THE NIGHTMARE

THE NIGHTMARE
3. BE FRIENDS


__ADS_3

Hari cepat berganti dari Senin ke Selasa. Pada suasana pagi nan cerah, siswa maupun siswi saling menyapa ketika berpapasan dengan satu sama lain, juga saat bertemu dengan bapak dan ibu guru. Koridor, kelas, kantin, dan beberapa sudut sekolah lainnya mulai dipenuhi anak-anak muda dengan seragam berwarna putih abu-abu. Di kelas X IPA-1, tampak seorang siswa di bangku paling belakang tengah memegang ponsel dalam posisi mendatar. Layar ponselnya menampilkan video anime dan suaranya didengarkan melalui earphone. Tak perlu dipertanyakan lagi, siswa itu sudah jelas adalah Rega. Karena sudah terhanyut dalam aktivitasnya menonton anime, dia tak memperhatikan sekitar, tak peduli walau ada siswa lain yang datang dan pergi. Azure yang baru datang dan meletakkan tasnya di tempat duduk, sempat memperhatikannya sekilas, sebelum perhatiannya tersita oleh Bagas yang memasuki kelas bersama dengan teman-temannya. 


"Pagi, Az!" sapa Bagas.


"Woiy! Pagi, Bro!" Teman Bagas pun turut menyapa Azure sembari mengajaknya melakukan adu kepalan tangan sebagai cara bersalaman mereka.


"Pagi," sahut Azure seraya menerima ajakan adu kepalan tangan dari Bagas dan teman-temannya.


"Ke kantin, yuk!" ajak salah satu teman Bagas. "Lapar nih!"


"Ayo, gua juga lapar, kebetulan belum sarapan tadi." Bagas setuju saja, karena dia memang suka menghabiskan waktu di kantin sebelum bel masuk berbunyi.


"Nggak ah, gua udah sarapan di rumah." Azure yang selalu dibiasakan sarapan dahulu sebelum berangkat ke sekolah, tentu memiliki keputusan yang berbeda dari Bagas dan teman-temannya. Dia jarang pergi ke kantin di pagi hari, sebab kebiasaannya di sekolah sejak dulu adalah mengunjungi perpustakaan sebelum waktu pelajaran dimulai.


"Sayang banget kalau lu nggak ikut, Az. Ikut ajalah, kalau ke kantin bareng-bareng 'kan enak." Bagas berusaha membujuk Azure agar mau ikut, sebab Azure mudah menarik perhatian dan otomatis akan membuatnya turut mendapat perhatian dari banyak orang juga nanti. "Kalau nggak mau makan, seenggaknya bisa ngopi atau ngeteh gitu entar."


"Gua udah bilang nggak mau, malas mau jalan ke kantin."


"Terus lu mau di sini sendirian gitu?"


"Nggak sendirian, tuh ada Rega!" Azure menunjuk Rega dengan dagu, membuat si empunya nama langsung menatapnya.


"Maksud lu? Lu mau duduk bareng anak no life itu?" Bagas tidak rela kalau Azure sampai dekat apalagi berteman dengan Rega.


"Kalau iya, kenapa?"


"Mending jangan, deh. Entar takutnya lu ketularan no life juga."


"Suka-suka gua, dong. Orang gua yang mau duduk sama Rega, kenapa lo kayak nggak rela gitu? Kalaupun gua ketularan no life, nggak ada ruginya juga buat lu, 'kan?" Azure beranjak dari tempat duduknya, lalu pergi ke tempat duduk Rega, tetapi masih menyempatkan juga untuk menoleh sejenak sebelum sampai di sana. "Bukannya kalian mau ke kantin? Buruan sana! Entar keburu masuk!"


Bagas dan teman-temannya agak bingung dengan sikap Azure. Mereka tidak tahu harus mengatakan apa lagi dan tidak mau ambil pusing pula, jadi mereka langsung pergi ke kantin. Azure menarik kursi yang berada tepat di depan meja Rega, duduk di sana dengan posisi menghadap ke arahnya. Rega memperhatikannya dengan heran, membuat Azure menganggap tatapannya aneh.


"Ngapain lu ngelihatin gua kayak gitu?" Azure memasang raut curiga yang dibuat-buat.


"Heh? Si–siapa juga yang ngelihatin lu?" Rega agak gelagapan.


"Lu bukan … fudan atau … kaum rainbow, 'kan?"

__ADS_1


"Ngawur aja! Jelas bukan! Lu pikir gua cowok apaan?!"


"Ya, gua takutnya lu fudan atau kaum rainbow gitu, soalnya gua tau kalau pesona gua tuh kadang terlalu kuat, sampai nggak cuma cewek aja yang tertarik."


"Dih, percaya diri banget lu!" Rega menyengih. "Eee … tapi bentar, lu tau istilah fudanshi?"


"Tau, emang kenapa?"


"Nggak kenapa-kenapa, sih. Cuma kayak jarang aja ada yang tau istilah itu, kecuali kalau dia suka sesuatu yang berbau Jejepangan gitu." Rega menghentikan video anime yang tadi lupa dijeda.


"Lah, lu kira gua nggak suka sesuatu berbau Jejepangan? Gua suka nonton anime, baca manga, sampai soal musik, kuliner, sama budaya juga gua suka."


