
"Jevaaaaan," teriak seorang lelaki tampan dari ruang tengah sembari mengangkatkan kepalanya melihat ke lantai dua.
"Bentaaaaar." Balasan teriak dari lantai dua membuat wanita paruh baya yang masih terlihat cantik keluar dari dapur dengan celemek yang masih membungkus tubuh rampingnya.
"Kevin kenapa teriak-teriak sih?" tanya wanita cantik itu dengan menghampiri putranya.
"Itu Mom, Jevan lama banget sih, ini kan udah telat," ujar Kevin mengadu kepada ibunya.
"Telat? Ini kan masih jam setengah 7 Kevin, kalian masuk setengah 8, berarti masih ada 1 jam kan? Perjalanan pakai mobil hanya 15 menit, berarti masih 45 menit lagi," jelas Dina—sang ibu, Kevin hanya melongo tak percaya.
"DEVOOOON! LUCIAAAAA!"teriak Kevin kesal, sang ibu menatap putranya itu dengan garang sembari menutup kedua telinganya.
"HAHAHAHAHAHA." Terdengar tawa membahana dari lantai dua, membuat Kevin semakin kesal. Terlihat tiga pasang sepatu berbeda turun. Dengan masih ada senyum menahan tawa di masing-masing wajah mereka saat melihat wajah Kevin.
"Pasti kalian yang ubah jam di kamar gue kan?" tuduh Kevin melihat Devon—si sulung dan adik perempuannya yang hari ini sudah masuk di sekolah tempat mereka sekolah—Lucia.
"Emang," ucap mereka kompak dengan berhigh-five.
"Udah ahh, ayoo, sarapan dulu, kan bagus juga biar kamu itu jangan telat terus Kevin," ujar sang ibu, Kevin hanya mengangguk pasrah.
"Mom hari ini Kevin pakai mobil Kevin aja yah Mom, masa hukumannya udahin aja dong Mom," mohon Kevin dengan wajah memelas, Dina yang tak tahan melihat wajah memelas Kevin, terpaksa menganguk, Kevin langsung tersenyum senang dan memeluk wanita yang paling di cintainya itu.
"Thank you mom, yo're the best mom in the world," kata Kevin, ketiga saudaranya hanya tertawa melihat Dina yang pura-pura muntah mendengar ucapan Kevin, tetapi di dalam lubuk hatinya dia bahagia melihat keempat anaknya tumbuh menjadi putra-putri yang begitu membanggakan.
"Lucia berangkat naik bus yah mom," kata Lucia ikut-ikutan memohon.
"NGGAK!" teriak tiga saudara kembar itu protes dengan ucapan adiknya, Lucia langsung bangun dari duduknya dan mencium kedua pipi ibunya, dan berlari tanpa mencium ketiga kakaknya.
"Lucia cuman bohong kak, Lucia pakai supir hehehe, dahhh kakak-kakakku yang super tampan muachhhh," teriak Lucia dengan ciuman jarak jauh kepada triplets tampan itu, mereka langsung tersenyum melihat kejahilan adiknya.
"Kita berangkat deh mom," ujar Devon kepada ibunya, Kevin dan Jevan langsung berdiri dari duduk mereka, dan ikut mencium kedua pipi Dina.
"Hati-hati yah sayang."
__ADS_1
"Yes mom."
*****
"Wahhh ketiga pangeran tampan kita udah datang."
"Datangnya bareng, tumben."
"Mereka itu kembar bukan sih?"
"Nggak deh, kayaknya."
"Tapi wajah mereka rada-rada mirip gitu kok."
Terdengar bisik-bisik dari para-para wanita yang melihat kedatangan triplets ganteng itu, tak banyak memang yang tahu kalau mereka kembar jika di lihat dari jauh, tapi kalau dekat sangat terlihat jelas.
kevin dengan gaya coolnya keluar dari mobilnya. Devon dengan datarnya langsung keluar dari mobilnya. Dan Jevan dengan cueknya keluar dari mobilnya. Triplets tampan itu berjalan ke arah kelas mereka masing-masing.
"Pagi Jevan."
"Pagi Kevin."
Banyak para siswi yang menyapa mereka, Kevin hanya mengedipkan matanya ke arah wanita yang menyapanya, membuat para wanita langsung berteriak kesenangan, Jevan dan Devon hanya menarik nafas mereka melihat tingkah Kevin.
Lucia yang ingin menghampiri ketiga kakanya, langsung terdiam melihat kakak kelasnya yang heboh melihat mereka, apalagi di tambah dengan bisik-bisikan para kakak kelasnya yang tidak tahu jika mereka memang kembar.
'Apa mereka nggak lihat kemiripan dari mereka' batinnya.
*****
To: My Prince (081240******)
Kak Kevin banyak cowok di kelas yang pada lihatin Lucia, Lucia pengen ke kantin, tapi cowok-cowok di kelas malah nahan Lucia mulu kak.
__ADS_1
From : My Prince (081240*****)
Kakak lagi kumpul basket, sms Devon yah sweetheart, Devon ketos di sini.
To: My King (081238******)
Kakak cepat ke kelas aku banyak cowok yang gangguin aku kak.
From: My King (081238******)
Tenang Kevin udah bilang kakak, kakak lagi ke kelas kamu.
" Heiii ada apa ini," teriak Devon dingin dari depan kelas Lucia.
"Eh, eh, Kak Devon, nggak kak ini lagi cuma kenalan aja," jawab salah satu cowok dengan wajah kikuk.
"Keluar!" perintah Devon, mereka langsung melangkah dengan cepat keluar dari kelas meninggalkan Lucia dan Devon sendiri.
"Kamu nggak papa?" tanya Devon lembut dengan mengelus kepala adiknya, cewek-cewek yang memang sudah melihat kedatangan Devon dari tadi langsung menahan nafas mereka melihat kelembutan Devon kepada Lucia, banyak yang mulai bergosip melihat kedekatan mereka.
"Mau ke kantin bareng?" ajak Devon
"Nggak deh kak, teman baru Lucia tadi lagi ke perpus, nanti Lucia bareng dia aja deh," jawab Lucia dengan menampilkan kedua lesung pipinya yang membuatnya semakin cantik.
"Ok! Kalo ada apa-apa langsung telfon kakak yah,"ujarnya.
"Lucia lo nggak papa?" tanya seorang gadis yang belum memperhatikan Devon.
"Nggak, untung tadi kak ketos datang," ujar Lucia, gadis yang tadi menghampiri Lucia langsung menatap Devon tak berkedip.
"Back to earth Nisa," ujar Lucia dengan menjetikan jemarinya di depan wajah Nisa, Devon langsung berbalik keluar kelas setelah tersenyum tipis kepada Lucia dan Nisa.
"OMG kak Devon ganteng banget," teriak Nisa histeris dengan menggoyangkan badannya Lucia, para wanita yang tadi di luar kelas langsung berhamburan masuk mendengar teriakan Nisa, mereka mulai bertanya kepada Lucia yang di jawab dengan seadanya berpura-pura tidak mengenal Devon.
__ADS_1