
Di suatu gang di malam yang dingin dan bersalju di New York,
brr..
Seorang pria yang duduk di gang itu menggigil kedinginan sembari memeluk tubuhnya. Pria itu berpakaian lusuh dan terlihat sangat kurus.
tap.. tap..
Terdengar suara langkah kaki di luar gang itu. Nampak seorang wanita cantik yang sedang berjalan di bawah butiran salju berwarna putih.
"eugh.."
Terdengar suara seorang pria dari dalam gang yang dilewatinya. Hal itu membuat wanita cantik itu menoleh ke dalam gang yang gelap itu.
Dia pun penasaran dan melangkahkan kakinya ke dalam gang itu. Ia melihat seorang pria yang terduduk lemas. Tubuhnya penuh dengan luka gores. Dan di beberapa bagian tubuhnya terdapat luka sayatan senjata tajam.
Pria itu merintih kesakitan sembari memegang tangannya yang terdapat bekas luka sayatan.
Wanita cantik itu yang tak lain adalah Ethellyne Johnson pun mendekati pria itu. Ia pun bertanya.
__ADS_1
"Hei, Tuan. Anda tidak apa-apa?" tanyanya dengan lembut.
Pria itu pun mendongak ke atas untuk melihat siapa yang bertanya padanya.
deg.. deg..
Detak jantung pria itu tiba-tiba berdetak kencang ketika dia mendongak ke atas. Dia terpana melihat kecantikan Ethellyne.
"Yes.. I'm fine, thanks" jawabnya sembari melempar senyum. "But, you're not look fine" ucap Ethellyne khawatir. "Mari, saya bawa Anda ke apartemen saya. Apartemen saya tidak terlalu jauh dari sini. Biar saya obati lukanya" Ucapnya menawarkan untuk pergi ke apartemennya.
"No, thanks. I'm fine. Really.." jawab pria itu menolak. "Kalau Anda tidak mau ke apartemen saya, biar saya bawa Anda ke rumah sakit" seru Ethellyne sambil berusaha memapah tubuh pria itu.
...****************...
Di Apartemen Ethellyne
"Silahkan duduk tuan" Ethellyne mempersilahkan pria itu duduk di sebuah sofa. "Thank you" pria itu mengucapkan terima kasih lalu duduk di sofa tersebut.
"Biarkan saya mengobati anda, tuan." seru Ethellyne menawarkan. "Thank you, Miss." seru pria itu tersenym.
__ADS_1
"what?!" Gumam Ethellyne terkejut. Baru kali ini ia dipanggil 'Miss' oleh laki-laki. Biasanya, mereka akan langsung menanyakan namanya.
"umm.. Don't call me 'Miss'." seru Ethellyne kepada pria itu sambil membersihkan luka di tangan pria yang baru dikenalnya 20 menit yang lalu itu. "ha? So, what should I call you?" tanya pria itu sambil mengangkat satu alisnya.
"umm.. Call my name please." jawab Ethellyne. "But, I don't know what your name is" seru pria itu menggelengkan kepalanya.
"Jadi, kita harus kenalan dulu 'kan?" jawab Ethellyne tersenyum manis memperlihatkan giginya yang putih bersih dan tersusun rapi.
"Yes.. So, what's your name?" Tanya pria itu sopan. "My name is Ethellyne Johnson. Panggil saja Ethellyne." seru Ethellyne sambil mengulurkan tangannya. "Hi, Ethellyne.. My name is Dylan Trayvon. Panggil saja Dylan" seru Dylan sambil membalas uluran tangan Ethellyne. "Hi, Dylan.." seru Ethellyne sambil tersenyum.
"umm.. Berapa usiamu?" tanya Dylan penasaran dengan usia Ethellyne. "Usiaku 20 tahun. Dan, berapa usiamu?" Ethellyne balik bertanya mengenai usia Dylan. "Aku? Usiaku 21 tahun" jawabnya.
"Wah, kamu lebih tua satu tahun dariku. Seharusnya aku berbicara dengan formal padamu." seru Ethellyne sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Tidak, jangan. Bicara seperti biasa saja. Aku akan merasa sangat tua jika kamu berbicara formal padaku" seru Dylan. "ah.. Baiklah" seru Ethellyne mengangguk.
BERSAMBUNG
Nantikan Perjalanan Kisah Cinta Seorang Ethellyne Johnson Dan Dylan Trayvon. Eksklusif Hanya Ada Di Novel [Through the Darkness of the Night] Karya Author Kucing Oyen~.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1