The Night We Met

The Night We Met
Bab 4 : Teman


__ADS_3

"tinggal... bersama?" tanya Dylan mengernyitkan dahinya heran.


"iya.." jawab Ethellyne santai sambil terus melahap makanannya. "Kamu nggak takut kalau aku orang jahat?" tanya Dylan heran melihat sikap Ethellyne yang nampak biasa saja.


"Memangnya kamu orang jahat?" Bukannya menjawab, Ethellyne malah bertanya balik kepada Dylan.


Pertanyaan Ethellyne tersebut membuat Dylan menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. Lalu dia menjawab pertanyaan Ethellyne tadi. "eumm.. Enggak sih.." jawab Dylan. "Ya sudah. Kamu orang baik 'kan? Jadi aku tenang." seru Ethellyne tersenyum.


...****************...


Mereka telah selesai menyantap makan malamnya. Ethellyne melangkahkan kakinya menuju dapur sambil membawa mangkuk yang digunakan dirinya dan Dylan untuk makan tadi. Kemudian ia pun mencuci alat makan kotor tersebut. Sedangkan Dylan membantu Ethellyne untuk membereskan meja makan dan menyapu ruangan.


***


Setelah selesai, mereka berdua duduk di ruang tengah dan menonton Televisi bersama.


"Kamu memintaku untuk tinggal bersamamu, aku setuju. Tapi, dimana aku akan tidur? Dan, pekerjaan apa yang bisa kulakukan untukmu?" tanya Dylan pada Ethellyne yang fokus melihat layar ponselnya.

__ADS_1


Ethellyne menatap Dylan. Dan dia menjawab. "Kamu tidur dikamar yang kau gunakan tadi malam ini. Besok, kita akan pergi dari sini." seru Ethellyne.


"Pergi? Untuk apa pergi? Dan.. pergi kemana?" tanya Dylan mengernyitkan dahinya. "Kita akan pergi ke villa-ku. Aku hanya tinggal sementara di sini." jawab Ethellyne.


"oh.. Oke. Dan, bagaimana dengan masalah pekerjaan?" tanyanya sekali lagi. Ethellyne menoleh tak senang. "Kenapa kau mau bekerja?" tanya Ethellyne balik.


"Aku akan bekerja untukmu. Kau tidak perlu menggajiku. Cukup berikan aku tempat tinggal dan makanan saja." seru Dylan serius.


Ethellyne terdiam sejenak. Lalu ia berkata "Apa kau melakukannya karena berhutang budi padaku?"


"Aku hanya merasa.. Jika aku tinggal di rumahmu, kau akan merasa terbebani. Jadi, anggap saja aku pelayanmu yang baru kau rekrut." jawab Dylan.


"Terima kasih Ethellyne. Kamu adalah orang pertama yang menganggapku sebagai temanmu dan bersedia menolongku." seru Dylan terharu.


Selama ini, ia selalu dijauhi dan dikucilkan orang-orang. Terkadang, ada beberapa orang yang mendekatinya. Namun, dengan tujuan tertentu.


Dylan pun kembali menonton Televisi. Dan Ethellyne kembali bermain dengan ponselnya.

__ADS_1


...****************...


Waktu menunjukkan pukul 8 pagi. Matahari mulai menunjukkan dirinya. Sinarnya memasuki celah-celah jendela kamar.


Terlihat, seorang wanita cantik sedang tertidur di ranjangnya. Sinar matahari menerpa dirinya dan membangunkannya.


Ethellyne pun bangun karena terusik dengan cahayanya. Dia duduk di ranjangnya dan meregangkan tubuhnya. Ia melihat jam yang tertera di ponselnya. Ia juga membuka sebuah aplikasi chat.


Ia melihat riwayat panggilannya. Ia terkejut melihat kontak bernama 'Whitney' menghubunginya tadi.


"Whitney" gumam Ethellyne pelan. "Kenapa dia menghubungiku pagi-pagi sekali?" tanyanya pada diri sendiri.


Ia pun menekan tombol telepon di kontak tersebut. Ia menghubungi seseorang yang bernama Whitney itu.


***


Di sebuah dorm nampak seorang gadis yang sangat cantik. Dia sedang beristirahat. Keringat bercucuran dari tubuh gadis tersebut. Ia mengambil sebuah botol berisi air minum lalu meminumnya.

__ADS_1


Wanita itu melihat ponselnya berdering. Tertulis nama Bestie di kontaknya. Ia pun mengangkat telepon dari bestie-nya itu.


BERSAMBUNG


__ADS_2