
Dunia vampir yang berada pada dimensi lain telah hancur. Sang Vampire Emperor sendiri yang telah menghancurkannya, akibat muak dengan seluruh tatanan dunia vampir yang jauh lebih keras dan gila bila dibandingkan dengan dunia manusia. Bangsa vampir hidup dengan status sosial yang dibagi ke dalam gelar Emperor Class, Noble Class, Knight Class, dan Common Class, sehingga setiap individunya memiliki perbedaan hak asasi. Perbedaan tersebut tak hanya menyebabkan ketidakadilan bagi yang memiliki status sosial rendah, tetapi sampai menimbulkan banyak kasus diskriminasi dan perpecahan pula. Itulah yang membuat Vampire Emperor kecewa dan merasa gagal memimpin dunia vampir. Dia tak mampu mengubah keadaan di sana, meski sudah mencoba menghapus sistem status sosial yang ada. Bangsa vampir dinilainya terlalu keras kepala dan angkuh, sehingga sulit untuk dipimpin. Mayoritas dari mereka konon hanya akan tunduk pada kekuasaan atau kekuatan saja, tetapi nyatanya vampir terkuat yang merupakan pemimpin tertinggi di dunia mereka sekali pun tak bisa mengatur mereka dengan peraturan yang telah diputuskan dan ditetapkan olehnya.
Sang Vampire Emperor yang sangat kecewa dengan dunia vampir, bahkan pernah mencari hiburan sampai ke dunia manusia. Dia memiliki pengetahuan tentang dunia manusia yang tak jauh berbeda dengan dunia vampir, tetapi lebih indah dan berwarna, jadi dia merasa penasaran dan ingin melihatnya. Hanya dengan sekali dia mengunjungi dunia manusia, dia tak menyangka kalau bisa langsung jatuh hati terhadap dunia tersebut yang dirasanya jauh lebih tenang daripada dunia tempatnya tinggal selama ini. Timbullah sebuah keinginan dan keputusan yang terkesan gegabah di benaknya untuk memaksa semua vampir pindah ke dunia itu. Dia menginginkan semua vampir merasakan pahit dan manisnya dunia manusia saja, yang dirasanya masih jauh lebih baik daripada harus terus hidup di dunia vampir yang sudah 'busuk'.
Demikianlah alasan Vampire Emperor menggunakan segenap kekuatan untuk menghancurkan dunia vampir. Namun, sebelum memaksa seluruh vampir tinggal di dunia manusia, dia sudah memikirkan tentang kelemahan para vampir yang banyak terdapat di sana, salah satu yang paling berbahaya adalah cahaya matahari. Maka dari itu, dia merelakan sebagian energinya untuk disebarkan kepada seluruh vampir, guna membuat fisik mereka mengalami mutasi dan menjadi tahan terhadap cahaya matahari serta kelemahan lainnya, kecuali benda perak dan beberapa benda suci. Setelah yakin bahwa seluruh vampir akan bisa beradaptasi dan berbaur dengan manusia, sang Vampire Emperor pun meledakkan diri dan membuat dunia vampir hancur bersama dengan dirinya.
Sesungguhnya, para vampir tidak mengetahui tentang rencana penghancuran dunia vampir yang dilakukan oleh sang Vampire Emperor. Bahkan mereka belum bisa mengerti, sesudah mendapatkan energi yang membuat tubuh mereka mengalami mutasi. Kini, mau tidak mau mereka harus tinggal berdampingan dengan manusia, makhluk yang serupa dengan mereka, tetapi sangat tidak mereka sukai. Bagi mereka, manusia hanyalah seperti gerombolan hewan ternak di dalam kandang yang terus berkutat dengan makanan dan kotoran mereka sendiri. Bangsa vampir jelas merasa sangat terpaksa berbagi tempat dengan mereka, membuat kebencian tumbuh makin besar.
Akibat banyaknya vampir yang membenci manusia, lama-kelamaan mereka memiliki niat untuk menyingkirkan manusia, entah itu dengan membunuh atau mengubah mereka menjadi vampir juga, lantas mengambil alih dunia manusia agar bisa dikuasai sepenuhnya oleh bangsa vampir. Menurut sebagian besar vampir, itu akan jauh lebih baik daripada harus tinggal berdampingan dengan umat manusia. Invasi oleh bangsa vampir pun dimulai, dengan adanya serangan terpisah di berbagai belahan dunia dalam skala besar maupun kecil. Perbedaan kekuatan yang cukup besar tidak menghalangi vampir dan manusia untuk saling bertikai, membunuh satu sama lain, tak melewatkan satu hari pun tanpa adanya sebuah pertarungan.
