The Story Of A Raisya

The Story Of A Raisya
19


__ADS_3

Di kampus Naila.


"Salma aku ke perpus sebentar ya, ada buku yang aku cari. " ujar Naila.


"Iya, sebentar aja ya. " ucap Salma.


"Iya sebentar aja kok. " ujar Naila sambil melangkah kan kakinya berjalan menuju perpus.


🌸🌸🌸


Disaat Naila sudah masuk perpus, ada yang menabrak Naila dan Naila pun terjatuh.


"Aaw." ujar Naila.


"Maaf, maaf nggak sengaja. " ucap orang yang menabrak Naila.


Naila pun menoleh ke arah suara.


"Gus Afif. " ujar Naila didalam hati.


"Sini aku bantu. " ujar Gus Afif seraya ingin membantu Naila.


"Enggak usah. " ucap Naila dan berusaha untuk berdiri.


Naila pun langsung melanjutkan langkah nya menuju tempat buku buku yang banyak.


"Kelihatan dari mata nya cantik ni cewe. " ujar Gus Afif didalam hati.


Naila pun mencari cari buku yang dia inginkan .


Tapi, buku yang dia cari malahan ada didaerah yang paling atas.


"Aduh ni buku tinggi banget. " ujar Naila sambil berjingkit supaya bisa mengambil buku yang dia inginkan.


Tapi tetap tak bisa.


Gus Afif pun mengambil kan buku yang diinginkan oleh Naila.


Naila pun menoleh kebelakang.


Mereka pun bertatapan😍😍


Deg deg deg


"Astaghfirullah." ujar Naila sambil menunjukkan wajahnya.

__ADS_1


"Ini bukunya. " ucap Gus Afif sambil menyerah kan buku yang diambil tadi.


"Makasih." ujar Naila seraya mengambil buku yang diberikan oleh Gus Afif.


Naila pun langsung berjalan menuju kelas.


Sesampainya Naila dikelas.


"Lama banget sih kamu, katanya tadi sebentar aja. " ujar Salma.-


"Hehehe maaf, tadi aku lama gara gara mengambil buku nya tinggi banget. " ucap Naila.


"Habis itu kamu bisa ngambil nya, nggak. " ucap Salma.


"Nggak." ujar Naila.


"Kenapa buku sudah ada di tangan kamu, kata nya tempat buku nya tinggi. " ucap Salma.


"Ayo siapa yang ngambilin buku nya untuk kamu. " lanjut Salma.


"Gus Afif. " ujar Naila.


"Hah gus Afif yang bener kamu. " ucap Salma terkejut.


"Iya, kenapa. " ujar Naila.


"Ya ke perpus lagi lah, mungkin Gus Afif nya masih ada disitu. " ujar Naila.


"Udah telat. " ucap Salma sambil memanyunkan bibir nya.


...****************...


Waktu pulang pun tiba seperti biasa Raisya menunggu Naila menjemput nya.


"Assalamu'alaikum, Ica. " ujar Adam.


"Eh abang Adam, Wa'alaikumsalam. " ucap Raisya.


"Iya, Ica. " ujar Adam seraya tersenyum.


"Ada apa abang kesini. " ucap Raisya.


"Oh iya, abang tadi mau kasih ini ke Ica. " ujar Adam seraya mengeluarkan bando yang dikelilingi oleh bunga yang ada didalam tas nya.


Adam pun memasang kan bando tadi ke kepala Raisya.

__ADS_1


"Cantik." ujar Adam.


"Makasih, abang. " ucap Raisya tersenyum dibalik cadar nya.


"Abang Adam bando nya beli dimana. " tanya Raisya.


"Abang boleh duduk nggak. " ujar Adam.


"Boleh." ucap Raisya.


Adam pun duduk disebelah Raisya.


"Eh abang belum mahram, abang duduk disana aja. " ujar Raisya seraya menunjuk kursi yang agak jauh dari kursinya.


"Nanti kan jadi nggak mahram lagi. " ucap Adam.


"Abang." ucap Raisya seraya melotot kan mata nya.


"Iya iya. " ujar Adam.


Adam pun langsung pindah kekursi yang ditunjuk oleh Raisya tadi.


"Bando itu abang buat sendiri untuk Ica. " ujar Adam.


"Makasih ya abang. " ucap Raisya.


"Iya sama-sama Ica. " ujar Adam seraya tersenyum.


"Ica, abang mau kekantor Ummi dulu ya. " lanjut Adam.


"Iya, abang. " ucap Raisya


"Assalamu'alaikum." ujar Adam.


"Wa'alaikumsalam." ucap Raisya.


Adam pun pergi.


Sedangkan Raisya, tersenyum sendiri.


"Astaghfirullah, Raisya nggak boleh kayak gitu. " ujar Raisya.


Tak lama kemudian Naila pun datang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Gimana teman teman seru nggak, jangan lupa like, komen dan vote nya ya.


Follow ig author:@husnardl_


__ADS_2