"Hah? Lu serius?"


"Serius, buat apa juga bercanda?"


"Berarti lu wibu?"


"Gua nggak terlalu suka istilah itu, tapi nggak masalah juga disebut gitu. Lagian kalau menurut gua, nggak ada salahnya gua suka sama budaya kakek buyut sendiri."


"Kakek buyut gua orang Jepang."


"Wuih, keren!" Rega tidak bisa menyembunyikan kekagumannya. "Gua kira lu blasteran barat."


"Kakek buyut dari pihak papa gua yang dari barat."


"He? Gila, campuran berapa negara aja lu?"


"Nggak tau, dah. Cuma kalau kata gua, tetap dominan darah Indo di keluarga gua."


"Oh, soalnya kakek buyut lu dari pihak ayah dan ibu sama-sama nikahin orang Indo kali."


"Emang gitu."


"Nggak salah berarti tebakan gua."


"Iya, punya kemampuan cenayang tipis-tipis lu." Azure tersenyum kecil, menyadari kalau dirinya sudah mulai akrab dengan Rega. "Wah, kalau dipikir-pikir, bentaran aja kita udah akrab, ya?"

__ADS_1


"Hah?" Rega mengernyit, tak sadar kalau dirinya mungkin sudah lebih akrab dengan Azure. "Nggak juga tuh."


"Kalau nggak, gua nggak bakal langsung cerita soal keluarga gua ke lu. Bagas sama teman-teman yang lain aja belum tau kalau kakek buyut gue asalnya dari Eropa sama Asia Timur."


"Nggak mau kasih tau mereka?"


"Buat apa? Kayaknya nggak ada gunanya."


"Emang dengan lu kasih tau gua, bakal ada gunanya?"


"Nggak juga, tapi gue suka aja cerita sama lu. Pada dasarnya, gua suka cerita sama orang yang kelihatan pendiam, karena biasanya mulut mereka nggak bakal ember. Iya, 'kan?"


"Mau ember ke siapa juga?" Rega tersenyum kecut.


"Nah, itu dia yang bikin gua suka cerita sama lu. BTW, lu mau temenan sama gua?" Azure mengulurkan tangan kanannya, mengajak Rega bersalaman.


"Apa? Nggak salah lu ngajak gua temenan?"


"Nggak."


"Kalau lu temenan sama gua, bisa-bisa lu dijauhin sama Bagas dan teman-teman yang lain, emang nggak masalah?"


"Nggak, gua bukan orang lugu yang nggak ngerti kalau mereka temenan sama gua cuma buat ngejar popularitas."


"Kelihatannya gitu, ya?" Rega menjabat tangan Azure. "Gua mau temenan sama lu, tapi jangan salah ngira kalau gua cuma pengen cari tenar doang kayak Bagas."


"Tanpa lu kasih tau, gua udah paham, kok. Kita temenan karena kita emang sefrekuensi. Gitu, 'kan?"


"Iya."


═══《❈》═══


Hari ini, MOS/MPLS sudah selesai dan berhasil dilalui dengan banyak momen seru yang pastinya memberikan pengalaman berharga sekaligus kesan tersendiri di hati mereka yang ikut berpartisipasi. Tidak terasa sudah hampir dua minggu para siswa baru menjalani hari-hari di SMA. Rasa asing dan canggung perlahan mulai hilang, walaupun masih ada beberapa siswa yang belum bisa beradaptasi. Berkat beberapa siswa yang sudah bisa akrab dengan teman-temannya, suasana pagi ini di kantin sekolah jauh lebih ramai, jauh lebih banyak perbincangan dan canda tawa di antara mereka. Tampak Azure yang sedang duduk dengan Bagas dan teman-temannya yang lain pun cukup menikmati waktu sarapannya bersama mereka. Walau lebih tertarik untuk berbincang dengan Rega, tetap saja dia tak bisa abai dan harus ikut berbincang teman-teman yang sedang duduk bersamanya, hingga tak menyadari bahwa ada seseorang yang tengah mencuri pandang terhadapnya.


Keren, ganteng, tinggi, putih, tegas, matanya biru cerah. Kelihatannya dia baik, buktinya dia mau temenan sama cowok yang namanya Rega Aksara itu. Dia juga hebat, karena berani ngungkapin pendapatnya di depan Bagas Tri Anandito yang nyeremin itu. Blue Azure, namanya bagus, walaupun banyak yang bilang namanya kedengaran aneh, tapi menurutku nama itu pas banget buat dia. Dari awal dia udah keliatan mencolok karena fisiknya, kulit putih khas orang Asia Timur, sama mata biru khas orang Eropa, paduan itu kelihatan sempurna dan cocok dimiliki sama dia. Dia cowok pertama yang bikin gua kasih atensi lebih, sampai berlebihan, tapi ... kayaknya gua cuma bisa jadi pengagumnya doang, nggak lebih.


Siswi cantik dan manis yang mencuri pandang, buru-buru mengalihkan perhatian sebelum ketahuan. Dia bergegas meninggalkan kantin bersama teman-temannya, dengan membawa sebungkus roti dan minuman susu kemasan kotak.

__ADS_1


__ADS_2