Manusia yang pada dasarnya lebih lemah daripada bangsa vampir, berteguh hati tak mau bertekuk lutut begitu saja membiarkan dunia mereka diambil alih. Mereka melawan dengan segenap kemampuan yang mereka miliki, memanfaatkan berbagai kelemahan vampir dan teknologi yang dikembangkan untuk membentuk barisan pertahanan di garis depan, guna melindungi seluruh umat manusia. Mereka yang berjuang melawan vampir umumnya disebut sebagai ****Vampire Hunter****, berdasarkan pada visi dan misi mereka yang harus memburu predator mengerikan itu dan memusnahkannya, bukannya menjadi mangsa yang diburu oleh mereka. Manusia yang menjadi Vampire Hunter, manusia yang berdiri tegak untuk manusia lainnya, kapan mereka akan merasa gemetar? Menunggu cairan merah keluar dari luka yang mengoyak kulit dan otot lurik? Atau menunggu benda padat yang tersusun dari kalsium, fosfor, kolagen, mineral, zat kapur, serta sumsum akhirnya patah dan hancur berkeping-keping? Bangsa vampir menyeringai dan tertawa setiap kali berhasil menghabisi nyawa satu Vampire Hunter. Mereka tak sabar menunggu seluruh Vampire Hunter menyerah dan bertekuk lutut di hadapan mereka sebagai budak.
Jantung yang berdetak, menandakan darah yang terpompa. Jantung yang berdetak, menandakan masih adanya harapan. Jantung yang berdetak, menandakan akan kembalinya untuk mencapai tujuan.
═══《❈》═══
__ADS_1
Lentera malam, si cermin raksasa yang telah memantulkan cahaya sang mentari selama jutaan tahun lamanya, hadir kembali dalam wujudnya nan bulat sempurna. Dari bumi, ia tampak memancarkan cahaya putih lembut dengan noda berwarna abu-abu yang menghias. Kehadirannya memberikan kesan damai bagi sebagian orang, meski sebagian lainnya memandangnya dengan tatapan suram dan hati risi tak nyaman. Hanya ada beberapa, tak semua manusia dan makhluk lain yang masih terjaga pada waktu tengah malam, sebab waktu itu adalah saat untuk istirahat bagi sebagian besar makhluk.
Di atas spring bed king size yang sudah jelas seberapa luasnya, Azure terbaring tepat di tengah dengan benak yang dikuasai mimpi. Kaos hitam yang dikenakannya tampak lembap karena keringat. Penerangan dari lampu tidur bercahaya biru lembut, membuat bulir-bulir keringat pada dahi dan pelipisnya terlihat cukup jelas. Alis tebalnya menukik tajam, garis rahang nan tegas serta jakun pada leher jenjangnya bergerak mengikuti pernapasan yang sedikit tak beraturan.
Dalam mimpi buruknya, Azure yang masih berusia lima tahun, tengah melihat kegelapan yang seolah tak memiliki ujung atau batas. Tidak ada cahaya yang bisa dia lihat di sana, selain sedikit cahaya merah yang terpancar dari mainan robot di tangannya. Tempat itu begitu sepi, tidak ada siapa pun yang bisa dia temui, dan sungguh dia tak tahu di mana dirinya sedang berada.
"Papa! Mama! Kak Axelle! Kalian di mana, sih?!"
Kaki mungil milik Azure kecil terus berjalan. Dia tidak terlihat ketakutan, hanya merasa bingung atas suasana tempat di mana dirinya berdiri, sekaligus fokus mencari tiga orang yang selalu dipanggilnya dalam setiap langkah. Mainan robot kesayangannya dipegang makin erat dengan kedua tangan, menganggapnya sebagai satu-satunya teman untuk saat ini.
"Jangan!"
Azure terbangun diiringi teriakan keras yang keluar dari mulutnya sendiri. Keringatnya seolah terus mengucur deras dikarenakan suhu tubuh yang meningkat. Selimut tebal yang semula melindunginya dari udara dingin, kini justru membuatnya merasa makin gerah. Jantungnya berdetak makin laju memompa darah, sementara pernapasannya turut bekerja dengan cepat, membuat dadanya terasa sesak.
