The Story Of A Raisya

The Story Of A Raisya
01. Pura pura Lupa


__ADS_3

Pernah aku jatuh hati


Padamu sepenuh hati


Hidup pun akan kuberi


Apapun kan ku lakui


Tapi tak pernah ku bermimpi


Kau tinggalkan aku pergi


Tanpa tahu rasa ini


Ingin rasa ku membenci


Tiba tiba kamu datang


Saat kau telah dengan dia


Semakin hancur hatiku


Jangan datang lagi cinta


Bagaimana aku bisa lupa


Padahal kau tahu keadaannya


Kau bukanlah untukku


Jangan lagi rindu cinta


Ku tak mau ada yang terluka


Bahagiakan dia aku tak apa


Biar aku yang pura pura lupa


Oh oh


Tiba tiba kamu datang


Saat kau telah dengan dia


Semakin hancur hatiku


Jangan datang lagi cinta


Bagaimana aku bisa lupa


Padahal kau tahu keadaannya


Kau bukanlah untukku


Jangan lagi rindu cinta


Ku tak mau ada yang terluka


Bahagiakan dia aku tak apa

__ADS_1


Biar aku yang pura pura lupa


Jangan datang lagi cinta


Bagaimana aku bisa lupa


Padahal kau tahu keadaannya


Kau bukanlah untukku (oh)


Jangan lagi rindu cinta


Ku tak mau ada yang terluka


Bahagiakan dia aku tak apa (bahagiakan dia)


Biar aku yang pura pura lupa


Oh


Bahagiakan dia aku tak apa


Biar aku yang pura pura lupa


......................


"Iya mah, Shireen di sini sehat sehat aja kok, mamah tenang aja, Shireen kan udah gede jadi bisa ngerawat diri Shireen sendiri. " ujar Shireen yang sedang menelpon mamah nya melalui panggilan suara.


"Uang kamu masih ada kan di atm, atau nanti mamah suruh papah untuk kirimin kamu uang. " tanya mamah Maryam kepada Shireen.


"Enggak usah mah, uang Shireen masih banyak cukup aja kok buat kebutuhan sekolah dan untuk kebutuhan Shireen sendiri. " jawab Shireen, Shireen sebenarnya tidak pernah sama sekali mengambil uang di ATM yang di kirimkan papah nya untuk dia karena dia bekerja paruh waktu , dia tau kedua orang tua nya kaya tapi bukan kesempatan untuk di diri nya berfoya-foya dengan kekayaan orang tua nya, dia mau merasakan uang hasil kerja kerasnya sendiri dan sukses sendiri tanpa campur tangan kedua orang tua nya.


"Ya sudah sayang, mamah tutup ya telpon nya. " ujar mamah Maryam.


"Wa'alaikumsalam." ucap Shireen.


"Astagfirullahalazim, telat nih kerja kalo kayak gini. " Shireen yang baru sadar sekarang sudah waktu bekerja nya.


🌺Sekarang kita mulai menyaksikan seberapa ceroboh nya Shireen🌺😂😂😂


"Kamu kira ini cafe milik kamu hah, sampai sampai kamu se enaknya datang jam segini. " marah pemilik cafe pada Shireen. Pemilik cafe itu bernama Wisnu Prajaya.


"Maaf pak, tadi saya lagi nelpon ibu saya dan nggak inget waktu lagi pak. " ujar Shireen menundukkan kepala nya karena takut.


"Sebagai hukuman nya kamu harus sapu dan bersihkan halaman sampai tempat parkir dan gajih kamu saya potong. " ujar bapak Wisnu.


"Hah bapak nggak salah , saya bersihkan halaman yang luas itu sampai tempat parkir mana gajih saya di potong lagi pak, saya mohon pak jangan di potong gajih saya. " mohon Shireen pada bapak Wisnu.


"Makanya kalau nggak mau gajih di potong, jangan telat mulu. " ucap bapak Wisnu.


"Aduh gimana bayar kontrakan kalo kayak gini mulu. " gumam Shireen.


"Ayo cepat bersihkan sana. " perintah bapak Wisnu.


"Iya pak. " ucap Shireen.


