The Night We Met

The Night We Met
Bab 5 : Whitney Kimberly


__ADS_3

Wanita itu adalah Whitney Kimberly. Sahabat dari Ethellyne Johnson. Dia dan Ethellyne adalah sahabat dari kecil. Dan bestie yang tertera pada kontak Whitney adalah Ethellyne.


***


Whitney melihat nomor handphone sahabatnya itu menelpon."akhirnya dia bangun juga" Gumam Whitney dalam hati. Ia pun segera mengangkat telepon dari Ethellyne.


"halo?" seru Ethellyne dari telepon. "hai, bestie" jawab Whitney. "Kenapa kamu tidak mengangkat teleponku tadi?" tanya Whitney mengerucutkan bibirnya.


"hehe.. Aku.. masih tidur tadi." jawab Ethellyne menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "hah.. Kamu ini.. Kebiasaan bangun siang. Sedari dulu nggak pernah berubah." Whitney menghela nafasnya. "hehehe.. You know me" seru Ethellyne.


"Memangnya ada apa?" tanya Ethellyne menautkan alisnya sebelah. "Kapan kamu kembali? Manajer Clay mencarimu." tanya Whitney.


"eumm... Mungkin besok. Aku memang sudah berencana untuk kembali." jawab Ethellyne.


Ethellyne dan Whitney adalah seorang aktris dan penyanyi. Mereka debut di bawah naungan Calder Entertainment Corp. Sebuah perusahaan hiburan terbesar di kota New York. Yang meliputi dunia permodelan, dunia permusikan, dan dunia perfilman.


Ethellyne baru saja Hiatus selama satu bulan karena masalah kesehatan. Dan sekarang, dia berencana untuk kembali ke dunia hiburan.


"Baiklah.. Aku akan memberi tahu manajer Clay nanti." seru Whitney dari telepon. Ethellyne pun menutup teleponnya dan beranjak ke kamar mandi.

__ADS_1


***


Setelah selesai mandi, Ethellyne pun mengenakan pakaiannya. Di dalam kamar, ia mencium aroma makanan yang lezat. Karena penasaran, ia pun segera melangkahkan kakinya keluar kamar.


Ia berjalan menuju dapur yang jaraknya hanya beberapa langkah dari kamarnya. Saat memasuki dapur, ia terkejut melihat Dylan yang sedang memasak sarapan.


Dylan yang menyadari kehadiran Ethellyne pun menoleh kearahnya. "Sudah bangun?" tanyanya tersenyum manis.


deg.. deg.. deg..


Jantung Ethellyne berdegup sangat kencang. Entah mengapa jantungnya berdegup kencang saat melihat senyuman Dylan yang sedang memasak. Sangat seksi menurutnya.


Aura maskulin sangat memancar dari diri Dylan. Sederet gigi putih bersih berjajar rapi menghiasi mulutnya.


"umm.. ah.. itu.. umm... nggak papa.. hehe.." jawab Ethel terbata-bata.


Dylan menautkan alisnya sebelah lalu mengangkat bahunya. Ia pun melanjutkan aktivitasnya kembali.


***

__ADS_1


Dylan telah selesai memasak. Sedangkan Ethel masih melamun memandangi Dylan.


Dylan pun segera berjalan kearah ruang makan untuk menyiapkan makannya di atas meja makan. Saat ingin melangkahkan kakinya keluar ruangan, ia melihat Ethel yang masih diam mematung di depan pintu.


Dia pun mengangkat tangannya ke depan wajah cantik Ethel. Dia pun menggoyangkan telapak tangannya di depan wajah Ethellyne.


"hello.." seru Dylan. "kamu ngapain disini?" tanyanya.


Ethellyne yang mendengarnya pun langsung tersadar dari lamunannya. "hah? eh.. itu.."


Ethellyne tergagap saat Dylan menanyakan hal itu. Ethellyne yang melihat Dylan membawa sarapan di tangannya pun bukannya menjawab, malah mengalihkan pembicaraannya.


"eh? Kamu udah selesai buat sarapannya?" tanya Ethellyne basa-basi. "iya.. Ayo makan!" seru Dylan.


"huftt.. Untung aku pintar. Bisa mengalihkan pembicaraan. Kalau tidak.. Aku nggak tau mau jawab apa" gumam Ethellyne dalam hati.


*Hal yang Ethellyne pikirkan ketika melamun tadi*


Ya ampun.. seksi banget sumpah!! Arghh!! Pliss.. Aku mau pacaran sama dia!! Ya Tuhan.. Tolong kabulkanlah keinginanku.. Aku mau pacaran sama dia!!

__ADS_1


**BERSAMBUNG


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️**


__ADS_2