Azure berusaha mengumpulkan kesadaran sedikit demi sedikit, mencoba keluar dari bayang-bayang mimpi yang gelap dan mencekam. Perlahan dia mulai mendapatkan kembali ketenangan yang sempat hilang ditelan ketegangan. Dia beringsut dan meraih gelas berisi air putih yang diletakkan di sebelah lampu tidur, meminumnya dengan cepat sampai beberapa tetes tumpah mengenai kaos hitam yang separuh basah.
__ADS_1
Kenapa mimpi ini selalu aja terulang lagi?
Sementara itu, di suatu tempat yang jauh dari kediaman keluarga Azure, dalam sebuah rumah megah dan ruangan luas yang gelap, sepasang netra dengan iris berwarna biru cerah tampak menyala dalam gelap.
"Darah, cairan dalam tubuh yang memiliki peran penting bagi tubuh itu sendiri. Mulai dari peran mengangkut oksigen dan karbon dioksida, menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, hingga peran mengangkut zat sisa metabolisme. Di dalam darah juga terdapat berbagai bahan penyusun sistem imun yang dapat membantu pertahanan tubuh dari berbagai zat asing yang bersifat mengancam. Hormon yang dihasilkan oleh sistem endokrin pun diedarkan melalui darah. Sungguh cairan yang tercipta dengan kemampuan luar biasa. Hebatnya lagi, cairan merah itu dapat diibaratkan sebagai seutas benang merah. Benang merah yang menghubungkan makhluk satu dengan makhluk lainnya. Hubungan istimewa yang sering disebut sebagai hubungan darah, hubungan yang masih dianggap sebagai hubungan paling istimewa di dunia."
Tak ada nyala lampu atau cahaya lainnya pada ruangan nan gulita tersebut, hanya sepasang iris biru yang bisa dilihat dengan jelas seperti bintang di langit malam. Hanya dengan cahaya lembut dari kedua netranya, pria yang memegang buku itu sudah bisa membaca tulisan padat di dalamnya, sungguh kemampuan indra penglihat yang luar biasa.
"Bagi kami, darah tidak hanya memiliki arti sebagai salah satu komponen penting dalam tubuh ataupun penghubung dengan satu sama lain, tetapi juga sebagai sebuah kebutuhan untuk memuaskan dahaga dan memperpanjang usia hidup di dunia yang fana ini." Seiring senyum miring terukir dan gigi taring yang tampak, kedua iris berwarna biru cerah pun berubah rona menjadi merah menyala.
"Ya, kami memang makhluk haus darah yang mayoritas lebih mementingkan darah untuk diminum daripada darah untuk mengikat sebuah hubungan. Dahaga bisa berada di atas segalanya, termasuk di atas kepentingan sebuah keluarga, begitulah prinsip hidup sebagian besar bangsa kami yang tak bisa dipungkiri. Sebagai keturunanku, kamu tidak akan bisa lepas dari bayang-bayang suramnya bangsa vampir yang akan terus menerormu dalam bentuk mimpi buruk ..., Azure. Cicitku, sang pewaris jantung Vampire Emperor, aku pastikan hidupmu tidak akan mudah, meskipun kamu adalah seorang manusia hari ini. Kamu tidak perlu khawatir, Azure. Pada hari di mana semua mimpi buruk telah menelanmu, kamu akan menjadi makhluk sepertiku, seutuhnya menjadi predator bagi manusia, menjadi alatku untuk merenggut dunia ini dari mereka. Begitulah seharusnya masa depanmu, menjadi boneka di tanganku, kakek buyutmu sekaligus pimpinan dari vampir Noble Class, Blue Arion."
═══《❈》═══
Mimpi buruk adalah mimpi yang sangat tidak diinginkan oleh sebagian besar orang. Mimpi buruk adalah mimpi yang sangat tidak diinginkan oleh sebagian besar makhluk.
__ADS_1
Azure tahu bahwa sejak awal, mimpinya bukanlah sekadar mimpi. Bukan bunga tidur akibat sesuatu yang terus dipikirkan, bukan juga akibat suatu hal yang terekam oleh memori otaknya secara sengaja atau tidak sengaja. Dalang yang memamerkan gigi taring di antara kegelapan, adalah alasan dari semua manipulasi. Manipulasi otak dan keadaan, membekukan perasaan dan mengubah makhluk hidup menjadi alat yang bergerak sesuai keinginannya. Mimpi buruk yang menimbulkan ketakutan, penderitaan, dan keputusasaan, lalu mengakhirinya dengan kematian, adalah kalimat yang tepat untuk menyebut sosok samar di balik kasus pembunuhan.