Three Women

Three Women
Team Elang


__ADS_3

"jadi gini, kita rubah bagian yang ini, di ganti seperti ini, " mengamati dan merubah strategi yang di susun oleh 3 taruni itu.


"kalau kita jebak dari arah sini gimana,?"timpa gendis.


gendis menujuk strategi yang di buat oleh pak rudi.


perubahan strategi yang selir berganti dan di iringi dengan perdebatan kecil antara 3taruni dan pak rudi akhirnya membuahkan hasil.


"oke jadi keputusan dari strategi yang kita buat ini ya, dan ini ada beberapa data untuk membantu penyelidikan misi ini." ekpresi pak rudi yang lega dengan hasil kesepakatan yang telah barusan selesaikan.


pembentukan team akan di perkuat setelah memiliki tugas masing-masing, setiap anggota mempunyai kemampuanya masing-masing,seperti areta sebagai ketua team dia jago bela diri tahan banting dan tegas, jiwa kemimpimpinanya sangat bagus cerdas menmbuat strategi, mona sebagai cyber team jago beladiri, gendis sebagai menganalisa data dan sangat licik saat melabuhi musuh terbukti pas dulu memecahkan sebuah kasus musuhpun tunduk atas perintah gendis.semua team ini jago bela diri, karena wajib untuk semua badan intelijen bisa bela diri.


Pak rudi menamai team ini sebagi team Elang, pengamatan dan tatapan serta strategi yang mereka buat.


"gimana team elang apa kalian siap, !!!"


"siappp komandan"jawabpan kompak dari team Elang.


"untuk seminggu ini kalian siapkan diri dan siapkan perlatan yang perlu kalian bawa serta plan apa yang perlu di tambahkan." tegas rudi.


seminggu ini mereka akan sibuk untuk mempersiapkan keperluan apa saja yang akan di gunakan untuk misi.bukan hanya team elang tapi seluruh angkatan yang di berikan misi.


ada 30 team yang terdiri dari 3 anggota dengan misi masing-masing, pak rudi memegang 5 team, salah satunya team elang.


#asrama taruni


"kamu kamar nomor berapa reta ??" tanya mona.


"aku kamar 102 , kalau mau main ayok sekarang saja nanti soalnya aku masih ada kelas"jawab areta


"oh gitu ya, gimana ndis? malah balik tanya gendis.


"aku ada kelas mon sekarang, ini aku udah telat lima menit, aku duluan ya mon , ret" nepuk pundak mona melangkah lebih maju dan meninggalkan mereka berdua.


"lo kalian beda kelas ?"tanya areta terheran heran.

__ADS_1


setiap kamar ada 5 taruni yang sama jurusan karena sudah aturan dari kampus.


"iyah karena kelasnya gendis itu anggotanya ada yang ganjil,dan gendis urutan trakhir jadi apesnya setiap kamar kan cuma maksimal 5 orang kan, nah kebetulan kamarku sisa 1, gendis di masukan ke kamar jurusan It , mulai dari situlah kita akrab,"


"begitupun kelas kalian ?"


"Iya betul sekali, yuk kekamarmu pengen liat aku"bergegas.


"okeeey"


mereka berdua berjalan menyusuri koridor kampus menuju asrama taruni.


"ini ya kamarmu, nyaman juga ya ret,"ujar mona.


"ngomong-ngomong kamu asli mana ??"timpa mona lagi.


"Aku asli bandung, kamu anak mana ?"jawab reta.


"aku asli bali tapi tinggal lama di jogja sama nenek"


Melihat beberapa tempat tidur, pandangan mata tertuju ke sebuah figura foto di atas meja di samping ranjang tidurnya areta,dengan sigap foto itu di pegang mona.


"iya mon,"sambil mempersiapkan seragam buat extra kurikuler


"ini sengaja kamu lipet mukanya atau bagaimana ?"


sembari megangi figura foto.


Suasana kamar yang terlihat sepi,hanya mereka berdua,di sisi samping kamar tergantung seragam taruni milik temannya areta.dinding yang berdempetan dengan ranjang tidur,di atasnya banyak lukisan yang terpajang di dinding itu.


