
Di sebuah halaman yang padang nan luas, Diriku bersama para murid junior di kelasku berkumpul sesuai dengan tim masing-masing yang telah terbentuk.
'"Baiklah, murid-murid ku sekalian. Hari ini adalah pembelajaran dari masing-masing teknik dasar setiap class kalian. Dan kali ini Master Ares yang akan melatih class healer dan magic, bersama dengan Master Henry yang akan melatih class assassin dan guardian."
"Maaf Master, tadinya master menyuruh kami membentuk sebuah tim. Tetapi sekarang kami akan dipencarkan dari tim kami. Lalu untuk apa kita membuat sebuah tim?" Tanya Aaron yang kebingungan dengan instruksi dari master Ares.
Kami diberi instruksi untuk membuat sebuah tim, tetapi yang akan kita pelajari hari ini adalah tentang teknik dasar hingga menengah dari masing-masing class.
Dan salah seorang master yang disebut master Henry, dia memiliki postur tubuh yang sedikit gemuk. Terlihat dari tubuhnya, mungkin class miliknya adalah guardian.
"Pertanyaan yang bagus. Alasan Master Ares menyuruh kalian untuk membuat suatu tim adalah karena setelah ini, kalian akan melakukan latih tanding melawan tim dari teman-teman kalian. Jadi, persiapkan baik-baik strategi kalian nantinya." Ucap Master Ares.
"Baiklah, jika tidak ada pertanyaan lagi. Mari kita mulai pembelajaran pertama."
Masing-masing dari kami berpisah sesuai arahan dari Master Ares. Diriku bersama wizard dan healer lainnya, mengikuti Master Ares. Jarak dari latihannya tidak terlalu jauh dengan class assassin dan guardian. Class wizard dan healer berada di sebelah selatan halaman. Sedangkan class assassin dan guardian berada di sebelah utara.
"Hei, Zayn! Api tidak pernah kalah melawan petir. Mari kita lihat, sekuat apa dirimu. Hahaha..!" Ucap Leif dengan sombongnya.
"Kuharap kau tidak menyesali kata-kata mu."
"Baiklah, para junior sekalian. Disini kita akan belajar tentang sebuah teknik dasar sihir, dan teknik dasar skill healer." Ucap Master Ares.
"Sekarang, kalian sebagai wizard. Lihat dan cermati dengan benar bagaimana caraku melakukannya."
Master Ares menunjukkan kepada kami sebuah skill sihir yang dimana aku sudah mengetahui cara kerja sihir tersebut. Elemen sihir Master Ares ialah api. Beliau mengumpulkan energi alam ke telapak tangannya, membuat sebuah bola api kecil, lalu melemparnya kearah pohon dan membuatnya menjadi sebuah penghalang api yang sangat besar.
"Baiklah, dengan ini kalian pasti sudah tahu bagaimana cara melakukannya 'kan? Lalu Zayn, apakah kau mengerti?" Tanya Master Ares.
"Terimakasih Master, saya paham bagaimana cara melakukannya."
Itu adalah ilmu sihir tingkat dasar akan tetapi, itu juga bisa memasuki tahap kekuatan sihir tingkat menengah, jika si pengguna mampu membuatnya memiliki kerusakan yang sangat besar.
"Baiklah, Leif. Sekarang tunjukkan, Bagaimana caramu melakukannya!" Master Ares menunjuk Leif untuk mempraktekkan apa yang sudah diajarkan beliau.
"Hei, kalian semuanya! Lihatlah bagaimana caraku melakukannya. Terutama kau, Zayn. Hahaha.. Ah, Justina. Lihatlah ini! Mungkin kau akan menyukainya."
__ADS_1
Lagi-Lagi bocah itu menyombongkan dirinya, seolah dia bisa melakukan lebih dari yang Master Ares lakukan.
Untuk menyerap energi alam, tergantung bagaimana konsentrasi seseorang. Ada istilah yang mengatakan, bahwa semakin lama orang itu diam berkonsentrasi menuerap energi alam dengan waktu yang cukup lama, maka orang tersebut mendapat energi alam yang besar. Tetapi sebenarnya tidak seperti itu. Semakin tinggi konsentrasi seseorang maka semakin besarlah energi alam yang ia serap dan dengan begitu akan lebih efisien.
"Hei, hei.. Lihat! Sepertinya Leif menyerapnya terlalu banyak."
"Iya, benar! Itu dapat dilihat dari waktu yang ia butuhkan untuk menyerap energi alam." Ucap para murid junior lainnya.
'Memang, Leif menyerap energi alam tersebut
dalam kurun waktu yang cukup lama. Namun apa yang akan dia lakukan nantinya, itu membuatku penasaran.'
Swooshh
Wushh..
Blarrr..
