
Jangan pernah memandang seseorang itu rendah dari kita, karena kita hidup di dunia itu sama ( Batsnah Labiqa Raisya)
Naila dan Raisya pun sudah siap untuk berangkat ke pasar, untuk mencari perlengkapan dapur dan bahan bahan untuk masak.
Mereka berdua masuk kedalam mobil. Dan Naila menyetir mobilnya, karena umur nya sudah lewat dari 17 tahun dan sudah memiliki SIM.
Raisya melihat sekeliling jalanan yang telah di lewati nya. Dia bersyukur bisa hidup dengan keluarga yang sudah memiliki semua nya.
"Ya Allah Raisya bersyukur karena memiliki keluarga yang bisa menjaga Raisya dengan baik ya Allah, Raisya sangat berterima kasih dengan engkau ya Allah." batin Raisya tanpa ia sadari air mata nya sudah membasahi pipi imut nya itu.
Naila melihat Raisya yang sedang melihat ke arah jendela sambil mengusap pipinya yang basah.
"Adek Raisya kenapa nangis. " ucap Naila dengan lembut.
Raisya pun langsung menoleh ke arah kakak nya itu.
"Kakak, kenapa keluarga mereka nggak mau jagain mereka. "ucap Raisya sambil menunjuk anak anak yang sedang ngemis.
"Dek , sebenarnya ada diantara mereka yang lagi butuh banget uang untuk membiayai keluarga nya dan ada juga yang dipaksa untuk ngemis. " jawab Naila sambil nangis
Mereka pun sudah sampai di pasar.
Mereka langsung memasuki area pasar dan mulai berbelanja. Naila dan Raisya memilih tempe, tahu, telur, mie instan, ayam potong dan bumbu bumbu masakan yang praktis dengan masing masing berjumlah yang banyak biar nanti nggak harus setiap hari ke pasar karena kan mereka mulai besok sudah mulai sekolah.
__ADS_1
Setelah itu mereka memasuki toko pecah belah. Mereka memilih panci, spatula, teflon,dan mixer.
Karena sudah sangat lelah berkeliling pasar Naila dan Raisya pun memutuskan untuk istirahat sambil memesan makanan yaitu soto ayam dan air minum mineral.
"Capek juga ya kak belanja kebutuhan dapur nya. " ujar Raisya.
"Iya, kakak juga kecapean. "ucap Naila dengan nafas ngos ngosan.
"Ini mbak soto nya dan air mineral nya ya. "ucap pelayan warung.
"Makasih. " ucap Raisya dan Naila serempak.
Setelah selesai makan mereka pun langsung pulang ke rumah.
"Iya, dek. "ucap Naila sambil masuk kedalam rumah
Malam pun tiba Naila dan Raisya shalat isya di kamar mereka masing masing.
Setelah selesai shalat, Raisya ke kamar Naila untuk minta tes hafalan nya dengan kakak nya itu.
Setelah tes hafalan Raisya langsung ke kamar nya untuk tidur.
Sebelum tidur Raisya maupun Naila ke kamar mandi terlebih dahulu untuk membersihkan wajah mereka dan setelah itu wudhu.
__ADS_1
Didalam kamar Raisya, Raisya sebelum tidur ia mengaji terlebih dahulu. Setelah ngaji ia langsung tidur.
Naila bangun jam 3 untuk melaksanakan shalat tahajjud nya. Sebelum shalat ia membangunkan adik nya terlebih dahulu.
"Raisya bangun dek shalat tahajjud yuk. " ujar Naila.
"Raisya..... Bangun dek. " kata Naila sambil menggoyang goyang kan bahu Raisya.
"Hm, kakak Raisya nggak mau bangun. "ucap Raisya sambil menutup mata nya.
"Adek, bangun dek. Kalo nggak mau bangun nanti kakak bilangin dengan Abi ya. " ucap Naila.
"Iya... Iya kak Raisya bangun kok. "ucap Raisya langsung duduk.
"Nah gitu dong, yuk shalat tahajjud. "ujar Naila.
Mereka shalat tahajjud bersama sama. Selesai shalat tahajjud mereka menghafal hafalan yang akan disetor nanti.
Bagaimana teman teman seru nggak?
Jangan lupa vote, like dan komen nya ya teman teman.
Selamat membaca. 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1