"sengaja itu mon, entah sampai kapan, aku bisa mengerti maksud dia yang sebenarnya"menatap cermin dengan menyisir rambut.


"maav reta,ini pacarmu,,? tebakan mona yang melihat exspresi areta jadi berubah sendu.


"iya itu pacar aku, eh bukan tepatnya sekarang mantan pacar sih, kita putus dengan cara ga baik-baik" melanjutkan riasan makeup.

__ADS_1


"maav ya ta jadi merembet kemana-mana pertayaanku, tapi anyway sekarang kamu dah moveon kan ?" dengan lirikan ke arah areta yang masih menatap cermin sambil merias wajah.


"iya aku udah moveon, jadi kamu ga perlu minta maav, cuma saja aku masih ada yang ngeganjal aja mon, "berbalik arah membelakangi cermin.


"cerita aja gak papa-papa, siapa tau aku bisa bantu"ujar mona.


"gini lo, kita itu pisahnya karena dia tidak mau aku jadi intelijen dengan dalih nanti usiaku tidak akan panjang, dan selalu punya musuh di mana-mana,logis ga sih alasanya seperti itu !!"


"logis aja sih dan masuk akal juga, karena tandanya dia terlalu sayang sama kamu reta"jelas mona.


"haaah demi apa lu, beneran ini logis, kalau logis tidak harus putus dong masih ada cara lain kan bisa."


tersentak kaget dengan jawabpan yang di lontarkan oleh mona.


harapan areta ingin mona berpihak kepadanya dengan mimik muka yang tidak terima atas jawabpan mona terlihat jelas saat ini.


"seperti apa cara lainya aretaa ??, pasti dia ingin mempertahankan kamu tapi dengan syarat kamu harus berhenti dari kampus ini dan keluar gitu kan." jawabpana mona yang penuh dengan ketenangan.


"iya dia maunya seperti itu,tapi aku balik lagi dengan pendirianku dan aku harus mewujudkan


cita-citaku."tegasnya lagi,


Areta mempunyai cita-cita sedari kecil ingin melawan penjahat, walau sekalipun dunia menentangnya dia tetap gigih akan melawanya.


"nah di sini jelas kan, jadi kita bisa tarik benang merahnya, kamu sama pendirianmu, mantanmu sama pendirianya, dia tidak mau mencintai terlalu dalam yanh megakibatkan lebih besar ke khawatiran yang ada dalam hatinya, yaah meskipun berat dia melepaskanmu tapi dari pada di akhir dia tersiksa sejadi-jadinya, walaupun kita tau jodoh, takdir itu di tangan tuhan, tapi manusia punya rasa takut akan hal itu, nah itu bisa jadi perasaan takut yang di alami pas waktu kamu masuk di kampus ini ." penjelasan mona menenangkan pikiran areta.


"jadi kamu harus bisa meredam amarahmu dulu mengenai alasan dia memutuskanmu, dan pikirkan secara positif dengan alasan tersebut, sekarang ambil nafas, dan keluarkan."ajakan mona


"uuuuuuh hufftt , terimakasih ya mon, maav soal tadi aku agak nyolot, dan ngomonya pakek kata Elu, maav banget, karena entah kenapa setiap memikirkanya rasanyaa beehhh bikin emosi"


"tapi sekarang gimana?" tanya mona balik.


"lega sih, sekali lagi makasih ya, soalnya dari berbagai teman, dan aku cerita seperti ini jawabanya pasti cowokmu yang salah bla bla bla tapi kalau cerita sama kamu beda, kamu bisa merubah jalan pikiranku"tatapan mata areta ke mona, mengisyaratkan sudah ada yang hilang perasaan yang sebelumnya berkecamuk.


"syukurlah kalau gitu, btw kalau kamu mau manggil aku pakai elu gue enggak masalah, santai ajaa ya ta"

__ADS_1


ujar mona dengan seyuman manisnya.


mona dengan wajah yang bisa menipu orang kalau dia terlihat polos dan lugu dalam soal asmara ternyata salah dugaan itu yang di rasakan areta saat mendengarkan curhatanya dan memberikan solusi dengan kemampuan menganalisanya yang keren dan memberikan arahan dengan sudut pandang yang berbeda.


__ADS_2