya gausah pulang dulu" ucap alfred
"Iya al tenang aja" jawab ara di sertai acungan jempol
"Oke aku pulang dulu, jangan lupa makan nanti maag kamu kambuh" ucap alfred memperingatkan ara sambil mengelus kepala nya.
Setelah itu motor alfred pergi meninggal halaman rumah ara
"Perhatian kamu itu al yang buat aku makin ga bisa lupain kamu, aku sayang kamu tapi kamu sayang fiona" batin ara tersenyum kecut.
__ADS_1