Leif dengan telapak tangannya, mengeluarkan bola api yang sangat besar. Hingga membuat daerah di sekitar kami hangat karena api yang besar itu. Kemudian dilemparkanlah bola api yang besar itu ke sebuah pohon yang ada di area hutan, kemudian berubah menjadi cincin api yang mengelilingi sebuah pohon kemudian meledakkan pohon tersebut hingga habis tak bersisa.
"Bagaimana menurutmu, Zayn? Hahaha... Kau bahkan tidak bisa meledakkan pohon itu sampai habis kan? Hahaha.."
'Tch. Baiklah, setelah ini jangan kaget kalau aku bisa melakukannya lebih darimu.'
"Zayn. Sekarang giliranmu! Karena kamu adalah murid baru, Master ingin melihat sejauh mana kemampuan mu."
Giliran dimana Zayn akan mempraktekan apa yang diajarkan masternya pun tiba. Sebenernya dirinya telah lama mengetahui dan paham dengan ilmu sihir tersebut. Karena terbiasa dengan latihan keras bersama ayahnya.
'Inilah saatnya kubikin kalian semua termasuk dirimu, Leif. Kekuatan ini.. Kupastikan kalian semua tidak akan pernah menduganya, pada seorang bocah yang masih di tahap junior.'
Dep Dep..
'Kutarik nafas dalam secara perlahan. Diikuti dengan konsentrasi yang penuh. Kualirkan seluruhnya kedalam jiwa. Lalu, kupusatkan energi alam yang kuserap pada jari telunjuk ku, hingga menciptakan sebuah petir kecil berbentuk bintang.'
"Hei, lihatlah Zayn! Hahaha.. Dirinya terlalu cepat menyerap energi alam, sepertinya apa yang akan dia buat nantinya akan berefek kecil kerusakannya, Hahaha." Ucap Leif yang secara terang-terangan meledek Zayn.
__ADS_1
'Seperti yang kuharapkan. Haha, mereka semua tertawa kecuali Master Ares yang sedari tadi memperhatikan ku dengan seksama. Seakan dirinya mengerti tentang apa yang akan kuciptakan.'
Swooshh
'Kuarahkan bintang petir kecil tersebut menuju ke sebuah hutan yang ada di sebelah timurku. Dan, kuberi nama sihir tersebut...'
"Absoulute Star!"
'Cara kerja dari Absolute Star adalah ketika bola petir tersebut telah mendekati sasaran, maka bola itu akan hilang seperti ditelan angin. Namun, apa yang terjadi setelahnya ialah munculnya kilatan kecil di sekitar tempat berhentinya bintang petir kecil tersebut, kemudian terjadilah suatu ledakan yang sangat besar, seperti nuklir yang melahap habis seisi target. Dengan kata lain.. Hutan tersebut menjadi gundul tak bersisa.
Swingg
"Ah hahaha.. Hei, Zayn. Bola mungilmu hilang tuh, Hahaha." Ucap Leif yang mengejek bersamaan dengan tawa wizard lainnya.
BLARRR...
"A..Ap..Apa-apaan itu...?" Gumam Leif.
Seluruhnya termasuk murid yang sedang berlatih di sebelah utara pun terkejut setengah mati dengan ledakan yang sangat besar yang diperbuat oleh Zayn.
Zayn, yang awalnya mengeluarkan sihir bola petir kecil melalui jari telunjuknya dan mengubah bentuknya menjadi sebuah bintang kecil menghabiskan seluruh area hutan yang ada di halaman luar Akademi Weinsley.
"Zayn.. Haha.. Sepertinya kau terlalu berlebihan. Tetapi itu sungguh suatu kekuatan sihir yang sangat luar biasa! Bahkan sampai membabat habis seisi hutan." Ucap Master Ares dan semua orang yang ada di halaman dari yang sebelah utara hingga selatan melongo melihat kerusakan yang sudah kuperbuat.
"Master benar-benar tidak menyangka bahwa kau sekuat ini." Ucap Master Ares.
Akhirnya akibat dari apa yang sudah kuperbuat, membuat gempar seisi halaman Akademi dan secara tiba-tiba Master Ares dan Master Henry memberhentikan pembelajaran.
"Baiklah, pembelajaran sekarang sudah cukup sampai disini. Besok adalah pembelajaran yang selanjutnya, kalian akan latih tanding secara tim yang sudah sesuai dengan yang terbentuk."
Dengan ini semua murid bubar dan kembali masuk ke Akademi.
'Kulihat tampak dari wajah Leif yang seolah tengah iri terhadapku.'
'Baiklah, Leif. Karena besok adalah latih tanding. Mari kita tentukan siapa yang terkuat. Sihir api milikmu atau sihir petir milikku.'
__ADS_1