
"Dylan, kamu sudah tidak makan berapa lama?" tanya Ethellyne cemas karena melihat tubuh Dylan yang kurus. Badannya hampir hanya berisikan tulang. Nyaris tanpa lemak sedikitpun.
"emm.. sekitar 2 hari" jawabnya ragu-ragu. "What?!!" seru Ethellyne terkejut. "Tapi kamu tetap minum, 'kan?" tanyanya khawatir.
"ya.. Tentu aku minum." jawabnya tersenyum menenangkan Ethellyne. "huftt... Syukurlah.. Kalau begitu, kamu mau makan apa? Biar ku buatkan!" seru Ethellyne menawarkan.
"oh? Kamu bisa masak?" tanya Dylan tak yakin bahwa Ethellyne bisa masak. "Kau meragukan kemampuan memasakku?! Akan ku tunjukkan bahwa aku bukan orang sembarangan!!" seru Ethellyne dengan penuh emosi karena mendengar perkataan Dylan tentang dirinya.
"Baik.. Baik.. emm.. Apa saja yang bisa kau masak?" tanya Dylan kepada Ethellyne. "Aku bisa memasak hampir semua makanan. Masakan Eropa? Bisa! Masakan Indonesia? Bisa! Masakan Thailand? Bisa! Masakan Jepang? Bisa!" seru Ethellyne menyombongkan diri.
"iya.. iya.. Kamu itu bisa masak segalanya seperti seorang chef serba bisa" seru Dylan sambil memutar bola matanya malas.
"Jadi, kamu mau makan apa?" tanya Ethellyne pada Dylan. "emm.. Aku mau.. Bagaimana kalau ramen?" Dylan berpikir sejenak sebelum memutuskan mau makan malam dengan ramen.
"Ide bagus. Sekarang juga sedang hujan salju. Pas untuk menghangatkan badan." seru Ethellyne setuju. "Baiklah.. Kalau begitu, aku mau memasak dulu ya? Kamu bisa mandi lalu beristirahat di kamar itu dulu! Akan kusiapkan baju untukmu!" seru Ethellyne sambil menunjuk ke sebuah pintu yang dibaliknya terdapat sebuah ruangan kamar yang lumayan besar.
__ADS_1
"emm.. Baiklah" Dylan pun mengangguk setuju. Dia pun melangkahkan kakinya menuju kamar tersebut. Kamar itu adalah kamar kakak laki-lakinya yang kadang suka menginap di rumahnya. Ethellyne pun mengikuti Dylan masuk ke dalam kamar itu.
"Ngapain kamu ikut masuk?" tanya Dylan sambil menaikkan satu alisnya. "Tentu saja mengambilkan baju untukmu! Kamu pikir apa?! Kamu kira aku mau lihat kamu telanjang?!" seru Ethellyne sambil menyilangkan tangannya di depan dadanya.
"oh.. Baiklah.. Maaf, aku sudah salah paham padamu" seru Dylan meminta maaf.
Ethellyne tidak memperdulikan perkataan Dylan. Ia langsung melangkahkan kakinya meninggalkan Dylan. Ia berjalan ke arah sebuah lemari. Ethellyne pun langsung membukanya dan mengambil beberapa pakaian.
Ethellyne lansung melemparkannya ke atas kasur. "Pakai ini! Semoga ukurannya cocok" seru Ethellyne tanpa melihat ke arah Dylan. Setelah memberikan pakaian untuk Dylan, Ethellyne pun langsung keluar dari kamar tersebut.
Setelah tiba di dapur, ia pun langsung menyiapkan bahan-bahan untuk membuat ramen. Ia mengambil mie dari dalam lemari di atas sebuah kompor listrik. Lalu, ia pun mulai memasak ramennya.
...****************...
Setelah ramen yang dibuatnya jadi, ia pun mengambil nampan dari sebuah rak piring. Ia meletakkan dua piring mangkuk diatasnya.
__ADS_1
Ethellyne pun menuangkan ramen-nya ke mangkuk dengan perlahan. Setelah ia selesai menuangkan ramen buatannya, ia pun lansung keluar dari dapur.
Ia meletakkan kedua mangkuknya itu diatas meja makan. Lalu, ia memanggil Dylan untuk makan malam bersama. "Dylan, came out! Let's dinner together!" panggil Ethellyne. "Oke. I'm coming!" balas Dylan.
Di Kamar
"wow.. Bajunya sangat bagus.. Ukurannya juga pas.." seru Dylan dengan mata yang berbinar. Dia memutar-mutar badannya di depan cermin besar yang terpasang di salah satu sisi tembok kamar itu.
Ia, pun segera keluar dari kamar itu ketika ia mendengar Ethellyne memanggilnya untuk makan malam bersama.
Dylan dah mulai narsis ygy 😌😌
BERSAMBUNG
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1