Shireen segera mengambil sapu lidi dan serok di ruang belakang.


Selesai mengambil sapu lidi dan serok ia segera ke halaman untuk membersihkan nya.

__ADS_1


Shireen membersihkan seraya menyanyi biar nggak kerasa capek nya.


"Mungkin hari ini hari esok atau nanti berjuta memori yang terpatri dalam hati ini, mungkin hari ini hari esok atau nanti tak lagi saling menyapa meski ku masih harap kan mu Ooooo. " nyanyi Shireen.


Shireen sudah selesai membersihkan halaman cafe dan sekarang beralih ke tempat parkiran.


"Kita lanjut di parkiran. " ujar Shireen seraya memainkan sapu lidi nya.


"Hati hati ada kucing. " teriak Shireen.


Shireen melihat kucing yang mau tertabrak, ia pun segera menolong kucing tersebut dan meletakkan sapu dan serok nya di sebelah mobil seseorang.


"Sapu dan serok siapa ini. " marah pemilik mobil dan membuang sapu dan serok itu ke sembarang arah.


"Alhamdulillah untung kamu selamat ya kucing. " ujar Shireen seraya mengelus kucing.


"Astaghfirullah, kenapa ini serok dan sapu ada disini bukan nya ada di sebelah mobil itu tadi. " heran Shireen saat melihat sapu dan serok jauh dari tempat yang ia letakkan tadi, Shireen pun segera melepaskan kucing dan mengambil sapu dan serok dan menghampiri orang yang sudah membuang sapu dan serok nya.


"Eh om, kenapa sapu dan serok saya om buang hah. " marah Shireen pada pemilik mobil.


"Oh jadi sapu dan serok lo, apa lo nggak lihat sapu dan serok itu kotor banget kenapa coba di taroh di sebelah mobil mahal gue nanti misalkan kotor juga gimana. " marah Rendy yaitu pemilik mobil.


"Kan nanti dicuci om di tempat pencucian mobil. " ucap Shireen.


"Ini mobil mahal jadi nggak bisa nyuci nya di tempat yang ada di jalanan sana ini harus nyuci nya di tempat VIP. " ucap Rendy dengan gaya sombongnya.


"Sombong amat. " ketus Shireen langsung menendang mobil mahal itu dengan sangat kencang.


"Oh my god, mobil gue. " ujar Rendy yang melihat mobil kesayangan nya retak ulah Shireen, langsung menatap tajam Shireen.


"Puas kamu om berlagak sombong. " ketus Shireen lagi.


"Papah aja punya mobil kayak gini nggak sombong kayak om ini. " gumam Shireen.


"Jangan panggil gue om gue masih muda, lo harus ganti mobil gue dengan yang baru lagi. " ujar Rendy sangat marah pada Shireen.


"Eh om, eh anu, kamu, kan ini cuman retak sedikit aja kok malah minta ganti kan yang baru sih. " omel Shireen.


"Berani nya ya lo ngelawan Rendy Carlos orang terkaya di negara ini hah,apa lo nggak kenal siapa gue. " ujar Rendy.


"Nggak, kenal dengan om hanya buang buang waktu. " ucap Shireen menatap malas.


"Pokoknya lo harus tanggung jawab, lo harus ganti mobil gue dengan yang baru. " marah Rendy.


"Nggak mau. " ucap Shireen dan menendang mobil itu lagi dan langsung pergi.


"Eh, bocah. " teriak Rendy pada Shireen.


"Lihat aja lo bocah gue akan balas perbuatan lo karena udah berani berani nya ngeretakin mobil kesayangan gue. " gumam Rendy.


"Kelvin, kamu cari tau siapa bocah itu selengkapnya. " perintah Rendy pada sekretaris nya.


"Siap tuan. " ucap Kelvin.


Kring Kring Kring.


Bunyi handphone Rendy, Rendy pun segera mengangkat telepon dari Mom nya.


"Iya mom, ada apa. " tanya Rendy seraya masuk kedalam mobil.

__ADS_1


"Kamu cepat kesini Papi kritis sekarang. " jawab Mom Angel yang menangis.


"Mom yang tenang ya, ini Rendy udah di jalan. " ucap Rendy.


__ADS_2